
Kini Anaya sudah lengkap dengan hijab yang panjang menutupi mahkotanya, tidak butuh waktu lama Anaya lekas mengunci pintu rumahnya dan segera menuju terminal tempat biasa dia menunggu bus.
skipp sampai kantor
"An tunggu gue " Kania datang dan langsung berlari menghampiri Anaya .
"Kamu memang benar benar deh Kan biasa napa bikin orang kaget aja bisa budek kuping aku Kania dengar teriakan kamu itu" omel Anaya kepada Kania.
" He he he he sorry deh An" jawab Kania sambil cengengesan menampilkan deretan giginya yang putih bersih.
"Oke aku maafin tapi awas ya kalau kamu ulangi lagi Kan bisa budek aku diusia muda " omel Anaya yang sebenarnya tidak serius dengan ucapannya dan langsung di potong oleh Kania.
"Kamu ngomelnya nanti aja deh an soalnya udah mau telat kita masuk, nanti kenak omel lagi kita sama buk Rita,tau sendirikan gimana mulut dia pedesnya melebihin mulut aku tu" potong Kania sambil menarik tangan Anaya untuk masuk kedalam sebuah gedung yang menjulang tinggi.
"Kania gak boleh gitu ngomongnya"
"Iya emang kenyataan kali yang aku bilang Anaya"
Anaya dan Kania langsung masuk keruang ganti baju untuk menganti baju mereka dengan seragam kerja mereka.
"An kamu tau gak" cerocos Kania memulai topik.
"Gak tau tuh" jawab Anaya sekenanya sambil menggidikkan bahunya petanda tidak tau.
"Ih kamu mah emang gitu An"
__ADS_1
"Tapi serius deh An"
"Emngnya ada apa"
"Ituloh anak pemilik perusahaan ini mau datang lo An"
"Terus apa hubungannya sama kita Kania"
"Ya jelas ada dong Anaya berita yang lagi heboh itu katanya penerus perusahaan ini ganteng banget An terus masik jomblo lagi" lanjut Kania lagi sambil terus membayang bagaimana wajah pemilik perusahaan ini.
"Ih kamu mah, udah deh gak usah mikirin yang gak gak Kania".
"Ya mana tau dia jodoh aku An kan jodoh gak ada yang tau" sambung Kania sambil senyum senyum sendiri.
"Ehh tapi kamu tau dari mana gosip itu Kania jangan bilang kamu ikut bergosip ya dengan para karyawan disini".
"Terus kamu taunya dari mana dulu Kania"
"Ya aku gak sengaja denger dari mereka lagi ngomongin penerus perusahaan ini".
"Jadi kamu nguping Kania".
"Heh enak aja kamu ya gak lah"
" Ya itu sama aja namanya nguping Kania harum" ucap Anaya sambil menekankan nama Kania harun.
__ADS_1
"Iya deh iya deh An, tapikan aku kepo deh setampan apa sih pemilik perusahaan ini".
"Udah nanti aja keponya sekarang kita kerja dulu nanti keburu buk Rita kesini".
skip
" Ana " panggil buk Rita.
Anaya yang tengah mengepel lantai pun menghapiri bu Rita si sumber suara "iya ada apa buk" tanya Anaya dengan sopan.
"Kamu tolong buatin minum ya dan antar ke lantai tiga puluh"
"Ehh iya buk " jawab Anaya sambil mengangguk paham, dan segera merapikan pengepel yang digunakannya. Dan segera menuju patri.
"Itukan ruangan pemilik perusahaan ini apa mungkin yang di bilang kania itu bener hari ini anak pemilik perusahaan ini masuk" gumam Anaya seorang diri di patri.
Anaya langsung menuju lif karyawan untuk mengantar minuman itu, dan menekan angka tiga puluh.
tingg ...
Pintu lif terbuka menampak sesosok perempuan behijab sedang memegang nampan berisi minuman.
tok tok tok
Pintu diketuk Anaya beberapa detik kemudian terdengar suara dari dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
bersambung .... 💖