Jodoh Duda Anak 1

Jodoh Duda Anak 1
BAB 9


__ADS_3

Rangga melepas safira dalam dekapannya,segera ia membimbing safira untuk duduk di atas sofa.


rangga mendekatkan wajahnya hingga sangat sedikit jaraknya dengan wajah safira.


tanganya memegang dagu safira serta berkata dengan suara berat menahan sesuatu "bolehkah?"


belum sempat safira menjawab,rangga sudah mencium dan melum** dan menyesap bibir istrinya itu.


safira membelalakkan matanya ketika mendapatkan serangan seperti itu,namun dengan cepat ia juga ikut terbawa suasana dan membalasnya di karenakan permainan rangga yang sangat profesional.


untuk sesaat keduanya sudah sama sama terbang dan melupakan sedang ada dimana mereka sekarang.


saking nikmatnya merasakan surga dunia,safira tanpa sadar membiarkan tangan rangga membuang bra-nya dan mengangkat pakaian bagian atasnya.


alhasil tampaklah dua harta kembar milik safira terpampang jelas di depan wajah rangga,dengan cepat safira berusaha menutupi nya namun tanganya di cekal oleh rangga.


rangga menaruh kedua tangan safira di atas kepalanya dan tanpa menunggu persetujuan dari empunya,ia menenggelamkan wajahnya di tengah tengah benda kembar tersebut.


ia mengecup dan menghirup aroma vanilla susu milik sang istri,serta ia menghisap,merem*s dan memainkan dua benda kenyal tersebut.


"maaass ranggaaa mmmmm" racau safira tak kuat menahan berbagai serangan yang di berikan rangga dan karena hal itu membuat Safira harus melepaskan cairan bening dari bagian bawahnya


tubuh safira terkulai lemas kesamping setelah pelepasan itu,detak jantungnya berdetak kencang dan keringat bercucuran.


rangga yang menginginkan lebih berusaha melepas celana milik safira,namun dengan cepat safira mencekal nya.


"no mas,aku belum siap memberikan yang satu ini,aku rasa yang barusan sudah cukup"

__ADS_1


"tapi sayang sudah kepalang tanggung"


terlihat jelas oleh Safira wajah kecewa milik rangga dan hasrat yang sedang on point


"kapan kapan ya mas,aku masih belum siap,tapi aku janji secepatnya" ucap safira sambil memegang kedua pipi rangga


"tapi,sudah nangung banget,toh kamu juga udah keluar" ucap rangga menunjukan ekspresi ngambek dan enggan menatap wajah safira


safira segera bangkit dari posisi tidurnya "ulu ulu bayi besar ku sedang marah,sini sini peluk mama" ucap safira sambil menahan tawa melihat ekspresi rangga.


"alamak fir aku lupa aku ada janji ngantar mama ke pasar buat cari bahan buat mama buat batik"


"kan bisa di antar sopir mas" ucap safira dengan masih memeluk rangga


"sopir mama lagi cuti sakit"


tiba tiba "bagus ya bagus banget kalian"


"MAMA" ucap mereka bersamaan sambil menoleh


"mama telvone kalian berdua tapi gk ada yang angkat"


"ternyata ya" ucap mama rangga sambil berkacak pinggang


"ma maaf rangga lupa tadi" ucap rangga menunduk menahan malu


"mas gimana ini" bisik safira ketakutan melihat mertuanya seperti singa yang marah

__ADS_1


mama rangga memang berwajah galak namun aslinya dia sangat baik,gaya bicaranya yang tegas dan ceplas ceplos membuat orang yg belum mengenalnya pasti berfikir jika ia seorang yang pemarah.


mama rangga menghampiri anak dan menantunya yang tertangkap basah.


"safira sini"


safira bangkit dan berjalan menghampiri mertuanya "ada apa ma" ucapnya dengan menunduk


mama rangga memeluk menantunya sambil mengusap lembut kepala safira "terima kasih ya nak,kamu sudah mau menerima rangga"


"gak apa apa ma,lagian mas rangga juga sekarang suamiku,aku harus berusaha menerimanya"


mama rangga melepas pelukanya "habis ini ikut mama ke salon kecantikan langganan mama ya,oh iya karena rangga udah lalai tadi"


"jangan kasih dia selama 1 minggu" ucapnya sambil melirik ke arah anaknya


sedangkan safira hanya bisa menahan tawanya melihat suaminya tak berdaya di depan mamanya


**kalau kalian udah mampir dan baca novel gabut ini,tolong tinggalkan jempol kalian


kami hanya mahasiswa gabut yang sedang memcari kesibukan di sela sela tugas kuliah.


thanks


selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan


dan mohon baca bab ini saat sudah berbuka ya**:;)

__ADS_1


__ADS_2