Jodoh Dari Ibu

Jodoh Dari Ibu
episode 19


__ADS_3

Anaya tampak cantik dengan balutan kebaya berwarna pink dusty, dengan warna hijab yang senada. Ia tampak menawan siapa saja yang melihatnya pasti terpesona dengan kecantikannya.Anaya terdiam di depan cermin menatap pantulan dirinya di cermin.


" Apa pernikahan ini akan membuatku bahagia bunda"


tanya Anaya dalam hati.


tok tok tok


Pintu kamar diketuk dari luar" apa mama bisa masuk an" tanya orang di balik pintu.


" iya tan bisa" jawab Anaya yang tengah duduk menatap wajah sendiri dipantulan cemin.


" Sayang kamu cantik banget " ucap tante Ranti yang terpukau dengan penampilan Anaya.


Ia tampak tidak berkedip melihat penampilan Anaya yang terbilang sederhana tapi tampak menawan. Dengan wajah yang dimek up sederhana dan baju yang tampak sesuai untuk ia kenakan.


"tante bisa aja " ucap anaya memandangi penampilannya.


" kamu berdoa ya sayang sebentarnya ijab qobulnya mau dimulai"


" i-iya tan " ucap Anaya yang merasa gugup dia tak menyangka akan menikah dengan laki laki yang baru beberapa kali ia temui. Ditambah kesan terakhir mereka bertemu tidak baik. Apalagi mengingat calon suaminya adalah bos tempat ia bekerja. Apa yg harus Anaya lakukan lanjut bekerja atau mengundurkan diri.


" iyaudah tante tinggal ya " ucap tante Ranti yang beranjak keluar.


" iya Allah semoga pernikahan ini membawa kebahagian untuk hamba" doa Anaya dalam hati.


Semua orang sudah berkumpul tak banyak tamu yang hadir karena Ken meminta hanya akad saja. Bukan tanpa alasan Ken melakukan hal ini. Ia tidak mau pernikahannya tersebar pasti kekasih pujaan hatinya akan mengetahuinya. Ia tidak mau bila wanita pujaannya menangis bila melihat ia menikah.


"apa bisa kita mulai saja akadnya sekarang " tanya pak penghulu kepada papa Ben.


" sudah pak " ujar papa ben yang menatap ke6n yang hanya diam termenung.


" Ken " panggil papa Ben .


" eh iya pa" ucap Ken yang sadar dari lamunannya. Ia tengah berperang dengan pikirannya sendiri.


....


sah


ucap para tamu yang hadir, sekarang Anaya sudah sah menjadi istri seorang Ken Atmaja. Anaya yang mendengar dari dalam kamar hanya bisa meneteskan air mata. Entah air mata bahagia atau air mata kesedihan dia tak tau. Apa ini awal mulai kebahagiaannya atau awal mula penderitaan hidupnya.

__ADS_1


" Terimakasih ya Allah"


" iya Allah kalau ini memang tak takdirmu hamba ikhlas"


ucap Anaya sambil terus berdoa.


ceklek pintu terbuka ternyata yang membukanya adalah tante Ranti dan Mira. Mira langsung berhambur kepelukan kakak tersayangnya. Ada perasaan tidak rela terselip dihati Mira. Tapi ia tidak boleh egois Anaya berhak bahagia.


" iya aku enggak boleh egois kak Anaya berhak bahagia " gumam Mira sambil mempererat pelukannya. Rasanya ia tidak ingin melepaskan pelukannya pada Anaya.


" selamat ya kak " ucap Mira sambil melonggarkan pelukannya.


" sayang ijab qabulnya udah selesai sekarang kita temui suami kamu ya " ajak mama Ranti yang meneteskan air mata.


" i-iya tan" ucap Anaya entah kenapa mendengar kata suami dia langsung merasa gugup ingin rsanya ia pergi sejauh mungkin dari sini.


" eh kok tante sih panggil mama dong sayang kamukan dah jadi menantu mama itu berarti kamu sekarang anak mama juga " ucap mama pada Anaya .


