Jodoh Dari Ibu

Jodoh Dari Ibu
episode 35


__ADS_3

Jio dan Mira tiba dirumah Mira mereka segera masuk kedalam.


" kakak duduk aja dulu Mira berkemas dulu kak" ucap Mira kepada Jio.


" kak Jio mau dibuatin minum apa kak" tanya Mira pada Jio.


" kopi boleh" ucap Jio.


Mira hendak pergi tapi ia mendengar suara tidak asing dari perut Jio.


" krukkk" Jio berusaha memegang perutnya agar tidak bersuara dia sangat malu pada Mira.


" kak Jio laper" tanya Mira.


" hm iya" ucap Jio menahan malu sangking malunya dia tidak menatap Mira sedikitpun. Ingin rasanya ia lari sekencang kencangnya sekarang sangking malunya.


" iyasudah bentar ya kak Mira buatin makanan dulu" ucap Mira berlalu pergi ke dapur.


"iya" ucap Jio dingin.


Tiga puluh menit kemudian makanan sudah tersaji dengan rapi di meja makan. Ada sayur kangkung, ikan goreng dan tahu tempe goreng. Wanginya menggugah selera Jio yang sejak tadi sudah menahan perih diperutnya.


" kak Jio makanannya sudah matang " ucap Mira. Jio pun mengekori Mira kebelakang.


" maaf ya kak cuman ini yang ada " ucap Mira.


" ah tidak apa" ucap Jio singkat.


Mira pun meletakkan piring berisi nasi dan lauk didepan Jio. Dengan sangat telaten dia melayani Jio.


" terimakasih" ucap Jio, ia lalu melahap sesendok makanannya.


" enak juga" ucap Jio dalam hati ia memuji Mira yang diusianya yang masih sangat muda ia bisa memasak.


Merekapun makan dalam diam tidak ada yang berbicara hingga tidak terasa nasi yang piring Jio sudah berpindah keperutnya semua.


"sudah siap" tanya Jio yang sedang duduk sambil memainkan handponenya ketika melihat Mira sudah menyeret kopernya dan membawa tas keluar kamar.


"sudah kak" ucap Mira.


" baiklah kita berangkat sekarang"


" sini saya yang bawa kopernya" ucap Jio.

__ADS_1


" iya" ucap Mira.


Mereka pun berangkat ke rumah yang sudah Jio beli sebelumnya. Ia tidak mungkin membawa Mira kerumah utama. Ia ingin merahasiakan pernikahannya dari keluarganya sampai Mira tamat sekolah setelah itu ia akan mengatakan yang sebenarnya pada keluarganya itulah pikir Jio sekarang.


Di dalam mobil Mira sibuk menatap kejalanan malam.


Mira masih tidak menyangka ia akan menikah diusianya yang masih 17 tahun dan terlebih ia masih sekolah, tapi yang membuat dia lega adalah Jio tidak melarangnya untuk menggapai mimpinya. Cukup lama Mira berperang dengan pikirannya sendiri akhirnya ia tertidur. Jio yang melihat Mira tertidur hanya menyunggingkan senyum saja. Ia terus melakukan mobilnya menuju tempat yang akan ia huni dengan Mira.


" Mira bangun sudah sampai" ucap Jio sambil menepuk pipi Mira pelan.


" ha ya kak Ana" ucap Mira yang kaget.


" huff ternyata cuman mimpi" ucap Mira lega.


" kamu mimpi buruk" tanya Jio pasalnya ia mendengar Mira memanggil nama Anaya.


" iya kak "


" apa kita sudah sampai" tanya Mira mengalihkan pembicaraan.


" ya "


mereka pun segera turun dari mobil.


" selamat datang tuan" ucap satpam yang menjaga rumah jioo.


" baik tuan"


" wah ini rumah kakak" ucap Mira kagum pada rumah Jio bak seperti istana.


" rumah kita " ucap Jio.


" ha " seketika membuat pipi Mira merah merona.


" apa aku gak salah dengar tadi kata kak Jio kita kan"


tanya Mira dalam hati.


" iya sudah kita masuk sekarang udaranya dingin diluar " ucap Jio mengajak Mira masuk.


" selamat datang tuan" ucap bik Ati.


" perkenalkan bik ini istri saya Mira" ucap Jio memperkenalkan Mira apada bik Ati. Bik Ati cukup terkejut mendengar Mira adalah istri tuanya pasalnya Mira lebih cocok menjadi adiknya karena dari segi wajah dan penampilan masih sangat muda.

__ADS_1


" iya tuan selamat datang nyonya" ucap bik Ati, ia tidak mau berpikir macam macam pada tuannya.


" iya bik Mira " ucap Mira mengajak bik Ati berjabat tangan.


Bik Ati yang ragu ragu menyambut uluran tangan Mira . Ia menatap Jio, setelah Jio menganggukkan kepalanya tanda setuju barulah bik a6ti mau berjabat tangan dengan Mira.


" kalau begitu antar Mira kekamar bik" ucap Jio.


" baik tuan, yuk non biar bibik antar kekamar" ucap bibik pada Mira.


" ah iya" ucap Mira.


" nah ini bik kamar tuan " ucap bik Ati.


" ha kamar tuan apa aku akan tidur bersama kak Jio" tanya mira dalam hati.


" bibik tinggal ya non kalau ada perlu panggil bibik aja ya non" ucap bik ati


" ha iya bik"


Mira pun masuk kedalam kamar yang bedominan cat berwarna abu abu khas laki laki. Aroma terapi masuk menyeruak hidung Mira ketika masuk kedalam.


Ada beberapa lukisan yang tergantung di dinding kamar.


Mira merebahkan badannya di ranjang Kings size milik Jio tidak butuh waktu lama Mira pun tertidur.


.....


Anaya yang terbangun dari tidurnya yang tidak nyenyak.


jam menunjukkan pukul 12 malam.


Ia mengerjap ngerjapkan matanya berharap kejadian yang tadi ia alami hanyalah mimpi belaka saja. Tapi pada kenyataan kejadian itu benar benar terjadi.


Mata Anaya tertuju kepada seorang laki laki yang tidak lain adalah laki laki yang sudah bersetatus suminya. Yang tidak mengenakan sehelai benangpun tertidur disampingnya. Melihat Ken yang tidur disampingnya mengingatkannya pada kejadian tadi setitik air mata pun lolos dari pelupuk matanya. Ia sadar tubuhnya adalah hak Ken seutuhnya tapi tidak dengan cara seperti ini yang ia mau.


Anaya bergegas bangun namun hendak melangkah ia merasa sakit dibagian inti tubuhnya.


" ahkk" rintih Anaya namun ia terus berusaha berjalan dan memunguti bajunya yang sudah tidak berbentuk lagi akibat perlawanannya tadi. Ia bergegas pergi dari kamar Ken. Anaya bergegas mandi membersihkan dirinya.


dan mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat Isa.


" iya Allah beri hamba kekuatan untuk menjalani pernikahan ini hamba ikhlas ya Allah, bukakanlah pintu hati suami hamba agar ia dapat menerima saya dihidupnya ya Allah amin " ucap Anaya dalam hati

__ADS_1


ia pun bergegas tidur berharap hari esok akan lebih baik lagi.


bersambung .... 💝


__ADS_2