
Setibanya dirumah Ranti langsung naik kelantai atas dimana kamarnya terletak.
"Maafkan aku Yasmin aku terlambat menemukannya " gumamnya dalam sela isak tangis.
" Maafkan aku " air mata Ranti mengucur deras membanjiri wajah yang terlihat ada keriput namun masih terlihat cantik.
ceklek ..
Suara pintu kamar terbuka, ternyata Ben suami Ranti sudah pulang dari kantor, dia terkejut melihat istrinya menangis .
" Ma kenapa " tanya Ben sambil meraih tubuh istrinya yang mungil.
" Pa mama menemukannya " jawab Ranti yang masih manangis segugukan di pelukan Ben.
" Siapa yang mama temukan " tanya Ben yang penasaran.
" Anak Yasmin pa " sambil terisak.
" Tapi ma apa mama yakin itu anak Yasmin " tanya Ben yang tidakk percaya soalnya dia sudah lama mencari keberadaan anak Yasmin .
" Mama yakin pa soalnya dia menyimpan kalung yang mama berikan dulu kepada Yasmin " ujar Ranti yang masih menagis.
Ben terkejut dan sekaligus senang mendengar apa yang dikatakan Ranti. Sudah lama mereka mencari dimana keberadaan anak Yasmin akhirnya mereka menemukan nya.
masa lalu....
" Ranti berjanjilah kau akan menjaga putriku , aku tak sanggup lagi Ranti tolong jaga dia untukku karena hanya kau yang aku percaya Ranti "
" Berjanjilah padaku "
tit tit ...
" Dokter dokter tolong " Ranti berteriak histeris memita pertolongan dokter.
" Maaf kami sudah berusaha semaksimal mingkin tapi Allah berkendak lain " ucap dokter setelah menangani Yasmin.
" Enggak mungkin dok "
__ADS_1
" Yasmin Yasmin bangun ayo bangun " ucap Ranti di sela tangisnya sambil mengguncang tubuh Yasmin yang sudah tak bernyawa lagi.
" Aku janji Yasmin akan menjaga Anaya "
masa sekarang
" Mama terlambat menemukannya pa "
" Mama gak bisa tepatin janji mama kepada Yasmin"
sambil terisak dipelukan suaminya
" Sudah ma yang terpenting kita sudah menemukannyakan" ujar Ben menenangi istrinya.
" Dimana dia sekarang ma apa dia ada dirumah ini " tanya Ben penasan pada istrinya.
" Dia ada dirumah sakit pa " jawab Ranti.
" Apa dirumah sakit ma " ucap Ben tampak terkejut.
" Dia sakit apa ma " tanya Ben lagi.
" Dia demam pa " ujar Ranti.
" Besok kita kesana ya pa mama mau ngomongin sesuatu "
" Kalau bisa jangan sekarang ma , ngomongin rencana mama itu "
" iya pa " jawab Ranti memematuhi saran suaminya itu.
" Papa besok ikut ya temani mama "
" Iya pa"
" Akan kupastikan Yasmin dia enggakak terluka lagi Yasmin" ucap Ranti dalam hati.
disisi lain ...
__ADS_1
" Sayang kita sudah belanja banyak "
" Apa masih kurang " sambil menunjukkan paper back yang ada di tangannya dan ditangan Rista.Bujkan Ken tidak ingin menemani Rista belanja, tapi dia sangat lelah sehabis satu harian di bekerja dan sekarang dia juga harus mondar mandir mengelilingi mall bersama ris6ta sangatlah lelah rasanya.
" Ayo kita pulang aku sudah sangat lelah sayang " ujar Ken kepada kekasihnya .
" Tapi sayang aku belum puas berbelanjanya " rengek manja kekasihnya itu.
Ken menemani kekasihnya belanjanya bukan saja menemani Rista belanja Ken juga yang membayar semua belanjaan Rista. Ken sangat mecintai kekasihnya itu apapun yang diinginkan Rista pasti akan penuhinya.
"Besok kita belanja lagi ya sayang aku sangat lelah hari ini " bujuk Ken kepada kekasihnya itu.
" Iyaudah deh kita pulang tapi janji ya kita besok belanja lagi sayang ada tas keluaran terbaru yang belum aku beli" ucap Rista.
" Iya aku janji sayang " ujar Ken.
" Makasih sayang makin sayang deh aku sama kamu " ucap Rista sambil memeluk Ken. Ken membalas pelukan hangat nan manja dari kekasihnya itu.
Mereka pun keluar dari mall besar itu, Ken terlebih dahulu mengantarkan Rista ke apartemennya.
" Sayang yakin kamu gak mau nginap " ucap Rasti berharap Ken merubah pikirannya.
" Enggak deh sayang aku pulang aja ya " tolak Ken secara halus atas bujukan kekasihnya itu.
" Iyaudah deh sayang " ucap Rista yang setengah dongkol kepada kekasihnya itu.
" Iyaudah bye sayang "
" Bye sayang hati hati "
Mobil pun belalu dari gedung yang menjulang tinggi itu.
meninggalkan Rista seorang diri.
" Munafik kamu ken awas aja kamu " ujar Rista yang masih kesal kepada Ken.
berasmbung ... 💗
__ADS_1