Jodoh Dari Ibu

Jodoh Dari Ibu
episode 24


__ADS_3

Seperti yang tadi pagi Ken katakan siang ini mereka akan pindah ke apartemennya Ken.


" Apa sudah siap semuanya" tanya Ken pada Anaya yang masih sibuk memasukkan pakaian mereka ke dalam koper.


"Sedikit lagi" ucap Anaya yang terus memasukkan pakain ke dalam koper.


" Baiklah aku tunggu di depan" ucap Ken langsung pergi tanpa niat membantu Anaya sedikitpun.


" Hugfff sabar an" gumam Anaya pada dirinya sendiri yang kecewa dengan sikap Ken.


Hampir setengah jam Anaya membereskan barang barang mereka itupun dibantu oleh buk Inah.


" sudah mas" ucap Anaya sudah siap dengan koper dan tas yang sudah terisi penuh.


" yuk"


" apa kita tak menunggu mama dan papa dulu" ucap Anaya.


" tak usah papa dan mama tidak pulang mereka menginap diluar kota" ucap Ken yang langsung meninggalkan Anaya.


" ahh iyasudah kalau begitu"


"bik Inah pamit dulu ya" ucap Anaya pada bik Inah.


" iya non hati hati ya jangan lupa sering main kesini ya non" ucap bik Inah.


" iya pasti bik sampaikan salam ana ya untuk mama sama papa dan Jio" ucap Anaya sambil memeluk bik Inah. entah kenapa perasaan Anaya tidak rela seperti ini untuk meninggalkan rumah mewah itu.

__ADS_1


" iya non pasti bibik sampaikan" ucap bik Inah membalas pelukan hangat Anaya.


" kenapa lebay sekali mereka seperti akan berpisah jauh sekali" ucap Ken yang merasa Anaya dan bik Inah terlalu lebay.


Setelah berpamitan Anaya langsung masuk kedalam mobil Ken. Tidak ada percakapan diantara mereka sepanjang jalan. Ken yang fokus pada jalan sementara Anaya sibuk dengan lamunannya sendiri. Hingga tidak terasa mereka sudah sampai di tempat tujuan.


Ken pun langsung turun setelah supir Ken membuka pintu untuknya. Disusul Anaya keluar juga dari dalam mobil. Anaya keluar dari mobil dengan tas dan koper ia kesusahan berjalan tapi Ken tidak sama sekali memperdulikannya. Anaya cepat cepat berjalan agar bisa menyimbangi jalan Ken.


"masuk" ucap Ken melihat Anaya diam terpaku di depan pintu.


" eh " ucap Anaya sadar terkagumannya dengan apartemen milik suaminya itu.Rumah yang didesain minimalis namun terkesan mewah dengan cat berwarna abu abu tua. Rumah yang didisain dengan hanya ada ruang tamu, dua kamar tidur, ruang kerja dan dapur. Tapi sangat rapi semua barang barang yang ada didalam tertata rapi ditempatnya. Bagi orang seperti Anaya ini sudah cukup mewah tidak seperti rumah yang ditinggalinya bersama sang adik.


" apa kau akan berdiri disitu sampai tua" ucap Ken meledek Anaya yang mematung seperti orang bodoh.


" aa ti- dak" ucap Anaya gagu merasa malu dengan tingkahnya sendiri. Tidak sadar ada seulas senyum dibibirnya Ken melihat tingkah laku Anaya.


" maksudnya" ucap Anaya tak mengerti apa maksudnya Ken.


" iya jangan kau pikir tinggal di rumah ini gratis" ucap Ken menatap Anaya. Anaya yang ditatap Ken seperti itu hanya menundukkan wajahnya.


" kau harus membayar apa yang telah kau perbuat" ucap Ken lagi .


Kali ini Anaya cukup berani menatap Ken. Ia mengangkat wajahnya dan menatap wajah Ken.


" apa yang perbuat pada kamu mas" tanya Anaya menahan amarah dan buliran air mata yang siap meluncur kapan saja.


" ha ha apa katamu "ucap Ken mejeda ucapannya.

__ADS_1


" kau telah merusak semua rencanaku Anaya" lanjut Ken sambil tertawa renyah menekankan nama Anaya.


" aku akan membuat kau menyesal telah memilih keputusan menikah denganku Anaya"


"tapi" ucap Anaya tertahan. Apakah ia salah mengambil keputusan untuk menikah dengan Ken.


Setelah perdebatan tadi Ken pergi dari apartemennya. meninggalkan Anaya sendirian. Menangisi nasib pernikahannya.


" bunda pernikahan apa ini" ucap Anaya sambil tersedu sedu.


" sabar Anaya waktumu hanya setahun setelah setahun ia tidak berubah kau boleh menyerah" ucap Anaya dalam hati menyemangati dirinya sendiri. Jujur Anaya ingin mempertahankan pernikahannya karena pernikahan hanya sekali seumur hidup baginya. Tapi bagaimana ingin bertahan sedangkan suaminya saja membencinya.


Setelah puas menangis Anaya langsung bergegas menata barang barangnya dikamar yang ia pilih. Tidak mungkin ia satu kamar dengan Ken. Ia tidak mau Ken aamuk untuk kesekian kalinya.


Setelah selesai membersihkan apartemen Anaya langsung menuju dapur.


" aku masak apa ya" ucap Ananya berpikir mau masak apa untuk makan malam.


" aku lihat dikulkas ada apa aja" ucapnya lagi.


Dikulkas hanya ada telur dan beberapa minuman yang ia tidak tau minuman apa itu. Ia tidak pernah melihat minuman seperti itu.


"apa aku belanja dulu ya"


Anaya bergegas pergi ke supermarket terdekat kebetulan di samping apartemen yang sekarang ditinggali Anaya ada supermarket yang hanya berjarak beberapa bangunan saja. Jadi mudah baginya untuk berbelanja tidak perlu meminta Ken mengantarnya.


bersambung ....💗

__ADS_1


__ADS_2