
dengan perasaan yang begitu panik Devan kembali ke kamar nya untuk bergegas membawa istri nya ke rumah sakit..
saat Devan masuk ke dalam. dia tak mendapati istri dan anak nya. pikiran nya begitu kalut. dia takut kalau orang suruhan Mark menculik istri dan anak nya lagi..
" sayang!! kamu di mana" teriak Devan..
Devan seperti orang kelimpungan mencari keberadaan Eva dan anak nya..
dia pun kembali turun dan di kejutkan oleh teriakan anak nya.
" papa!! " teriak Revan dengan beriringan lampu menyala.
" selamat ulang tahun suamiku"
" selamat ulang tahun putra ku"
" selamat ulang tahun tuan muda" ucap para pelayan di rumah..
Devan segera mendekat ke arah istri nya dan memeluk nya begitu kuat. " sayang kenapa kamu membuat ku khawatir" lirih Devan..
Eva begitu merasa bersalah. dengan permainan nya ini.
" mas Devan, maaf kan aku" ujar Eva..
Devan menggeleng dan kembali memeluk tubuh istri nya dengan kuat." jangan tinggalkan aku.jangan tinggal kan aku. apa kau tau aku begitu khawatir saat Revan menelfon ku dan menangis "
" maaf mas. ini salah Eva. yang berencana untuk memberikan mas Devan kejutan " lirih Eva..
__ADS_1
kini Devan kembali menetralkan diri nya. " terima kasih sayang atas kejutan mu"
Eva tersenyum dan mengambil kue yang sudah dia buat untuk suami nya..
" ayo mas tiup lilin nya" ujar Eva. Devan pun meniup lilin nya dan mengecup kening istri nya..
" papa mama. ayo Revan mau foto kalian" ujar Revan..
Eva dan Devan langsung menurut dan mulai lah sesi foto foto itu. begitu banyak gambar yang di ambil dari Revan..
tak lupa juga dia berfoto bersama putra dan Manda..
" sayang . jangan tinggalkan aku yah" lirih Devan..
" tidak mas. itu tidak akan terjadi. maaf kan aku"
Devan kembali memeluk tubuh istri nya. dan berjalan ke arah sofa. di sana mereka memakan kue buatan istri nya.
" tidak boy. ini buat papa"
terjadi lah rebut rebutan antara papa dan anak nya..
"astaga Devan kamu ini seperti anak kecil saja kasian cucuku, kalau kamu tidak mau memberikan nya. makan aku akan membawa Eva " ancam Manda bercanda..
dengan cepat devan memberikan kue itu ke putra nya dan duduk di samping istri nya. " baiklah ambil saja kue nya dan mama untuk papa saja "
" tidak boleh. itu mama Revan juga" Kila nya dan langsung memeluk Eva..
__ADS_1
" papa . jangan ambil mama dari ku" ucap Revan mengeratkan pelukan nya ke Eva..
" aduh kalian ini. mama jadi pusing. ayo makan yang baik baik. dan mama ini untuk kalian berdua dan adik"
Devan tersenyum dan memeluk istri nya begitu Pun dengan putra nya..
" aku sayang mama" ucap Revan
...
malam pun tiba. kini Devan bersiap untuk ke markas, memeriksa para musuh nya itu..
" sayang . boleh ka aku keluar sebentar. ada klien yang aku inginkan temui" ucap Devan berbohong. tidak mungkin dia jujur kalau ingin ke markas untuk memberikan penyiksaan untuk Sandra...
" boleh kok mas. asal pulang nya jangan kelamaan yah" balas Eva..
Devan tersenyum dan mengangguk
" tentu saja sayang. apa kamu ingin sesuatu.nanti aku akan belika"
Eva terlihat berfikir..
" emm aku mau nasi goreng,sate, dan bakso bakar " Pinta Eva.
" baiklah sayang. ada lagi"
Eva menggeleng dengan cepat. lalu Devan pun pamit dengan istri nya...
__ADS_1
...****************...
...----------------...