" ehh maaf ma " ucap Anaya kikuk.


" iyaudah yuk " ucap Mira sambil mengandeng lengan sang kakak.


Anaya pun duduk disamping Ken.


Anaya tidak berani menatap wajah Ken dia hanya menunduk.


" iyasudah pasang cincinnya dong " ucap mama yang tak sabaran.


" Anaya " ucap Jio tersenyum getir


Jio harus mengubur perasaannya yang sudah mulai tumbuh kepada Anaya.Tidak mungkin baginya mencintai istri orang lain terlebih itu istri kakaknya sendiri.


Setelah sesi penukaran cincin selesai, Anaya disuruh mencium tangan ken.


" sayang cium tangan suami kamu " tutur mama. Anaya pun langsung mencium tangan laki laki yang sudah menyandang status suaminya itu walau dengan tangan yang gemetar hebat. Bagaimana tidak inilah kali pertamanya Anaya bersentuhan langsung dengan laki laki.


" kenapa dengan tangannya " ucap Ken dalam hati yang merasakan gemetaran tangan Anaya pada saat Anaya mencium tangannya.


" kenapa tangan ini tak bisa diajak kompromi sih" ucap Anaya dalam hati.


.......

__ADS_1


Kini acara sudah selesai menyisakan papa Ben,mama Ranti, Jio dan Mira mereka tengah adik mengobrol. Tepatnya mama Ranti dan papa Ben yang sedang asik mengobrol Jio dan Mira hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka dan sesekali berperang dengan pikiran mereka sendiri.


....


ceklek


Suara pintu terbuka Anaya yang duduk didepan meja rias langsung bangkit dari duduknya dan melihat siapa yang masuk. Anaya takut yang masuk adalah Ken ternyata yang masuk adalah mama Ranti.


" hai sayang " ucap mama Ranti mulai maduk melangkah kakinya.


" ehh iya ma " ucap Anaya ia merasa lega ternyata yang masuk bukan Ken. Entah kenapa ia belum siap untuk bertemu dengan suaminya.


" mama mau ngomong sesuatu sama kamu boleh " ucap mama Ranti mulai duduk disamping Ananya.


" boleh ma " ucap Anaya gugup melihat ekspresi mama yang tidak biasa.


" mama tau pernikahan ini terlalu cepat buat kamu mama harap kamu sama Ken bisa menerima satu sama lain seiring berjalannya waktu mama yakin cinta akan tumbuh diantara kalian sayang" ucap mama Ranti sambil mengelus punggung Anaya.


" apa mungkin akan ada cinta dipernikahan ini sedangkan mas Ken" ucap Anaya dalam hati.


" mama harap kamu sama Ken tidak berpisah suatu hari nanti Ana" ucap mama Ranti yang menaruh harapan besar kepada pernikahan Ken dan Anaya.


Anaya terdiam mematung mendengarkan kata kata mama Ranti yang sepertinya menaruh harapan besar terhadap pernikahannya.


" i iya ma " ucap Anaya sambil terus menundukksn wajahnya.


" iyaudah mama tinggal dulu ya kamu istirahat aja dulu" ucap mama Ranti sambil belalu dari kamar.


"Ana enggak janji ma"


" hamba beserah diri kepadamu ya Allah " ucap Anaya.


Ken masuk kekamar dia membuka pintu dengan berlahan. Sampai-sampai Anaya tidak mendengar suara pintu dibuka karena terus melamun.


" kamu jangan terlalu senang dulu" ucap Ken secara tiba tiba.


" hah " ucap Anaya yang kaget membalikkan tubuhnya melihat Ken yang sudah berdiri di belakangnya terlebih Ken memasang wajah tidak bersahabat.


"iya kamu jangan terlalu senang dulu karena ini adalah awal penderitaan kamu " ucap Ken sambil mengarahkan jari telunjuknya kepada Anaya.


bersambung. ........🖤

__ADS_1


__ADS_2