Jodoh Dari Ibu

Jodoh Dari Ibu
episode 4


__ADS_3

"Masuk"


Pintu pun terbuka menampakan seorang wanita mengunakan hijab hitam sedang memegang nampan berisi minuman.


"Maaf mengganggu waktu tuan. Saya mau mengantarkan minum untuk tuan" kata Anaya yang sedikit gugup.


"Iyasudah taruh saja dan silahkan keluar" ucap Ken tanpa menatap Anaya sedikit pun matanya masih fokus terhadap laptop yang ada di depannya.


"Baik tuan" ucap Anaya smabil menelan ludah dan langsung meletakkan minuman di meja yang dihadapan pria dingin yang ada dihadapannya.


"Terima kasih" ucap pria itu tanpa mengalihkan matanya dari benda pipih yang ada di depannya.


"Sama sama tuan kalau tidak ada yang tuan butuhkan lagi saya pamit keluar tuan".


"Ya"


Tidak menunggu waktu lama Anaya langsung keluar dari ruangan Ke. Anaya langsung menuju pantri menggunakan lift.


"Huff"


"Dorrr"


"Astaghfirullah" ucap Anaya kaget satu hari ini Anaya sudah beberapa akli dikaget oleh Kania dan Mira.


"Huwwaaa" seketika tawa Kania pecah.


"Ihh kamu Kania kebiasaan dehh"


"He he he maaf"


"Soalnya kamu pakek acara ngelamun kesambet penghuni pantri ini baru tau"


"Tapikan penghuni pantri ini kamu Kania" ucap Anaya sambil tertawa kecil.


"Ihh kamu mah asal aja bicaranya Anaya ku sayang"

__ADS_1


"Ngomong ngomong kamu dari mana sihh An kok baru keliatan" tanya Kania sembari mencuci gelas yang dia ambil dari ruangan karyawan.


"Aku abis nganter minuman ke lantai 30"


"Hahh bener kamu An"


"Iya iyalah Kania ngapai aku bohong sihh sama kamu" ucap Anaya sembari mengambil pengepel yang tadi diletakkannya di sudut ruangan. Anaya akan melanjutkan mengepel koridor kantor.


"Kok kamu gak bilang sih"


"Iya aku gak tau soalnya tiba tiba buk Rita nyuruh aku nganter minuman ke sana" ungkap Anaya.


"Ow" ucap Kania membulatkan mulutnya.


"Eh tapi gimana An ganteng gak anak pemilik perusahaan ini" tanya Kania sambil menaik turun kan alisnya.


"Tau ah kamu liat aja sendiri" jawab Anaya membawa peralatan mengepel sambil berlalu meninggalkan Kania.


"Ih kamu mah gitu An" rajuk Kania yang mengerucutkan bibirnya. Anaya yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya terseyum saja.


skipp


"Nahh itu An ada yang kosong" tunjuk Kania kearah meja yang masik tak ada penghuninya.


" Aa iya yuk kesana " ajak Anaya sambil menarik tangan Kania.Rasanya ia sudah lapar karena habis mengepel semua koridor di perusahaan ini.


Anaya dan Kania langsung mendudukkan bokong mereka ke kursi plastik bewarna kuning yang ada dikantin itu.


"Kamu pesan apa apa An".


"Aku minum aja deh Kania"


"Lah makannya apa An".


"Aku bawa bekel dari rumah, kamu tau sendirikan aku harus menghemat uang sebentar lagi Mira ujian pasti membutuhkan banyak biaya" ujar Anaya sambil menunjukan kotak bekal yang ada ditangan kanannya.

__ADS_1


"Kamu baik banget deh An beruntung deh aku jadi sahabat kamu" ucap Kania.


" Enggak usah berlebihan Kania aku juga beruntung punya sahabat kaya kamu" ucap Anaya tersenyum.Ia merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Kania yang dapat menjadi tempat curahan hati. Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang. Mereka makan sambil bercerita masa sekolah mereka dulu, sangking asiknya mereka berdua becerita sampai waktu istirahat telah habis.


"Wahh dah masuk Kania" ucap Anaya menunjukkan jam yang ada dinding kantin.


"Ehh iya sudah yuk" ajak Kania.


skipp.


Jam menunjukkan pukul 18:00, waktu semua karyawan pulang kerja. Puluhan karyawan Atmaja corp keluar untuk pulang kerumah masing masing termasuk Anaya dan Kania. Mereka berjalan beriringan sambil mengobrol menuju parkiran yang tersedia di kantor itu. Hari ini Anaya pulang bersama Kania karena Kania hari ini membawa sepeda motor kakaknya.


skipp


Anaya tiba di rumahnya dia segera membuka pintu karena dia membawa kunci duplikat.


"Assalamualaikum "ucap Anaya walaupun dia tau tidak ada orang didalam rumah itulah Anaya tak lupa mengucap salam. Ya dia tau mira tidak ada dirumah, dia juga tau kalau jam segini Mira masih kerja partime disebuah lestoran sefood. Mira memang bekerja paruh waktu pada saat pagi sampai siang dia akan sekolah dan siang sampai sore dia akan bekerja di lestoran sefood mengisi sip siang.


walaupun Anaya melarang Mira untuk bekerja namun Mira tetap kekeh ingin bekerja karena alasan tidak mau menyusahkan Anaya. Mira tak tega melihat Anaya bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mereka. Apalagi sebentar lagi Mira akan ujian akan butuh banyak biaya.


Ananya langsung menuju kamar nya dan langsung membaringkan tubuhnya di ranjangnya "hufff sangat melelahkan hari ini" gumam Anaya, dan dia segera bangkit dari ranjang dan menyambar handuk yang ada digantungan pintu kamar. Anaya langsung menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.


skipp


Mira sudah ada di depan pintu dia mengetuk pintu sambil mengucap salam.


" Assalamu'alaikum kak Mira pulang"


"Walaikumsalam" saut Anaya dari dalam rumah, sambil membuka pintu. Mira pun masuk kedalam


rumah sambil mencium punggung tangan Anaya.


"Sudah pulang dek capek ya, iyaudah mandi sana terus kita makan malam " ucap Anaya.


"Iya kak, Mira mandi dulu ya" jawab Mira sambil tersenyum dengan wajah yang nampak lelah itu.

__ADS_1


" Iyaudah, sana gih mandi" ucap Anaya.


bersambung ... 🤎


__ADS_2