
POV Ken
Entah mengapa pada saat aku melihat Anaya bersama seorang laki-laki membuatku sangat marah.
Aku merasa tidak suka pada saat ia tersenyum pada orang itu. Apa aku mulai jatuh cinta padanya, ah rasanya tidak mungkin. Karena aku mencintai Rania seorang, wanita yang selama dua tahun aku pacarin.
Awal aku bertemu dengan Anaya sangat tidak kuinginkan. Aku harap dulu ia tidak menyetujui perjodohan ini tapi dia malah menyetujuinya.
Semua impianku hancur karena hadirnya dia.
Impianku hidup bersama Rania sudah hancur semua.
Aku sangat membencinya karena hal itu sampai-sampai aku membuat kontrak pernikahan diantara kami.
Kontrak pernikahan yang hanya berjalan satu tahun. Setelah satu tahun pernikahan kami akan bercerai.
Aku sama sekali tidak memikirkan perasaannya saat itu, aku tidak mau tau apa yang ia lakukan diluar aku tak peduli semua tentangnya. Tapi kenapa sekarang aku sangat marah melihat ia bersama seorang laki laki. Memikirkan siapa laki laki itu membuat kepalaku sakit ingin rasanya saat itu aku menyeret Anaya pulang tapi tidak mungkin aku lakukan karena ada Rania.
Bagaimana pun aku tak ingin melukai perasaannya.
" sayang jangan ngebut ngebut dong aku takut" ucap Rania yang ketakutan.
" iya sayang " ucap Ken tanpa menoleh kearah Rania. Entah mengapa amarah menguasai dirinya sekarang.
" aku harus cepat pulang berani beraninya kamu bohongin saya Anaya, liat aja apa yang akan saya perbuat sama kamu " ucap Ken dalam hati sambil terus memacu pedal gas mobilnya ingin rasanya ia cepat cepat sampai apartemennya.
"sayang kamu turun disini ya " ucap Ken yang tiba tiba menghentikan mobilnya.
" tapikan sayang apartemen aku masih jauh" ucap Rania yang juga tengah bingung dengan sikap Ken yang berubah derastis pasca pulang dari mall tadi.
__ADS_1
" tapikan sayang" ucap Rania menahan emosi.
"sayang aku harus buru buru aku ada metting sama klien penting " ucap Ken berlasan ia tidak mungkin mengatakan ia ingin cepat cepat pulang karena Anaya.
" iyaudah deh" ucap Rania pasrah jangan lupa dengan wajah memerah menahan emosi.
" iyasudah kamu hati hati ya" ucap Ken, ia segera melajukan mobilnya meninggalkan Rania berdiri dipinggir jalan seorang diri.
" awas aja kamu Ken berani beraninya kamu nurunin seorang Rania dipinggir jalan, tapi kenapa Ken akhir akhir ini agak berubah ya aku harus cari tahu" gumam Rania penuh selidik.
" hallo sayang kamu dimana bisa jemput aku sekarang gak" ucap Rania manja pada seseorang dibalik telepon.
....
" kamu gak tau aja laki laki sialan itu nurunin Aku dijalanan tau" ucap Rania manja.
....
" terimakasih Gam" ucap Anaya. Keluar dari mobil Agam.
" sama sama an iyaudah gue balik ya mau ngantar ni bocah " ucap Agam sambil melirik kursi belakang tempat Kania tidur.
Mobil Agam pun melaju meninggalkan apartemen Ken.
Tidak disadari mereka, Ken memperhatikan mereka dari kejauhan. Ia sengaja menunggu Anaya pulang terlebih dahulu.
" aku lupa mau beli gula pasir" gumam Anaya ia lupa membeli gula pasir karena persedian didapur sudah habis. Ia segera pergi ke supermarket dekat apartemen.
Setelah Anaya pergi Ken langsung masuk kedalam apartemennya.
__ADS_1
....
" assalamu'alaikum" ucap Anaya masuk kedalam apartemen. Ia segera melepaskan sepatu kets nya menaruhnya dirak sepatu yang ada didekat pintu.
" sepatu mas Ken, apa mas Ken udah pulang ya" gumam Anaya melihat sepatu kerja Ken sudah ada dirak.
" bagus ya sudah berani kamu bohong sama saya" ucap Ken yang tiba tiba sudah berdiri dibelakang Anaya sambil menyilangkan tangannya didada.
" astaghfirullah" ucap Anaya membalikkan badannya kaget dengan suara bariton.
" maksudnya mas" ucap Anaya tak mengerti dengan perkataan suaminya.
" gak usah pura pura bego kamu, kamu kira saya gak tau kamu abis dari mana" ucap Ken yang emosi.
" tapi mas Anaya gak bohong tad" ucap Anaya terpotong.
" gak bohong kamu bilang" ucap Ken yang meninggi. Ia semakin tersulut emosi mendengar jawaban yang Anaya lontarkan.
" i-ya mas" ucap Anaya sambil memejamkan matanya takut melihat kemarahan Ken yang semakin menjadi jadi.
" siapa dia " ucap Ken seketika membanting pas bunga hingga pecah berkeping keping dilantai.
" astaghfirullah alazim mas " ucap Anaya kaget melihat Ken melempar pas bunga sampai pecah berserakan dilantai.
" Ana gak ngerti apa maksud mas " ucap Anaya tidak mengerti apa maksud perkataan Ken.
" apa mas Ken melihat aku di mall tadi" tanya Anaya dalam hati.
bersambung ..... 💗
__ADS_1