
sesosok pria bertubuh tinggi besar muncul dari dalam kegelapan,melihat pria itu burges langsung berlari untuk mengambil senjata api miliknya.
"si siapa kau?"
"bagaimana kau bisa masuk ke sini?"ujar burges dengan suara gemetar.
sikopet itu tidak menjawab dan malah berjalan maju dengan santai sambil menyabetkan golok kopetnya ke sembarang arah yang mengakibatkan beberapa perabot milik burges hancur berantakan.
DOR
DOR
DOR
3 peluru di tembakan namun tak mampu melumpuhkan sang sikopet.
burges terus menembaki sambil berjalan mundur,hingga tidak ada jalan lagi karena tumit kaki nya menyentuh dinding di belakang nya.
"mau apa kau...siapa kau?"
"kau kau mau uang kan?"
"akan aku berikan,tolong jangan bunuh aku"
sikopet itu tidak bicara dan mengatakan apa apa,ia hanya berjalan maju sambil menyeret golok kopet miliknya.
burges sudah pasrah,peluru di senjata apinya sudah habis,ia hanya bisa duduk berjongkok di sudut ruangan sambil melihat sang sikopet berjalan kearahnya.
sikopet itu sudah berada tepat di depan burges,ia sudah mengangkat tinggi-tinggi golok kopet miliknya dan bersiap akan menghabisi nyawa mangsanya.
namun saat akan melakukan hal kejinya itu,tiba tiba sang sikopet ambruk.
"bos,anda tidak apa apa?"ujar Doni assisten burges.
"darimana saja kau,aku sudah memencet tombol darurat berulang kali"
"maaf bos,saya tadi meracik obat bius,saya tau orang ini tidak mempan senjata tajam ataupun senjata api"ujar doni memberikan penjelasan.
"ya sudah ayo kabur,siapkan mobil,dan jangan lupa telvone polisi"
pagi hari.
di kediaman rangga,terlihat rangga yang mondar mandir di kamarnya dengan ekspresi wajah yang bingung.
hal itu di karenakan pagi ini setelah sholat subuh ia mendapat email dari patrick bahwa investor untuk bisnis barunya yang ada di Dubai menarik semua investasinya.
ia tak habis fikir jika hal ini akan terjadi, sebenarnya rangga bisa mengunakan kas perusahaan dan uang pribadi miliknya,tapi hal itu terlalu beresiko,mengingat biaya operasional yang di butuhkan jika di hitung bisa menghabiskan sebagian harta miliknya.
jika memakai uang investor tentu akan lebih mudah,tinggal bagaimana rangga dan staffnya mengatur jalannya bisnis dan keuangan dari investor.
__ADS_1
"mas..kenapa kamu mondar mandir gitu?"ujar safira yang terbangun karena suara langkah kaki rangga.
"maaf,kamu kebangun ya..mas akan keluar sebentar ya"
"jangan...sini cerita dulu,ada apa siapa tau aku bisa bantu"
"udah gapapa,ini masalah berat,kamu lagi hamil jangan mikir berat berat dulu"ujar rangga sembari mengelus rambut istrinya.
"hmmm ya sudah.."ucap safira pasrah.
di siang hari di kantor rangga.
rangga terlihat duduk frustasi memikirkan masalah yang sedang ia alami,telvone dari CEO perusahaan cabang nya di dubai yang menanyakan pembayaran sewa mesin mesin yang di gunakan untuk menambang minyak.
dan di sisi lain burges yang terus menanyakan apakah ia mau menjual tanah di Dubai yang di bawahnya terdapat banyak sekali minyak bumi yang ia menangkan kemarin di dalam sebuah acara lelang.
"pak istri bapak meminta ingin bertemu"ujar sofi sekretaris.
"suruh saja dia masuk"
safira pun masuk,namun tidak sendiri.
ia datang dengan seorang pria dan rangga tau siapa pria itu,dia adalah Bryan Rogue salah satu orang terkaya seasia.
jika rangga nomor dua,maka Bryan adalah nomor 1,dia pebisnis muda yang sangat sukses di usianya yang ke 25.
