
Hari ini begitu cerah ya secara Lisa yang sedang berbahagia karena hari ini adalah hari pernikahan dirinya dengan Faris.
Di sebuah gedung mewah acara pernikahan Lisa dan Faris akan di gelar. Keluarga besar Faris juga sudah datang dengan pakaian seragam mereka yang sudah di siapkan oleh Faris, sedangkan dari keluarga Lisa tidak ada yang datang karena Lisa tidak punya saudara. Hanya tetangga Lisa yang di undang oleh Lisa ke acara pernikahannya.
"Lisa menikah dengan orang kaya, gedungnya saja mewah sekali," kata salah tetangga Lisa yang di undang ke acara pernikahannya.
"Baguslah, daripada sama Rizal, tahu sendirikan baju Lisa saja sobek-sobek, sekarang Lisa begitu cantik dan menemukan laki-laki yang tepat," ujar yang lainnya lagi.
"Beruntung sih Lisa, coba kalau masih sama Rizal di garap doang, kebahagiaannya pasti tidak di pikirkan, di kira wanita cuma butuh burung doang, dasar Rizal laki-laki kere," sahut yang lainnya lagi.
Para tetangga Lisa ini tahu sekali Rizal seperti apa? Rizal sering kali tidak pulang saja mereka tahu, hanya saja mereka tidak mau membahas ini.
"Burungnya Rizal juga suka celup-celup ke yang lain, sekarang dia kan sudah nikah sama janda tetangga desa kita, cocoklah mereka," timpal yang lainnya lagi.
"Nikahnya juga cuma secara siri, beda sekali dengan Lisa," ujar yang lainnya lagi.
Mereka menggibah dengan suara pelan sambil menikmati hidangan yang ada di pesta ini.
Saat jam sudah menunjukkan pukul 9, akhirnya acara yang sakral yang di tunggu-tunggu di laksanakan juga.
__ADS_1
Lisa tampak cantik dengan balutan kebaya berwarna putih yang di padukan dengan hijab dan mahkota kecil di atas kepalanya, Faris juga sangat tampan dengan setelan jas warna hitamnya.
Kini kedua mempelai itu sudah bersanding dan ijab qobul di lantunkan oleh Bapak Penghulu. Setelah lantunan ijab qobul selesai, seluruh tamu undangan mengucapkan kata sah dengan kompak. Akhirnya Lisa dan Faris sah menjadi suami-istri.
Lisa menyalami tangan Faris lalu mencium tangannya, sedangkan Faris mencium kening Lisa. Pemandangan yang sangat indah bagi para tamu undangan yang datang.
Alena juga sangat bahagia, ia duduk di pangkuannya Ipah dengan tenang dan tidak rewel sama sekali.
Kini setelah acara ijab qobul selesai, Faris dan Lisa naik ke atas panggung pelaminan dan para tamu berbondong-bondong mengucapkan selamat pada mereka.
Di saat yang lain berbahagia, Ratna yang hadir di acara pernikahan Lisa dan Faris, ia tampak tidak suka dengan kebahagiaan mereka. .
"Sombong sekali mentang-mentang dapat laki-laki kaya raya," cetusnya dengan tatapan sinis.
Dasar Emak Lampir tidak bisa apa melihat orang bahagia itu di doakan yang baik-baik saja, ini malah seperti itu, tidak punya hati sekali Ratna ini.
Sedangkan Lita sudah naik panggung pelaminan lebih dulu, ia enggan dekat-dekat dengan ibunya karena ibunya itu begitulah sukanya buat malu dirinya sendiri.
"Mba Lisa, Mas Faris selamat ya," kata Lita menyalami keduanya secara bergantian dengan sopan. Lita memang sudah berubah, ia tidak mau jadi orang jahat takut di azab sama Allah.
__ADS_1
"Terimakasih Lit," kata Lisa sembari tersenyum pada Lita.
Rizal dan Mona juga hadir di acara pernikahannya Lisa dan Faris, ya biarpun Mona sangat berat hati untuk datang. Tapi dia juga tidak akan membiarkan Rizal datang sendiri kesini jadi mau tidak mau Mona ikut.
"Ayo ucapkan selamat pada Lisa," ajak Rizal tanpa menyebut nama Faris. Muak rasanya dengan Faris selain itu aku juga tidak suka melihat Faris bersanding dengan Lisa.
"Kamu saja! Aku tidak sudih," ujar Mona sinis.
Katanya tidak sudih tapi Mona begitu asik menikmati berbagai macam hidangan yang ada di acara pernikahan Lisa dan Faris. Lama-lama Mona juga gila sama seperti Ratna, mereka sama saja otaknya begitu jahat.
Rizal mengucapkan selamat pada Faris dan Lisa, tapi hanya Lisa yang di salami oleh Rizal, namun itu tidak jadi masalah bagi Faris.
Di acara pernikahannya yang begitu bahagia ada orang-orang yang sirik akan takdirnya, tapi biarkan saja itu tidak masalah bagi Lisa, yang penting Lisa sudah tidak ada urusan lagi dengan mereka semua.
Setelah acara pernikahan selesai, Ipah dengan sengaja membawa Alena untuk menginap di rumahnya.
"Mas Faris, Lisa, nikmati malam pengantin kalian! Alena biarkan bersamaku," kata Ipah membuat Lisa tersipu malu dan Faris tersenyum senang, ya senyum Faris penuh makna.
Ipah dan suaminya berpamitan pulang kepada pengantin baru itu, setelah semua tamu pulang, Faris langsung mengajak Lisa untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Bersambung
Terimakasih para pembaca setia