
jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Feby belum ada tanda tanda akan sadar. beberapa kali Devan memanggil dokter. dan tetap saja jawaban dokter itu tetap sama
.
" sayang bangun lah. anak kita sedang membutuhkan mu.kasian dia" ucap Devan.
tak lama jari jari cantik itupun bergerak menandakan bahwa sang empu akan segera siuman..
Devan mendekat ke arah istri nya dan memegang tangan nya.
" sayang" panggil Devan..
perlahan mata cantik itu terbuka. sayu sayu Eva melihat suami nya.
" mas . aku di mana" ucap Eva..
" sayang kamu di rumah sakit. kamu jangan banyak gerak dulu yah" ucap Devan..
seketika Eva menangis. " mas anak kita hiks hiks hiks" lirih Eva..
" sayang anak kita baik baik saja kok. kamu jangan menangis yah. dia sudah lahir di dunia ini"
__ADS_1
" mas maafkan aku yang tidak bisa jadi ibu dan istri yang baik buat dirimu dan anak anak kita hiks hiks hiks"
" sstt jangan berkata seperti itu sayang. justru kamu adalah wanita yang sangat luar biasa untuk ku dan anak anak. kamu jangan menangis lagi yah. "
" mama" panggil seorang anak yang baru masuk ke dalam kamar itu..
Eva menoleh dan melihat putra nya yang menatap nya . Eva pun merentangkan kedua tangan nya. anak itu berlari mendekat ke arah mama nya..
" ayah tolong gendong Revan naik ke tempat tidur mama" pinta nya..
Devan langsung menggendong tubuh putra nya. Revan memeluk tubuh mama nya dengan erat.
" mama. maaf kan Revan. karena Revan tidak bisa menjagamu dengan adik hiks hiks hiks..
" selamat kau tidak sadar Revan selalu saja menangis dan mengatakan kalau dia bersalah.karena tidak bisa menjaga mu. dan dia pernah berkata. bahwa ini semua terjadi karena kesalahan nya yang selalu meminta adik" jelas Devan.
Eva sangat kasian melihat putra nya .
" nak kamu tidak bersalah kok. kan ini semua sudah waktunya adik lahir. kamu jangan sedih lagi yah dan jangan pernah menyalahkan diri mu lagi"
tak lama beberapa suster pun masuk dan membawa stroller bayi. itu adalah anak Eva yang sedang menangis mencari susu.
__ADS_1
" Bu. tolong berikan ASI anda untuk putra anda yah" ucap suster dan membawa bayi itu ke gendongan Eva..
dengan perlahan Eva memberikan ASI nya pada putra nya itu. lagi lagi pemandangan itu membuat Devan sangat bangga pada istri nya.
Devan pun mendekat dan mencium kening istri nya. " terima kasih yah sayang sudah jadi ibu yang baik untuk anak anakku"
" mas dia juga adalah anak anak ku. dan ini adalah tugas ku sebagai seorang istri. untuk memberikan nya ASI. dan menjaga nya "
terlihat bayi itu cukup kuat menyusu nya
tak lama bayi itu pun tertidur dalam gendongan Eva. para suster itu pun keluar dari kamar itu..
terlihat sang mertua masuk dan membawa beberapa makanan..
" sayang kau sudah sadar " ucap Manda..
" iya ma" jawab Eva.
Manda begitu bahagia melihat menantu nya yang sekarang sudah baik baik saja. dan tak lupa juga Manda memperhatikan wajah putra nya yang terlihat bahagia..
" ya Allah tolong lindungi lah keluarga anak anak ku " batin Manda..
__ADS_1
...****************...
...----------------...