"selamat datang tuan Bryan,selamat datang di kantor saya"ucap rangga ramah sambil menjabat tangan bryan.
"bagaimana kabar anda? dan mengapa tidak ada angin ataupun hujan anda datang kemari?"
"boleh saya duduk?"
"iya iya silahkan tuan...silahkan"
"sayang pergilah ke depan,minta sofia untuk memangil ob untuk membuat minuman.
"anda mau kopi atau teh?"
"kalau tidak merepotkan,saya mau kopi saja,lumayan cuaca siang ini pas sekali untuk minum kopi."
"sebenarnya saya datang kemari karena tau teman semasa SMA saya dulu menikah dengan anda"
"dan kebetulan juga tadi saya ketemu istri anda di jalan,ban mobilnya bocor saat perjalanan kemari"
"dan kebetulan juga saya ingin membicarakan sebuah bisnis dengan anda"
"aku tidak menyangka jika safira satu alumni dengan bryan Rogue"ujar rangga dalam hatinya.
"bisnis apa itu pak bryan,bapak ini memang top,masih muda tapi bisnisnya ada di mana mana"
__ADS_1
"ah itu biasa saja pak..semua ini karena malaikat penolong saya dulu"
"sedikit cerita..dulu saya anak orang gak punya... lulus sma gak tau mau kemana?"
"mau usaha gak punya modal,mau pinjam ke bank tapi tak ada jaminan"
"lalu bagaimana anda memulai bisnis anda yang tanpa modal sehingga seperti sekarang?"tanya rangga yang penasaran.
"itulah,ada sesosok malaikat yang mau meminjamkan uang 200 juta untuk bisnis mebel saya"
"bayangkan pak? 200 juta,tanpa jaminan,tanpa bunga,dan bahkan sekarang saya belum mengembalikan uang tersebut"ujar bryan sambil tersenyum mengingat masa lalu.
"jika di total,mungkin nilai keuntungannya dari modal yang dia tanamkan waktu itu saat ini sudah mencapai milyaran."
"dan hari ini,saya mau mengembalikan 200 juta beserta laba dari investasi nya waktu itu pada orangnya saat ini"
"maksud kamu bryan?"
"eh maaf maksud kamu pak bryan?"ujar safira yang memotong pembicaraan.
"iya saf,kudengar salah satu cabang usaha suamimu mengalami masalah keuangan,dan aku akan membantu suamimu dengan memberikan keuntungan dari 200juta mu waktu itu"
"tunggu dulu..jadi maksud anda orang itu adalah istri saya?"
"tepat sekali pak rangga,dialah investor pertama saya waktu itu,dan juga cinta pertama saya"
DEG..
waktu seakan berhenti,dan angin berhembus kencang saat Bryan mengucapkan kata itu.
"jujur waktu itu di hari pernikahan kalian,saya datang ke Indonesia untuk mencari safira dan menikahi nya"
"namun takdir berkata lain,dan tampaknya dia sudah bahagia dengan anda,bahkan saat ini dia sedang mengandung anak anda"
safira yang mendengar hal itu merasa tidak percaya,bryan teman sekelasnya yang dulu sering ia mintai contekan ternyata diam diam menaruh hati padanya.
"dan ini 900 triliun rupiah,jumlah keuntungan,200 juta istri anda,dan hadiah pernikahan dari saya"
"maaf saya saat itu tidak datang"ujar bryan sambil menyodorkan sebuah cek.
rangga dan safira saling pandang,ia tidak percaya bahwa Tuhan akan menyelesaikan masalah mereka secepat ini.
"baiklah karena saya harus kembali ke jepang,saya pamit dulu"ujar bryan sembari menyesap kopi.
bryan berdiri dan berjalan ke arah pintu ruangan Rangga,sebelum keluar ia menoleh kebelakang sejenak untuk melihat safira.
hanya dirinya dan tuhan saja yang tau maksud tatapan nya itu.
bersambung
__ADS_1