Jodoh Dari Ibu

Jodoh Dari Ibu
episode 25


__ADS_3

" kenapa susah sekali " tanya Jio pada dirinya sendiri. Ia tidak mengerti mengapa ia tidak bisa melupakan Anaya dari dalam pikirannya padahal ia sudah menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.


" sepertinya aku butuh udara segar " ucap Jio bangkit dari kursi kebesarannya dan meraih kunci mobilnya


begegas keluar dari dari ruangannya.


" Mika cancel jadwal saya yang selanjutnya" ucap Ken kepada sekertarisnya.


" tapi pak" ucap wanita bertubuh langsing itu. Tapi tertahan kala mendapat tatapan menyeramkan dari atasannya tersebut. Bukan tanpa alasan mika menghalangi Jio tapi sore ini Jio ada meting mewakili papa Ben dengan insvestor dari Malaysia.


" baik pak" ucap Mika sambil menunduk hormat. Ia cukup bingung melihat sikap Jio yang tiba tiba pulang ketika jam kerja belum selesai. Tidak pernah ji6o bersikap tidak proporsional dalam bekerja. Apapun masalahnya ia pasti akan mengutamakan pekerjaan Tapi berbeda dengan kali ini, entah mengapa rasa sakit yang ia rasakan seakan semakin menganga lebar membuat ia tidak bisa bersikap profesional.


Setelah itu Jio langsung menancapkan gas mobilnya ke arah taman kota.


Ia duduk di kursi taman seorang diri menikmati pemandangan danau buatan dan bunga bunga yang indah. cCukup lama Jio duduk ditaman hingga larut malam.


" itu kan kak Jio " ucap Mira yang lagi berjalan tidak jauh dari tempat duduknya Jio.


kemudian Mira memutuskan menyapa Jio.


" kak Jio" ucap Mira dengan senyum yang manis..


" siapa " ucap Jio yang tidak mengenali Mira. Bagaimana tidak mengenali Mira terakhir mereka bertemu di pernikahan Ken dan Anaya Jio hanya sibuk melamun saja.


" ah kakak lupa sama aku ya" ucap Mira yang kaget Jio tidak mengenalinya.


" ah ya apa kita pernah bertemu sebelumnya" ucap Jio mencoba mengingat siapa gadis kecil yang menyapanya. Jujur ia sangat penasaran dengan gadis kecil berseragam sekolah SMA yang tengah menyapanya.


"apa dia adiknya Rio atau Farel" gimna Jio dalam hati menerka nerka siapa gadis kecil yang tengah berdiri menatapnya.


" apa aku boleh duduk kak" ucap Mira sbil memasang wajah lesu agar Jio iba padanya


" jujur aku agak pegel kalo terus berdiri" lanjut Mira lagi sambil tersenyum manis kearah Jio.


" eh iya duduklah" ucap jio.


" aku Mira adiknya kak Anaya" ucap Mira tanpa menatap Jio ia sibuk menatap pemandangan indah didepannya.


deg


Jio kaget mendengar nama wanita yang ingin ia lupakan. Tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Jio. Ia menatap lurus kedepan entah apa yang ia pikirkan. Entah kenapa mendengar nama Anaya membuat luka yang ia coba sembuhkan sendiri semakin menganga lebar.


" kak Jio" ucap Mira yang bingung melihat sikap Jio yang sedari tadi hanya diam.


" eh iya" ucap Jio melihat kearah Mira.

__ADS_1


" apa kakak baik baik saja" ucap Mira yang bingung dengan Jio.


" iya aku baik baik ajaa" ucap Jio


" kakak sedang apa disini" tanya Mira sambil menikmati pemandangan taman dimalam hari.


" aku lagi menenangkan pikiranku" ucap Jio.


" oo" ucap Mira mengangguk faham.


" kamu sendiri" tanya Jio yang baru sadar kalau gadis kecil disampingnya memakai seragam SMA di malam hari.


" aku baru pulang kerja kak" ucap Mira.


" kerja " beo Jio ia tidak mengerti seharusnya gadis kecil seumuran


" iya kerja lagi pula aku bosan dirumah sendirian " ucap mira mengingat kenangan ia bersama sang kakak.


" orang tua" tanya jio.


" ha orang tua bahkan aku tak mengenalnya dan tak mau mengenalnya bagiku keluarga ku hanya kak Ana " ucap mira mantap.


" Hem dia sama sepertiku" ucap jio dalam hati.


" kerja dimana" tanya jio.


" gadis hebat " puji jio.


" aku emang hebat sama kayak kak ana" ucap mira sengan senyum yang terus terukir diwajahnya.


jio yang mendengarnya hanya terdiam ia jadi teringat dengan anaya jujur ia kagum dengan sosok Anaya.


tiba tiba Mira bangkit setelah melihat jam dipergelangan tangannya.


"aku harus pergi kak" ucap mira.


" assalamualaikum" ucap mira langsung meninggalkan jio yang diam menatap dirinya.


" walaikumsalam" ucap jio.


jio pun bangkit dari kursinya ia memutuskan akan kembali kekantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang belum selesai.


23: 45


" lepas " ucap mira menepis tangan kekar dan berototyang mencoba memegang dirinya.

__ADS_1


" Ayo kita bersenang senang sayang" ucap salah satu preman.


" awas aku mau pulang" ucap mira mulai panik.


" ayo sebentar saja gadis manis" ucap preman yang lain mencoba meyolek dagu Mira.


Mira pun menepis nya dengan kasar.


" jangan coba coba sentuh saya kalau tidak " ucap mira.


" kalau tidak apa " ucap preman tadi dengan keras.


" kau akan teriak teriak saja tidak akan ada yang mendengar mu " ucap preman tadi dengan tawa yang keras.


" tolong tolong " ucap mira mencoba berlari dari preman preman yang ingin membuat hal tak senonoh dengannya.


" kau mau kemana sayang"


" lepas "


Mira mencengkal tangan preman tersebut dan berlari sekuat tenaga menjauhi para preman tersebut.


" iya Allah tolonglah hamba" ucap mira sambil terus berlari.


cukup jauh Mira berlari ia mulai kelelahan tapi para preman tadi tak menyerah menangkap makan malam lezat mereka.


" ahhhhh " suara Mira yang terjatuh karena sangking paniknya Mira tak melihat ada lubang didepannya.


" mau kemana sayang menurutlah "


" lepaskan tanganmu " ucap mira menepis tangan preman yang mencoba memegangi dan membuka hijabnya dengan paksa


"ahhh " mira menggigit tangan preman tersebut.


plakkk


suara tangan dan wajah Mira beradu. cairan merah pun keluar dari sudut bibir Mira


" kau berani beraninya" ucap preman yang digigit Mira tangan nya


"lepas "


" tolong " ucap mira yang mulai kehabisan tenaga


" kak ana tolong Mira " ucap mira dalam hati ia mulai menangis akan hidupnya akan berakhir dengan menyedihkan seperti ini.

__ADS_1


" lepaskan dia "


bersambung ..... 🤎


__ADS_2