Jodoh Dari Ibu

Jodoh Dari Ibu
episode 13


__ADS_3

Azan subuh membangunkan tidur Anaya. Dia mengerjap ngerjapkan matanya, mencari kesadaraan. Anaya melihat jam dinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 05:00 dini hari. Anaya begegas bangkit dan berjalan mengambil handuknya yang tersangkut di belakang pintu kamarnya. Selepas mandi dan wudhu Anaya langsung melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.


Setelah shalat Anaya memasak sarapan untuk dia dan Mira. Mira pun keluar dari kamarnya sambil membawa handuk mandi.


" Kamu gak shalat subuh dek" tanya Anaya yang melihat Mira seperti baru bangun tidur.


" Gak kakak lagi datang bulan" jawab Mira sambil menguap.


" Siini kakak kan lagi sakit biar Mira yang masak kakak gak boleh kecapean dulu " Mira melarang Anaya untuk masak.


" Enggak dek kakak dah sembuh kok" bantah Anaya.


" Udah deh kakak gak usah keras kepala oke " ucap Mira sambil menarik lengan kakaknya untuk duduk di depan meja makan.


" Tunggu sini ya kakak aku mau mandi dulu " ujar Mira sambil pergi ke kamar mandi.


ditempat lain ....


" Akhhhh " ujar Ken sambil memegangi kepalanya.


Ken yang terbangun dari tidurnya merasakan kepalanya pusing. Dia melihat kanan kiri merasa asing dengan tempat ini.

__ADS_1


" Kok gue disini " ucap Ken sambil mengeluh sakit.


" Ohh iya pasti ulah Rio sama Farel" ujar Ken yang teringat tadi malam dia pergi club dan mabuk. Setelah itu dia tidak ingat apa apa lagi. Ken langsung melihat jam tangannya menunjukan pukul 6 pagi, dan ke6n bergegas bangkit dari tidurnya. Menuju kamar mandi yang ada dikamar tersebut.


Setelah selesai mandi Ken langsung pergi. Meraih kunci mobilnya yang tadi malam diparkir di parkiran hotel tempat Ken menginap oleh Rio dan Farel.


Setelah sampai rumah Ken langsung masuk dan melihat rumah masih sunyi dia bernafas lega. Ia langsung menuju kamarnya. Ken langsung masuk ke walk in closed untuk mengganti pakaiannya. Ken memilih memakai kemeja putih dan jas berwara hitam dan dasi yang senada dengan jas yang dia kenakan yang menambah aura ketampanannya. Ken tidak lupa pula mengambil jam tangan yang tersusun rapi ditempatnya. Dia memilih milih jam tangannya dan mengambil jam berwarna senada dengan jasnya yang memancarkan kesan elegan.


Ken turun ke bawah untuk sarapan pagi. Ken melihat papa Ben dan mama Ranti sudah duduk menikmati sarapan mereka.


" Pagi ma pa " sapa Ken sambil menarik kursinya.


" Pagi sayang " balas mama Ranti.


" Roti aja ma" jawab Ken.


" Selainya sayang "


" Coklat ma "


Mama Ranti pun mengoleskan selai coklat ke atas roti, dan meletakkan roti itu di piring Ken.

__ADS_1


Mereka memulai sarapan dengan diam tak ada percakapan. Setelah selesai sarapan Ranti ingin mempertanyakan apa jawaban Ken tapi di larang oleh papa Ben.


" Gimana Ken "


" Apa keputusan kamu" tanya papa Ben sambil terus menatap Ken dia yakin Ken pasti mau menerima perjodohan ini.


" Ken mau pa " jawab Ken.


"Serius sayang " tanya mana Ranti dengan senyum yang mengembang.


" Iya ma"


" Iyasudah Ken pamit kerja dulu ya pa ma" pamit Ken pada kedua orang tuanya. Ken pun meninggalkan ruang makan.


" Mama senang deh pa" ujar mama Rasti.


"Iya ma tapi bagaimana dengan Anaya apa dia mau " tanya papa Ben yang kurang yakin kalau Anaya mau menerima perjodohan ini.


" Papa tenang aja mama suadah atur semuanya " jawab Ranti dengan antusias.


" Iya sudah terserah mama papa ikut aja" jawab papa Ben.

__ADS_1


" Nanti siang aku harus kerumah Anaya " gumam Ranti yang masih mengembangkan senyumnya.


bersambung ...💙


__ADS_2