
Hari pun berganti Minggu dan Minggu pun berganti bulan..
Eva berlari di lorong lorong rumah sakit dia sangat khawatir dengan kondisi ibu nya yang tiba-tiba drop..
" dokter bagaimana kondisi ibu ku dia baik baik saja kan" ucap Eva yang sudah berkaca kaca..
" maaf dek kami sudah tidak bisa menyelamatkan nyawa ibu mu , kami pun sudah berusaha semaksimal mungkin tapi ini semua sudah menjadi takdir"
ucap sang dokter..
Eva membuang diri nya ke lantai dan menangis sejadi jadi nya..
"Eva!!" terik Devan dari belakang..
Eva pun menoleh dan bangkit dengan refleks dia memeluk Devan dan menangis.
__ADS_1
Devan merasa senang sekaligus gugup karena di peluk oleh gadis pujaan hati nya..
" kak Devan dokter itu tidak benar kan, ibuku masih baik baik saja kan dan dia masih hidup kan" ucap Eva di selah selah tangisan nya..
tangan yuda mengelus pundak Eva.." kamu yang sabar yah mungkin Allah lebih sayang ibu mu" ucap Devan menenangkan..
Eva menatap Devan.." ibu ku masih hidup kak Devan Tolong bilang ke dokter itu untuk menyelamatkan ibu ku,aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain ibu aku mohon hiks hiks hiks" tangis Eva semakin pecah..
Devan pun langsung memeluk kembali Eva.." sudah tenang kan dirimu,kamu tidak boleh menangis iklhas kan kepergian ibu mu, kalau kamu menangis pasti ibu mu akan sedih melihat mu " ucap Devan lagi..
Devan memegang kedua pipi Eva.." masih ada aku di samping mu kau tidak boleh berkata bahwa diri mu tidak memiliki siapapun "ucap Devan yang membuat Eva semakin sedih..
Devan terus memeluk Eva dan memberikan nya semangat, Eva merasa tenang berada di pelukan Devan, sebenar nya Eva malu tapi saat ini dia sangat membutuhkan Sandara untuk meluapkan rasa kesedihan nya..
jenazah ibu Eva sudah di rumah dan siap siap untuk di kebumikan, para warga berdatangan untuk melihat ibu Eva dan menenangkan Eva..
__ADS_1
" yang sabar yah neng Allah lebih sayang dengan ibu neng Eva ,dan neng Eva enggak boleh bersedih kasian nanti ibu nya juga ikut sedih di sana". ucap para tetangga Eva..
" terima kasih mbok" jawab Eva lirih..
****************
" ibu kenapa ibu pergi meninggalkan ku juga sendiri di dunia ini kenapa buu apa kalian sudah tidak sayang dengan Eva hiks hiks hiks" Eva menangis di liang lahat sang ibu para warga pun sudah pulang tinggal Eva yang berada di sana..
sebuah tangan memegang pundak Eva, Eva menoleh dan melihat pria yang selalu berada di samping nya di sana dia sedang dalam kesusahan pria yang selalu membantu perawatan sang ibu..
"kak Devan, kenapa kak Devan di sini apa kakak tidak kerja " ucap Eva..
" hari ini aku izin pulang lebih cepat karena ingin menemanimu " jawab Devan..
" kak Devan tidak perlu repot-repot aku tidak enak,kak Devan sudah sangat banyak membantu ku dan ibu, maaf Eva belum bisa membalas kebaikan kakak " lirih Eva..
__ADS_1
" sudah jangan di bahas lagi aku ikhlas kok,ayo kita pulang kau tidak boleh bersedih" ucap Devan..