Jodoh Dari Ibu

Jodoh Dari Ibu
episode 34


__ADS_3

" sini kamu " ucap Ken menarik paksa Anaya dengan kasar tanpa belas kasih sedikitpun.


" mas lepas tangan ana sakit" ucap Anaya sambil terus memberontak melepaskan tangannya dari cekalan tangan Ken.


" kamu itu harus diberi pelajaran" ucap Ken membuka pintu kamarnya sambil terus memegang tangan kanan Anaya dengan kasar.


Deg


Anaya seketika makin panik ketika Ken menyeretnya masuk ke dalam kamarnya.


" kenapa mas Ken bawa ak kesini" tanya Anaya dalam hati.


Ken langsung menarik Anaya paksa masuk kekamarnya setelah itu ia menjatuhkan tubuh Anaya ke ranjangnya dengan kasar.


" mas Ken mau apa " tanya Anaya berusaha turun dari ranjang.


Dengan sigap Ken menahan tubuh Anaya dengan tubuhnya. "mau apa kamu bilang, ya jelas melakukan hal yang seharusnya kita lakukan" bisik Ken ketelinga Anaya dengan senyum smirk. Mendengar perkataan Ken Anaya langsung pucat ia tidak pernah berpikir tentang hal ini.


"gak lepas" ucap Anaya semakin memberontak. Namun tangan Ken dengan cepat melepas dasi yang ada dilehernya dan langsung mengikat tangan Anaya dengan dasinya.


" mas tolong lepasin ana" ucap Anaya dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipi mulusnya.


Namun air mata Anaya tidak cukup untuk meluluhkan hati Ken. Entah setan apa yang merasuki Ken hingga ia berbuat seperti itu pada Anaya. Memang Anaya adalah hak Ken seutuhnya namun bukan dengan cara ini yang Anaya harapkan. Mungkin bila ia memintanya dengan baik kepadanya, Anaya akan memberikannya namun ia ini memintanya dengan kasar.


Seketika Anaya ingin teriak namun terlambat dengan cepat Ken menyatukan bibir mereka. Anaya hanya diam tak membalas apa yang dilakukan ken. Jujur ini adalah ciuman pertama bagi Anaya berbeda hal dengan Ken mungkin ia sudah sering melakukanya dengan Rania. Mengetahui tak ada pergerakan Ken langsung mengigit bibir Anaya agar Anaya membuka mulutnya. Ya benar saja Anaya langsung membuka mulutnya. Dengan cepat Ken langsung mengapsen setiap inchi mulut Anaya. Setelah puas dengan benda merah ranum milik Anaya Ken langsung membuka hijab yang dikenakan Anaya dengan paksa.


Anaya pun memberontak " mas jangan ku mohon" ucap Anaya memohon pada Ken sambil terus menangis.


Ken seakan tuli tidak mendengar Isak tangis Anaya.


ya kalian taulah kelanjutannya.


maaf ya guys lanjut aja sendiri dengan hayalan kalianπŸ˜… πŸ™πŸ™πŸ˜


jam 18:30

__ADS_1


Jio yang tiba dirumah sakit langsung memarkirkan mobilnya diparkiran yang sudah disiapkan pihak rumah sakit. Ia bergegas menunju ruangan dimana Mira dirawat semalaman.


Ceklek


Pintu terbuka menampilkan Jio dibalik pintu.


" kak Jio" ucap Mira yang langsung menolak pada saat pintu dibuka.


" assalamualaikum"


" walaikumsalam"


" apakah semuanya baik baik saja" ucap Jio yang langsung mendekati ranjang Mira. Ia duduk didepan Mira.


" i- ya " ucap mira Gaguk.


" hm baiklah"


" Aku akan bicara pada dokter dulu " ucap Jio langsung pergi meninggalkan Mira sendirian.


" apa kak Jio menanyakan keadaanku" ucap Mira dalam hati sambil terus memandang Jio yang berlahan hilang dibalik pintu.


" begini tuan istri anda saat ini sudah baik baik saja tapi ia harus rutin cuci darah setidaknya sebulan sekali agar hal seperti ini tidak terjadi" ucap dokter Arya.


" baiklah kalau begitu dok" ucap Jio langsung bangkit dari kursinya.


" terimakasih dok" ucap Jio sopan kepada dokter Arya sebelum keluar.


" sama sama tuan" ucap dokter Arya.


" sayang sekali Mira sudah menikah padahal aku mulai menyukainya" gumam dokter Arya.


" ayo sekarang kita pulang" ucap Jio.


" pulang kak " gumam Mira yang tidak mengerti dengan kata kita pulang yang diucapkan Jio.

__ADS_1


" iya"


" kerumah Mira kan kak" ucap Mira.


" tidak kita akan pulang kerumah saya " ucap Jio tanpa mengalihkan pandangannya dari Mira.


" tapi Mira punya rumah kak" ucap Mira salah tingkah ditatap oleh Jio karena tatapan yang Jio berikan padanya adalah tatapan penuh intimidasi.


" tapi kita sudah menikah " ucap Jio tiba tiba tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun ia terus menatap Mira .


"tapi kak" ucap Mira, dia tak tahu harus berkata apa lagi memang benar yang dikatakan Jio mereka sudah resmi menjadi suami istri sekarang.


" bagi saya menikah hanya sekali seumur hidup Mira , jadi saya ingin mempertahan pernikahan ini" ucap Jio.


" ha tapi Mira masik sekolah kak dan juga Mira mau kuliah" ucap Mira takut ia hanya menunduk saja tidak berani menatap wajah Jio.


"saya tidak akan membatasi kamu Mira masalah kuliah saya juga akan membiayainya"


" gak usah kak mira dapat beasiswa " ucap Mira.


dengan sumbringah karena mendengar perkataan Jio yang tidak membatasinya.


" ah iya " ucap Jio.


" ternyata aku terlalu meremehkannya" ucap Jio dalam hati yang kagum pada Mira.


" bagus kalau begitu " ucap Jio sambil mengusap kepala Mira.


" ah ya " ucap Mira yang pipinya sudah merona merah karena tindakan Jio.


Jio yang sadar dengan tindakannya langsung menarik tangannya. Mereka berdua hanya saling diam beberapa saat rasanya sangat canggung.


" iya sudah kita berangkat sekarang saja" ucap Jio memecahkan kecanggungan diantara mereka.


" iya kak tapi kita mampir kerumah Mira dulu ya kak mau ambil pakaian sama barang barang Mira" ucap Mira.

__ADS_1


" ya "


bersambung .... 🀎


__ADS_2