
Safira Dan mama Agnes masuk ke salah satu tempat spa yang cukup terkenal.
sementara itu di sebuah cafe seseorang berjas hitam dan assisten nya sedang menunggu seseorang.
^^^"sudah lama om ada di sini" ucap bima^^^
"baru sebentar,ada yang mau aku bicarakan denganmu" ucap pria itu yang tak lain adalah burges
"to the point saja,beberapa minggu lagi sidang hak asuhmu nak,aku hanya memastikan kau akan memilih ku daripada si rangga"
"kalau tau om masih membicarakan hal ini aku memilih tidak akan datang,dan aku bukan anak mu ataupun si rangga" ucap bima dengan datar
"anak ini benar benar berubah drastis"ucap burges dalam hati
pasalnya dari segi penampilan bima berubah 180°,bima yang dulu suka memakai baju yang oversize kini ia sudah lebih modis dan mencukur rambut gondrong nya.
"jika sudah tidak ada yang penting bisa saya pergi?"
"tidak,tunggulah ikut denganku sebentar,ada seseorang yang ingin bertemu"
bima hanya bisa mengernyitkan dahinya dan ikut dengan burges,karena hari itu dia sudah selesai kuliah.
Di sebuah tempat spa
"Saf,gimana sih perasaanmu sama rangga" ucap mama agnes ragu
__ADS_1
"entahlah ma,safira juga bingung"
"dan maaf,yang pasti safira belum mencintai mas rangga sepenuhnya"
"gpp nak,mama tau perbedaan usia kalian membuat hal itu jadi sulit,tapi..." ucap mama agnes mengantung
"tapi apa ma?"
"kalau kamu gak mencintai rangga,kenapa kamu tadi melakukan kewajiban mu"
safira mengingat kejadian di ruangan rangga " aah itu mas rangga yang mencuri kesempatan"
mendengar safira memangil rangga dengan sebutan mas dan bukan lagi memangilnya dengan sebutan om membuat mama agnes sedikit memiliki harapan jika kelak safira akan mencintai putranya.
sore hari,ketika rangga pulang ke rumah nya ia mendapati banyak motor terparkir di halaman rumahnya.
pasalnya saat di kantor tadi sang sahabat sekaligus assisten nya benar benar mengejeknya habis habisan saat rangga curhat tentang kegiatanya yang harus berhenti dan belum tuntas
"apa benar aku tidak bisa memuaskanya?" gumam rangga dalam hati mengingat perbedaan usia di antara mereka.
"dimana nyonya" tanya rangga pada salah satu pembantu
"nyonya ada di ruang tengah tuan,ini saya mau mengantar minuman untuk murid murid nyonya"
rangga berjalan menuju ruang tengah,ia mendapati istrinya sedang duduk sambil minum dan murid muridnya yang terlihat serius mengerjakan soal soal.
__ADS_1
Rangga POV
Melihat rangga sudah datang safira segera bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah rangga
"makanlah,aku sudah menyiapkannya di atas meja"
"apa karena hal ini kau mengizinkanku tadi?"
"ti tidak,tadi hanya kebablasan,kamu sangat..." ucap safira yang tidak meneruskan perkataannya karena merasa sangat malu jika mengingat kejadian tadi.
"tidak usah malu,setidaknya aku tadi sedikit berbuka atas puasaku selama ini,dan aku sedang menunggu waktu berbuka ku yang sebenarnya" ucap rangga pada telinga safira
pipi safira langsung memerah seketika.
rangga berjalan menuju kamarnya dan saat sampai di kamar,ia merebahkan dirinya dan mengingat memory nya dulu.
memory saat istrinya berselingkuh karena saat itu usia mereka juga terpaut jauh,cuma yang membedakan saat itu rangga yang lebih muda daripada istrinya.
Sementara itu di kediaman burges
bima di ajak oleh burges ke sebuah ruang rahasia yang gelap.
"Bima"
__ADS_1
"deg" sesaat bima seperti membeku,lidahnya keluh tak sanggup berbicara,otaknya seakan berhenti bekerja tatkala mendengar suara itu.