
sudah genap 1 bulan Eva dan devan di Bandung dan kini saat nya dia untuk kembali ke Jakarta. biar bagaimanapun pun Devan juga harus memiliki perusahaan nya..
" sayang tidak apa-apa kan kita kembali ke Jakarta" ujar Devan..
" tidak apa-apa mas lagi pula kita sudah sebulan di sini,dan mama papa juga sudah 3 Minggu lalu kembali ke Jakarta..
" nanti kalau ada waktu kita ke sini lagi yah" ujar Devan lagi..
" iya mas" jawab Eva..
kini Eva pun menggendong Revan dan turun ke bawah..
" Tante Eva pamit yah. anggap rumah ini milik tante dan tidak usah pergi ke mana mana, dan kak Alif Eva minta tolong yah jaga perusahaan, kalau ada apa-apa kabari Eva secepat nya"
" tentu saja nak, terima kasih sudah mengizinkan tante tinggal di sini. "
Eva tersenyum lalu memeluk Ningsih..
" nak kalau ada waktu datang lah ke sini yah"
" itu pasti tante, Eva tidak akan melupakan kalian, kalian adalah keluarga Eva..
__ADS_1
kini Eva dan Devan sudah berada di pesawat.tak lama pesawat pun lepas landas,
1 jam kemudian mereka pun telah sampai di kediaman Erlangga kini mereka melangkah ke arah kamar guna ingin beristirahat sebentar..
malam pun tiba kini Eva sedang di dapur bersama mertua dan para pelayan. mereka semua akan menyiapkan makan malam . masing-masing berkutat dengan peralatan nya .
hidangan makan malam pun telah selesai, Eva dan Manda melangkah ke kamar untuk memanggil suami nya makan..
**
skip selesai makan..
Eva memilih untuk ke taman belakang. dia terus memikirkan ibu Yuyun yang sudah tak ada lagi. rasa nya tak percaya tapi semua kematian sudah di atur oleh maha kuasa. Eva kembali menetes air mata nya, mengingat ibu nya di kampung yang meninggal dan sekarang ibu Yuyun lagi yang pergi .
" tapi aku tidak boleh lemah seperti ini. ada anak dan suami yang sedang membutuhkan ku"
" ya Allah panjang kan lah umurku sampai putra ku sukses dan memiliki pasangan yang baik dan sayang pada nya, ..
Devan yang melihat istri nya sedang di taman belakang langsung bergegas ke arah sana..
" sayang kenapa di sini,dan belum tidur" ucap Devan tiba-tiba..
__ADS_1
" maaf mas aku ingin menenangkan pikiran ku di sini. aku masih belum percaya kalau ibu Yuyun sudah pergi meninggalkan ku"
" sayang kau tidak usah sedih yah kan ada aku yang akan menemani mu,dan ingat ada Revan juga yang mau melihat mama nya kuat dan tidak rapuh seperti ini"
" kau betul mas. maafkan aku "
Devan memeluk tubuh istri nya dan membawa nya masuk ke dalam rumah dan menuju kamar nya.
" cuaca di luar begitu dingin kita masuk saja yah,nanti kamu sakit" ujar Devan mereka berdua melangkah masuk..
terlihat Revan yang tidur begitu damai. Eva membelai lembut wajah anak nya..
" aku tidak menyangka kalau saat ini aku sudah menjadi seorang ibu dari bayi yang begitu tampan ini" ucap Eva lalu mencium kening anak nya..
" ibu sayang padamu, jangan tinggalkan ibu yah nak. "
******
teman teman jangan lupa yah untuk like vote dan comen nya bayyyy
...***************...
__ADS_1
...----------------...