Jodoh Dari Ibu

Jodoh Dari Ibu
episode 27


__ADS_3

Anaya sudah selesai memasak makan malamnya. Tapi Ken tak kunjung pulang. Anaya hari ini memasak asam manis ikan nila dan sayur capcai.


" kok mas Ken belum pulang ya udah jam setengah delapan lagi" ucap Anaya melirik jam dinding.


" aku tunggu aja deh" ucap Anaya pergi keruang tamu untuk menunggu Ken sambil menonton serial tv.


Berbagai serial tv ia tonton tapi Ken tidak kunjung pulang. Hingga rasa kantuk Anaya menyerang hingga tidak terasa Anaya mulai tertidur.


"huamm" Anaya menguap tidak terasa ia pun tertidur di depan tv.


.....


ceklek


Suara pintu terbuka menampilkan Ken didepan pintu.


Ia pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah. Pada saat melewati ruang tamu mata Ken tertuju pada Anaya yang sedang tertidur di sofa dengan tv yang menontonnya tidur.


" Kenapa dia tidur disini"


" hey bangun" ucap Ken dengan agak keras ke telinga Anaya.


Anaya yang kaget langsung berdiri sangking terkejutnya ia tidak dapat menyeimbangkan tubuhnya.


Anaya yang hampir jatuh mencoba menyeimbangkan tubuhnya dengan memegang lengan Ken namun malah Ken ikut terjatuh. Anaya dan Ken saling diam ketika tatapan mereka bertemu. Beberapa detik tatapan mereka bertemu tak dipungkiri jantung Ken yang seperti lari maraton entah mengapa ia deg degan melihat wajah Anaya dengan jarak beberapa senti saja.


" ahhh " ucap Ken yang tertimpa tubuh Anaya. Ibarat kata senjata makan tuan niatan ingin mengerjai Anaya malah ia yang kena.


" ehh maaf" ucap Anaya yang bangkit dari posisinya.


Anaya yang sudah berdiri mencoba menolong Ken. namun dengan kasar Ken menepis tangannya.


" Aku tak butuh bantuanmu" ucap Ken mencoba bangkit sendiri.


"Maaf mas aku gak sengaja itupun karena mas ngagetian aku tadi" ucap Anaya dengan polosnya.


Ken yang mendengar perkataan Anaya hanya diam menahan emosinya.


Ia langsung meninggalkan Anaya yang masih setia berdiri seperti orang bodoh pikirnya.


" siapkan air mandiku" ucap Ken tanpa melihat kearah Anaya.


" baik mas" ucap Anaya langsung pergi menyusul kekamar Ken.


"sudah mas" ucap Anaya ketika ia sudah mengisi air hangat kebathup.


" hmmm" hanya itulah suara yang terdengar dari mulut suaminya. Tidak ada kata terimakasih yang terlontar dari mulutnya. Ia berlalu melewati Anaya yang diam didepannya seperti tidak ada orang didepannya.


Anaya hanya menatap punggung Ken yang menghilang dibalik pintu kamar mandi.


"Sabar Anaya" gumam Anaya sambil mengelus dadanya yang terasa ngilu mendapat perlakuan Ken padanya.


...

__ADS_1


" Ahhh " ucap Ken menikmati wangi terapi dari sabun yang Anaya tuang ke air mandinya.


" Kenapa jantungku tadi sepertinya ada yang tidak beres" gumam Ken seorang diri yang merasa aneh dengan jantungnya.


Jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya ketika melihat Anaya yang dengan jarak beberapa senti.


Ken belum pernah merasakan sensasi ini kepada siapa pun termasuk Rania sekalipun.


"Ngapai aku pikirin perempuan itu" ucap Ken yang sadar ketika ia sedang memikirkan Anaya.


Setelah selesai mandi ia memakai baju yang sudah disediakan Anaya. Ken tampak sempurna dengan baju kaos putih dan celana pendeknya.


Ia berjalan kearah meja makan yang sudah ada Anaya disana.


Ken duduk dimeja makan ia melihat Anaya duduk dihadapannya.


" ngapain kamu" ucap Ken.


" makan mas" ucap Anaya dengan polos ya jelas mau makanlah kalau duduk di meja makan masak mau jahit pikir an6aya dengan polosnya.


" makan kamu bilang" ucap Ken.


" iya mas"


" Saya gak sudi makan satu meja sama pembantu" ucap Ken dengan pedas tanpa memikirkan perasaan Anaya.


" tapikan mas aku is" ucapan Anaya terpotong.


" istri kau bilang kau itu hanya pembantu disini"


Bagai tertusuk beribu anak panah bagi Anaya mendengar kalimat yang terlontar dari mulut suaminya.


Hatinya hancur saat ini ingin rasanya ia pergi sejauh mungkin dan tidak pernah bertemu lagi dengan Ken.


Ia tidak kuasa menahan air mata yang sudah siap meluncur.


" ngapai diam disini pergi sana" ucap Ken mengusir Anaya.


Anaya pun pergi kekamarnya ia langsung menutup pintu kamarnya.


" bunda" ucap Anaya menangis.


drettt drettt....


Panggilan masuk dari handphone Anaya. Ia langsung bergegas meraih benda pipih miliknya yang ia taruh di atas nakas.


"Mama" nama yang tertera dilayar handphonenya Anaya. Dengan cepat Ananya menghapus air matanya.


" Walaikumsalam ma"


"Alhamdulillah kami baik ma"


" mas Ken baik kok sama ana" ucap Anaya bohong terhadap mertua nya tersebut. Ia tidak mau mertuanya tau sikap suaminya kepadanya.

__ADS_1


.......


" iya ma"


.....


" Walaikumsalam ma" ucap Anaya sambil memutuskan panggilannya.


" maaf ma Ana terpaksa bohong" ucap Anaya.


Setelah itu Anaya langsung melaksanakan shalat isa.


Setelah shalat Anaya langsung tidur ia merasa lelah seharian ini beraktivitas.


" sebaiknya aku tidur " ucap Anaya langsung naik keranjangnya.


Setelah selesai makan Ken langsung masuk lagi kekamarnya. Ia memutuskan untuk menghubungi pujaan hatinya.


Sudah beberapa hari ini Rania tak menghubunginya.


Ia sangat merindukan kekasihnya itu.


" Sayang " itulah yang pesan yang dikirim Ken kepada Rania.


Beberapa saat Ken menunggu balasan namun tak kunjung ada balasan dari kekasihnya itu ia memutuskan untuk meneleponnya.


" Hallo sayang"


.....


" Kamu kemana aja aku kangen"


.....


" Kapan kamu ada waktu sayang aku mau ketemu"


.....


" Iya sudah kalau begitu sayang "


....


" Gak lah "


.....


" Bye sayang "


....


" Hmmm " Ken mendesah kecewa karena kekasihnya tak ada waktu untuknya. Rania mengatakan ia sedang sibuk melakukan pemotretan di luar kota jadi bulan ini mereka tak bisa bertemu.


Entah mengapa Rania akhir akhir ini sangat sibuk. Apa karena karirnya yang sudah mulai naik sebagai model. Karena kelamaan berpikir Ken pun langsung tertidur.

__ADS_1


bersambung .... 💖


__ADS_2