
Hari ini Anaya tidak bekerja karena Mira melarangnya.
Anaya bingung mau melakukan apa karena tidak terbiasa ada dirumah jam segini.
" Apa yang harus aku lakukan aku bosen"
" Oya aku buat donat aja kali ya "Anaya bergegas kedapur mengecek apa saja yang ada di kulkas.
Setelah mengecek semua bahan sudah lengkap Anaya langsung mengeksekusinya.
Setelah siap membuat donat Anaya langsung menikmati donat buatannya diruang tamu sambil menonton acara TV. Namun pada saat menikmati makannya ada yang mengetuk pintu. Anaya bergegas membuka pintu.
" Tante Ranti " ucap Anaya yang kaget melihat Ranti yang ada dibalik pintu.
" Iya ini tante sayang "
Tapi Anaya tak bergeming atau pun mempersilahkan Ranti untuk duduk dia berpikir apa Ranti kesini mau menagih uang rumah sakit yang kemaren. Anaya takut kalau benar Ranti datang menagih biaya rumah sakit yang kemarin dia tidak mempunyai uang yang cukup.
" Apa boleh saya masuk " tanya Ranti yang bingung melihat Anaya melamun.
" Eh boleh tan " jawab Anaya sadar dari lamunannya.
" Assalamualaikum"
"Walaikumsalam "
" Duduk tante "
"Iya sayang kamu lagi ngapai tadi" tanya Ranti.
"O itu tante, tadi Ana lagi nonton TV jadi gak denger kalau ada tamu tan " jawab Anaya.
__ADS_1
"Tante mau minum apa " tanya Anaya
" Enggak usah repot-repot sayang" jawab Ranti tidak enak.
" Enggak kok tan"
" Aku buatin teh dulu tan " jawab Anaya sabil bangkit dari duduknya untuk ke dapur.
" Ini tante diminum tehnya sama ada donat cuman ini yang ada tan" Anaya mempersilahkan Ranti minum.
" Iya gapapa sayang" jawab Ranti.
" Donatnya enak kamu buat sendiri" tanya Ranti sambil memakan donat buatan Anaya.
" Iya tan" jawab Anaya malu malu.
" Kamu sudah cantik pinter masak lagi " puji Ranti.
" Ada yang mau saya omongin sama kamu Anaya" Ranti membuka topik pembicaraan.
Anaya hanya diam jujur dia takut kalau Ranti menagih uang rumah sakitnya kemaren.
" Saya adalah sahabat mama kamu dulu "
" Dan saya dan mama kamu dulu membuat kesepakatan untuk menjodohkan kamu dengan anak saya" ungkap Ranti sambil menahan tangis mengingat sahabatnya.
"Tapi tan dari mana tante tau kalau aku anak sahabat tante"ucap Anaya yang tak percaya.
" Kalung "
" Kalung ini " ujar Anaya menunjuk kalung yang ada dilehernya.
__ADS_1
" Iya kalung itu pemberian saya " ungkap Ranti yang sudah meneteskan air matanya.
"Dan saya kemari ingin mewujudkan janji kami dulu" ungkap Ranti lagi.
" Tapi saya gak bisa tan" jawab Anaya menolak.
" Kamu harus mau karena ini adalah janji ibu kamu Anaya dan "
" Maaf saya bukan bermaksud memaksa kamu tapi
tapi saya hanya menjalankan amanah ibu kamu dulu saya sudah lama mencari kamu Anaya "
" Kamu gak perlu jawab sekarang "
" Ini kartu nama saya kamu bisa hubungi nomor ini kalau kamu sudah mendapat jawaban kamu"
" Kalau begitu saya pamit Anaya " Ranti pergi dari rumah Anaya.
" Maafkan aku Yasmin "
" Maaf semua yang kulakukan ini demi anak kita "
" Tolong maafkan aku Yasmin " isak Ranti sambil berlalu meninggalkan perkarangan rumah Anaya.
" Apa yang harus Ana lakukan bunda "
" Kenapa bunda buat Ana binggung bun"
ucap Anaya sambil memeluk foto almarhum ibunya
dengan air mata yang membasahi pipinya. Anaya pun tertidur dengan kedaan menagis dan tubuh meringkuk memeluk foto orang tuanya.
__ADS_1
bersambung .... 🖤