
Jam sudah menunjukkan pukul hampir tengah malam tapi Jio masih sibuk berkutat dengan laptopnya. Jari jemarinya dengan lihai menari di atas benda pipih yang ada didepannya.
" sudah tengah malam ya" ucap Jio melirik jam tangan yang ada di lengannya. Ia tidak sadar kalau malam sudah terlalu larut.
Ia pun bangkit dari kursi kebesarannya memutuskan untuk pulang. Ia melangkahkan kakinya keluar dari bangunan atmaja corp. Suara sepatu berperang dengan lantai menggema didalam ruangan.
" Semalamat malam tuan Jio" ucap satpam yang berjaga di depan pintu keluar. Ia agak terkejut tiba tiba saja Jio sudah ada didepannya.
" Selamat malam juga " ucap Jio dingin.
" Apa tuan mau pulang " tanya satpam.
" iya "
" Kalau begitu saya siapkan mobil tuan" kata satpam yang hendak pergi ke parkiran khusus petinggi perusahan.
" terimakasih " ucap Jio sambil masuk kedalam mobil yang sudah disediakan satpam.
" sama sama tuan" ucap satpam membungkuk hormat kepada Jio.
Moobil jio pun langsung melaju meninggalkan perkarangan perusahaan Atmaja corp.
Jalan cukup sunyi hanya mobil jip yang membelah jalan karena sudah tengah malam waktu semua orang istirahat.
citttt
" mogok " ucap Jio yang mobil tiba tiba mati.
" Ah iya aku lupa menservisnya bulan ini" ucap Jio menepuk kepalanya.
Ia pun segera turun dari mobil untuk mengecek mesin mobilnya. benar saja banyak asam keluar dari depan bagian mobilnya.
"tolong"
" suara siapa itu" ucap Jio Yanga kaget mendengar suara orang minta tolong ditengah malam. Ia melirik kekanan kiri mencari sumber suara tersebut.
" apa aku salah dengar tapi" ucap Jio tampak mempertahankan pendengarannya.
" siapapun tolong saya"
ia pun bergegas mencari sumber suara minta tolong.
Entah nengapa nalurinya berkata ia harus menolongnya.
__ADS_1
" Mira" ucap Jio betapa kagetnya ia melihat wanita yang hampir dilecehkan beberapa preman tersebut. Ditambah lagi ia mengenal wanita itu.
" lepaskan dia" ucap jio melihat para preman tersebut dengan tatapan yang sangat mengerikan.
" kak jio " ucap Mira yang mengenal siapa pria yang datang. Sambil terisak bagaimana tidak baju dan hijab yang ia kenakan sudah tak berbentuk.
Seragam sekolah yang ia kenakan sudah robek bagian lengan dah bagian kancing depan sudah lepas setengah menampilkan dadanya yang putih. dan hijabnnya sudah mundur kebelakang.
" siapa kau jangan sok jadi pahlawan" ucap salah satu dari mereka
Tidak ada aba aba Jio langsung maju memberi pelajaran kepada preman tersebut. Bagi Jio mengalahkan para preman kampung ini adalah hal yang mudah karena dia dari kecil sudah diajarkan ilmu beladiri oleh papa Ben. Tidak butuh waktu lama bagi Jio para prem atadi langsung terkapar olehnya.
" kak Jio" ucap Mira sambil terus menangis tersedu sedu menangisi nasibnya. Tanpa Mira sadari ia langsung memeluk Jio. Membenamkan wajahnya di dada bidang Jio sambil terus terisak.
Jio yang awalnya kaget mencoba memahami keadaannya Mira
" sudah ada aku disini" ucap Jio yang iba melihat kondisi Mira sambil membalas pelukan Mira karena ia tau Mira sekarang butuh pelukan. Tida ada balasan dari Mira dan tak ada suara Isak tangisnya tiba-tiba ia tidak mengeluarkan suara lagi.
"Mira" ucap Jio mengguncangkan tubuh Mira. Jio melihat baju Mira yang sobek sana sini pandangan Jio terhenti pas didada Mira.
" astaghfirullah" ucap Jio langsung mengalihkan pandangannya dan Jio langsung membuka jas yang ia kenakan untuk menutupi tubuh Mira.
Rasanya Jio malu pada dirinya sendiri karena sempat berpikir
"bagaimana ini apa aku tunggu dia sadar aja"ucap jio yang kebingungan.
sambil menunggu Mira sadar jio mengecek mobilnya.
ia tak mungkin menghubungi asistenya tengah malam untuk datang menjemputnya dan ada lagi Mira dengan kodisi seperti ini.
setelah lebih dari setengah jam Mira sadar ia mengerjap ngerjapkan matanya. tatapan Mira terhenti tepat di depan wajah laki laki yang sedang tertidur telah menolongnya.
" kak jio" ucap mira
mendengar suara jio pun membuka matany ia melihat mira yang sudah sadar dari pingsannya.
" kamu sudah bangun" ucap jio sambil memijat pelipisnya.
" i-ya kak" ucap mira. bukan tanpa alasan Mira tiba tiba takut terhadap jio. ia takut jika jio sama seperti preman preman tadi.
jio yang mendapat tatapan ketakutan dari Mira langsung paham. ia paham pasti Mira trauma dengan kejadian tadi.
" tenang aku tidak akan melukaimu " ucap jio memcoba menenangkan Mira.
__ADS_1
" kakak janji" ucap mira.
" aku janji " ucap jio mengukurjnjan jari kelingkingnya.
"bener janji" ucap mira.
" janji" ucap jio tersenyum.
" kalau begitu aku antar pulang " ucap jio menyalakan mobilnya.
" he em" ucap mira.
" kearah mana " ucap jio yang tak tau arah rumah Mira.
" kesana kak" Mira menunjukkan kearah rumahnya.
cukup hening tak ada percakapan diantara Mira dan jio
" Mira boleh aku bertanya"
" boleh kak"
" kamu sedang apa tengah malam disana" ucap jio penasaran kenapa Mira ada diluar tengah malma seperti ini.
" itu anu kak" ucap mira glagepan tak tau harus bilang apa.
" iayudah kalau kamu gak mau cerita juga tida apa apa" ucap jio.
" hmm "
cukup lama Mira dan jio berdiam
" mira baru pulang kerja kak" ucap mira sambil menghembuskan nafas.
" bukannya kamu pulang kerja tadi ya pas kita bertemu di taman" ucap jio yang keget bagaimana mungkin gadis kecil ini pulang kerja bukankan taia sudah pulang bekerja dari jam setengah delapan tadi pada saat mereka bertemu di taman.
" iya itu setelah bekerja di dilestoran "
ucap mira.
" jadi kamu bekerja lagi " ucap jio yang tak habis pikir dengan gadis yang ada dihadapannya ini.
" iya kak" ucap mira yang membenarkan perkataan Jio ia memanga selain bekerja part time di lestoran seafood ia juga bekerja di tempat Loudry.
__ADS_1
bersambung ..... 💗