
setelah merasa lelah berlari, mereka memutuskan untuk mengisi perut nya dulu.
mereka makan siang di tempat wisata itu, Eva yang sudah merasa lapar langsung saja memakan makanan yang mereka pesan.
" sayang pelan pelan saja , tidak akan ada yang mengambil makanan mu"
" hehehe soal nya aku udah lapar banget"
drtt..
drtt..
drtt..
" siapa yang menelfon mas " ucap Eva..
" mama yang menelfon "
" cepat angkat mas, mungkin ada sesuatu yang penting "
Devan pun menggeser tombol hijau pada ponsel nya..
...****************...
__ADS_1
...----------------...
" halo ma ada apa" ucap Devan setelah mengangkat panggilan mama nya..
" Devan , Revan, Revan " ucap Manda sesenggukan..
" kenapa ma, ada apa dengan Revan " ucap Devan panik.
Eva pun tak kala panik nya mendengar sang mertua menangis dan menyebut nama Revan..
" ada apa mas, kenapa dengan anakku" ucap Eva yang sudah berkaca-kaca..
" ma,mama yang tenang dulu. setelah itu baru cerita kan ,ada apa dengan Revan" ucap Devan berusaha untuk tenang..
" baiklah ma, tolong jaga Revan, Devan dan Eva akan segera pulang" ucap Devan dan langsung mematikan telfon nya..
" sayang , Revan masuk rumah sakit,dia demam tinggi dan kondisi nya cukup lemah, kita akan pulang" jelas Devan..
" iya mas ayo kita cepat pulang,aku ingin bertemu anakku" ucap Eva yang sudah banjir air mata..
Devan membayar makanan yang mereka sudah makan, dan langsung bergegas ke arah hotel dan membereskan semua pakaian nya.bahkan Devan sudah memesan tiket pulang, dan kebetulan sekali pesawat itu akan lepas landas pada jam 2 .
setelah selesai membereskan semua pakaian nya Devan langsung keluar dan membawa koper nya dan milik istri nya..
__ADS_1
di perjalanan menuju Bandara Eva begitu cemas memikirkan putra nya, pikiran nya pun mulai kalut, dia takut terjadi apa apa kepada anak nya,dan dia tidak ingin kehilangan Revan..
" sayang yang tenang yah"
" bagaimana aku bisa tenang mas, kita di sini pergi bersenang senang sedang kan putraku sedang sakit di sana"
Devan tidak menjawab perkataan istri nya dia hanya memeluk sembari memberikan semangat, dia tau bagaimana perasaan Istri nya saat ini..
**
kini mereka sudah berada di dalam pesawat dan akan segera lepas landas, Eva tak henti-hentinya berdoa untuk kesehatan anak nya, dia begitu cemas Sanga cemas. sampai makanan yang di siap kan di dalam pesawat dia tidak memakan nya. melihat istri nya yang tidak mau makan , Devan menjadi kasian.
" sayang ,makan lah kalau kau sakit bagaimana dengan Revan, "
Eva memandangi wajah suami nya, dia pun akhir nya makan tapi tetap saja dia seperti orang yang tidak ada semangat sama sekali..
berbagai cara Devan lakukan agar istri nya tak terlalu cemas dan khawatir, tapi tetap sia sia..
sepanjang perjalanan Eva tidak bisa tenang,dan ingin segera sampai dan menemui anak nya..
" mas Devan, Revan masih kecil, aku tidak mau kehilangan dia" lirih Eva..
" shtt. kamu jangan ngomong seperti itu, kita berdoa saja yah agar Revan baik baik saja"..
__ADS_1
@ Hay para teman teman setiaku dukung author trus yah,dan jangan lupa untuk berikan vote,like kalian. agar author lebih semangat buat up..