
" Ceklek " pintu terbuka .
" Ingat pulang juga kamu Ken " ujar Ranti yang sedang menatap tanjam kearah Ken .
" Ma udah deh Ken capek mau istirahat dulu " jawab Ken sambil berlalu dari hadapan Ranti .
" Begitu cara kamu menghormati orang tua mu Ken " ujar Ranti lagi .
" Ma Ken mau istirahat, Ken capek ma sehabis kerja " ujar Ken yang malas bedebat dengan mamanya itu.
"Capek sehabis bekerja atau menemani kekasih matre kamu itu" sanggah Ranti.
Ken berenti melangkah menuju tangga dan menghampiri mamanya.
" Ma Rasti enggak kayak mama pikirkan " bantah Ken.
" Udah ya Ken enggak usah kamu belain perempuan gila harta itu" pungkas Ranti.
" Pokoknya mama gak setuju kamu sama dia kamu sadar gak sih Ken dia itu cuman mau harta kamu aja" ucap mama menasehati Ken.
" Tapikan ma" Ken hendak membantah perkataan mamanya namun dengan cepat Ranti memotong kata kata Ken.
" Kamu pilih dia atau mama "
__ADS_1
" Kalau kamu pilih dia jangan pernah lagi kamu anggap mama lagi " tegas Ranti sambil berlalu dari hadapan anaknya itu.
" Ma " ben menyusul istrinya naik lantai keatas.
Ken terdiam dia bingung harus memilih siapa satu sisi dia sangat mencintai kekasihnya tapi dia juga sangat menyayangi mamanya. Dia terjebak diantara dua pilihan yang begitu berat. Berlahan Ken menaiki anak tangga rasanya dia ingin cepat cepat membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan menenangkan pikirannya.
Setiba dikamar Ken mengunci pintu, dan membuka semua pakainnya dia berjalan ke kamar mandi dengan tubuh polos. Berlahan dia masuk ke dalam bathup yang sudah diisi air hangat dan wewangian yang menenangkan pikirannya. Lima belas menit berlalu Ken sudah selesai dengan acara mandinya.
Tiba tiba pintu kamar diketuk
tok tok tok
" Ada apa "
" Maaf tuan nyonya dan tuan menunggu anda dibawah " ujar pelayan yang tadi mengetuk pintu kamar Ken.
"Kalau gitu saya permisi tuan " ujar pelayan tersebut sambil mengbukukkan badannya.
Ken pun turun kebawah menyusul orang tuanya yang sedang menonton tv diruang keluarga.
" Ma pa ada apa kalian memanggil Ken kesini " tanya Ken.
"Begitu ya Ken cara kamu ngomong ke orang tua kamu saat mereka ingin bicara " sanggah Ranti yang masih marah kepada Ken yang tidak mau mendengar perkataannya.
__ADS_1
" Bukan begitu ma " ucap Ken sambil duduk disamping mamanya.
" Apa salahnya mama mau ngomong sama anak mama sendiri " ujar Ranti.
" Iyasudah Ken minta maaf sama mama ya " Ken minta maaf sambil bergelayut manja dipundak mamanya . berharap sang mama akan luluh dengan tingkahnya.
" Kamu gak usah pakek modus deh " ucap Ranti yang sudah tau taktik licik sang anak pertamanya itu.
Mendengar perkataan mamanya Ken hanya bisa mendengus pasrah akan susah membujuk sang mama yang tengah marah padanya.
"Ma Ken akan melakukan apapun yang mama mau
asalkan mama berhenti marah sama Ken " bujuk Ken terhadap sang mama .
" Kamu janji akan melakukan apapun yang mama mau" tanya Ranti yang sudah menyusun cara di otaknya.
" Iya ma" ucap Ken mantap.
" Iyasuudah mama enggak marah lagi sama kamu " ujar Ranti yang sudah mantap dengan rencananya .
" Yasmin aku janji akan menjaga Anaya "
" Dengan menjadikan dia pedamping Ken maafkan aku Yasmin tapi hanya ini cara agar Ken terlepas dari perempuan ular itu, maafkan aku Yasmin aku tidak bermaksud memanfaatkan anakmu tapi hanya dia yang aku rasa pastas mendampingi Ken " gumam Ranti dalam hati.
__ADS_1
" Maafkan aku Yasmin "
bersambung ... ❤️