Jodoh Dari Ibu

Jodoh Dari Ibu
episode 22


__ADS_3

POv Jio


Pagi ini aku berencana pergi lebih awal. Entah mengapa aku merasa tak siap bila bertemu dengan Anaya.


Ya kakak iparku sendiri tepatnya baru kemaren dia resmi menjadi istri kakak Ken.


Awal aku bertemu Anaya aku sudah menaruh hati padanya. Pada saat itu aku tidak sengaja bertemu dengannya di perusahaan dia memakai hijab yang menutupi kepalanya gadis yang cantik menurut ku.


Aku berencana mencari tau segala tentangnya entah mengapa setiap hari aku selalu terbayang akan wajahnya.


Aku mulai tersadar aku jatuh cinta dengannya. Aku berharap dialah jodohku yang disiapkan oleh tuhan.


Tapi harapan tinggal harapan sudah pupus harapanku.


Pada saat aku melihat dia diacara makan malam perkenalan calon istri kak Ken. Pada saat itu aku sangat terkejut saat melihatnya .


Aku berharap bukan dialah calon istri kak Ken.


Tapi malah kebalikannya yang aku dengar dialah calonnya.


Rasanya aku tidak sanggup duduk pada saat itu .


Aku terus memandang wajahnya. Ya wajah yang membuat aku jatuh cinta pada saat pandangan pertama. Wajah yang teduh, mata yang indah, bibir mungil tapi sayang bukan milikku.


Aku bertanya pada diriku sendiri apa aku sanggup membuang perasaan ini sementara aku akan tinggal satu atap dengannya.


.....


Matahari sudah mulai tenggelam menandakan semua orang akan pulang kerumah masing masing untuk beristirahat. a6naya keluar dari kamarnya dia berniat membantu bik Inah menyiapkan makan malam.


Pada saat menuruni anak tangga Anaya berselisihan dengan Ken.


Anaya hanya menundukkan wajahnya tidak berani menatap Ken.


" sipkan air mandiku" ucap Ken tanpa melihat Anaya.


Anaya yang mendengar perkataan Ken tertegun.

__ADS_1


Ia lekas naik ke atas lagi untuk melaksanakan perintah suaminya. Bagaimanapun Ken itu adalah suaminya.


bukankah seorang istri harus menuruti perkataan suaminya.


Setelah mengisi air pada banhtup a6naya langsung keluar.


Ken langsung masuk kekamar mandi tanpa mengatakan apapun kepada Anaya.


melihat Ken sudah masuk kemar mandi Anaya berinisiatif mengambil pakainnya.


setelah selesai Anaya langsung turun kebawah.


"Ken mana sayang" tanya mama Ranti pada Anaya.


"itu- ma lagi mandi" ucap Anaya sedikit gugup.


" oo iyasudah kalau gitu kita tunggu aja" ucap mama. yang diangguki oleh Anaya dan papa Ben.


" ma Jio mana" ucap papa perihalnya ia tak melihat Jio ada dimeja makan.


" Jio lembur pa tadi dia ngabarin mama katanya dia pulang larut" ucap mama.


" mama agak cemas pa sama Jio kenapa dia ya" ucap mama Ranti mulai mencemaskan Jio.


" gaklah ma mungkin dia lagi sibuk aja " ucap papa Ben menenangkan istrinya.


" Apa mungkin ini ada kaitannya dengan Anaya tapi tidak mungkin " gumam papa Ben dalam hati.


" malam semuanya" ucap Ken sambil menarik kursi kosong.


" malam sayang" ucap mama Ranti.


" iyasudah kita mulai aja makan malamnya" ucap papa Ben. Merekapun makan dengan tenang tidak ada pembicaraan.


Setelah selesai makan malam Ken pamit naik keatas ada yang harus ia kerjakan.


Mama Ranti memberi kode kepada Anaya agar mengikuti Ken.

__ADS_1


Anaya yang mengekori Ken bingung campur takut diamuk oleh Ken.


" aduh kalau diamuk lagi gimana ini" ucap dalam hati Anaya sambil meremas ujung jilbab yang ia kenakan. Sangking cemasnya ia tidak sadar sudah sampai di pintu kamar.


" apa kau akan berdiri disitu terus" ucap Ken yang hendak menutup pintu kamarnya tapi ia terkejut melihat Anaya berdiri melamun di depan pintu.


" eh iya" ucap Anaya yang kaget dengan suara bariton didepannya.


Anaya yang sudah masuk ke dalam kamar ia akan melaksanakannya shalat Isa.


Ia lekas kekamar mandi untuk mengambil wudhu.


Setelah itu ia menggelarkan sajadahnya dan memakai mukenanya dan memulai shalatnya. Semua gerak gerik Anaya tak luput dari pandangan Ken. Ken yang melihat Anaya shalat agak terkejut tapi ia menipis terkejutannya .


" munafik" ucap Ken dalam hati.


Anaya yang telah selesai shalat ia enggan untuk membaca Alquran ia takut Ken akan memarahi nya kalau bising.


Setelah melipat mukenanya Anaya bingung harus tidur dimana pasalnya tak mungkin ia tidur satu ranjang dengan Ken. Ia cukup tau diri jangan kan tidur bersamanya melihatnya saja Ken tidak mau.


Pandangan Anaya tertuju pada sofa yang lumayan besar dan cukup untuk menampung tubuhnya.


" apa aku tidur disitu aja" tanya Anaya dalam hati.


" iya aku tidur disitu aja" ucap Anaya menjawab pertanyannya sendiri.


"rupanya kau cukup tau diri juga" ucap Ken yang melihat ana6ya berbaring di sofa.


Anaya yang mendengar perkataan Ken hanya diam tak menjawab. Ia rasa percuma meladeni omongan Ken barusan lebih baik ia tidur saja.


Tiak butuh waktu lama Anaya langsung tertidur pulas walaupun tidur disofa.


Ken yang sudah mulai mengantuk pun menyudahi pekerjaannya.


Ia bergegas mematikan laptop nya dan menaruhnya di atas nakas, dan mulai membaringkan tubuhnya di ranjangnya. Ia mulai memejamkan matanya bersiap menuju alam mimpi.


bersambung .....💛

__ADS_1


Hay guys jangan lupa tinggalkan jejak ya 😍


maaf kalau ada kesalahan kata ya maklum author baru belajar 😋🤭


__ADS_2