
Kini Revan telah di tangani oleh pihak dokter. Devan, Manda dan Robi masih setia menunggu di luar. Devan begitu merasa cemas,di satu sisi dia cemas memikirkan anak nya dan di satu sisi dia juga cemas dengan keadaan Istri nya ..
" bagaimana kalau Eva tau ini semua. pasti dia akan marah kepada ku ma" lirih Devan..
Manda tak sanggup untuk berkata-kata lagi dia juga kasian melihat keluarga putra nya seperti ini.
tak lama dokter keluar dan mendekati Devan.
" tuan. bisa ikut ke ruangan saya sebentar " ucap dokter.
Devan mengangguk dan mengikuti langkah dokter itu..
"silahkan duduk tuan" Devan duduk berhadapan dengan dokter dengan kecemasan..
" dokter apa yang terjadi dengan putra saya" ucap Devan..
" begini tuan. luka lebam yang Ada di wajah Dan tubuh anak anda itu di sebabkan karena pukulan yang begitu keras. dan selama beberapa hari ini putra anda tidak mendapatkan nutrisi,bisa di bilang dia tidak makan apapun sama sekali dan itu memicu asam lambung nya" jelas sang dokter yang membuat devan terdiam dan begitupun murka.
" baiklah tuan Devan,ini resep obat yang anda harus berikan kepada anak anda. dan lebih baik dia di rawat di sini dulu sampai kondisi nya benar benar pulih"
setelah itu Devan keluar dan kembali menuju ke arah ruang UGD. di sana masih ada Manda dan Robi..
Manda yang melihat anak nya berjalan ke arah nya langsung mendekati nya..
__ADS_1
" Devan apa yang di katakan dokter" ucap Manda..
Devan terdiam dan tak lama Devan menjelaskan apa yang di katakan dokter kepada nya.manda menahan amarah nya saat mendengar kan penjelasan Devan ..
" ada apa dengan putra ku" ucap seorang wanita yang berdiri tak jauh dari belakang Manda..
Devan begitu terkejut kala mendengar suara yang sangat dia kenal itu..
" Eva" lirih Devan..
" ada apa dengan putra ku mass" ucap Eva sedikit meninggi..
" sayang. tidak terjadi apa-apa dengan putra kita dia cuma sedikit terluka jadi harus di rawat di rumah sakit dulu" ucap Devan berbohong..
" sayang. tenang lagi." ucap Devan..
Eva langsung menghempaskan tangan suami nya dan berlari masuk ke dalam ruangan di mana Revan berada..
tubuh Eva terasa lemas kala melihat anak nya yang begitu menyediakan. tubuh nya yang begitu penuh dengan lebam,
" Revan, hiks hiks hiks,maaf kan mama nak,karena tidak bisa menjagamu hiks hiks"
Devan ikut masuk menyusul istri nya. dia melihat sang istri yang sedang memeluk tubuh anak nya yang terbaring lemah..
__ADS_1
" sayang maaf kan aku, yang tidak bisa menemukan anak kita dengan cepat " ucap Devan sambil memeluk tubuh istri nya dari belakang..
Eva hanya menangis dan terus memeluk tubuh anak nya begitu erat..
Eva yang masih menangis merasakan pusing yang luar biasa ,dan tak lama diapun kehilangan kesadaran nya..
Devan dengan cepat menahan tubuh istri nya..
" maaaaa!!!" teriak Devan. Manda langsung masuk kala mendengar anak nya yang memanggil nya begitu keras..
" ma tolong baringkan Revan" ucap Devan panik..
" astaga Eva. kenapa dia"
Devan langsung menggendong tubuh istri nya dan membaringkan nya di brangkar..
" Robi cepat panggil dokter" pinta Devan..
...****************...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1