
like like like like dan comment guys.
hanya itu yang membuat saya semangat update
Rangga sudah berada di depan pintu rumahnya,ia pulang dengan hati yang senang karena satu masalah sudah terselesaikan.
namun saat hendak membuka pintu rumahnya,ia mendengar ada suara aneh dan ia tau betul siapa pemilik suara itu.
segera ia buka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat sang istri tengah berada di dalam kungkungan bryan tanpa mengenakan sehelai benangpun.
"apa yang kalian lakukan ha!!" bentak rangga dengan suara keras.
"mas..ini bukan seperti yang kamu lihat.."
"apa ha apa? ooh jadi ini alasan dia ngasih uang sebanyak itu"
"iya..mau apa kau? lagian saya lebih kaya daripada anda"
"ayo sayang...kita keluar...kamu pakai jas ku ini ya"ujar bryan sambil memakaikan jasnya di tubuh telanjang Safira.
"BANGS*T!!"teriak rangga sambil menangis saat melihat sang istri di bawa pergi oleh orang lain.
"hei mas..mas bangun"ujar safira menepuk nepuk pipi rangga.
"haa ada apa?"rangga tersadar.
"kamu ngigau,kayaknya mimpi buruk,mimpi apa kamu?"
"mimpi yang sangat buruk"ujar rangga sambil memeluk safira dengan nafas yang tidak beraturan.
"sudah sudah, it's okay, everything is gonna be okay"ujar safira menenangkan sang suami.
"kita ada dimana dan jam berapa sekarang?"ujar rangga yang masih dalam pelukan sang istri.
"kamu lupa?"
rangga mengedarkan pandangannya dan langsung sadar ia tertidur setelah 2 jam berhubungan dengan sang istri di kamar rahasia yang ada di kantornya.
"udah jam 3,sana mandi dulu aku mau beresin pekerjaan ku dulu"ujar Rangga sembari mengecup kening sang istri lalu keluar dari kamar rahasia.
sambil menunggu sang istri mandi,rangga mengecek dokumen dokumen dan file file yang sudah di susun rapih oleh sovia di atas meja.
sambil mengecek dokumen dokumen nya, Rangga membuka internet untuk mencari tau informasi lebih detail tentang bryan.
dan menurut sumber yang valid,bryan adalah seorang aktivis hindu,dan ia pernah membangun sebuah pura di india dan menaunginya.
__ADS_1
"tuh kan seagama dia.."gumam rangga dalam hatinya.
"*dia seagama,dan berani menyatakan kalau dia pernah cinta sama safira di depan mataku,terus secara kekayaan masih jauh dia"
"ini seperti kejadian dengan karina dulu,hmmm ya allah jangan sampai hambamu ini mengalami nasib yang sama dua kali*"gumam Rangga dalam lamunannya.
"mas...mandi dulu gih,habis itu pakai baju yang aku siapin di sofa itu"
"kita mau kemana? kok kamu nyiapin aku pakaian formal kayak gitu?"
"oh iya aku lupa..tadi sebelum kita anu,pak bryan mengirim pesan ke aku,dia ngundang kita makan malam di hotel citra"
"dia ngundang kita atau cuma kamu?"ujar rangga sambil menatap tajam sang istri.
"apa apaan sih mas,tuh lihat pesannya"
"saya mengundang kamu dan pak rangga makan di hotel citra,saya tunggu jam 6"ujar safira mengulangi isi pesan yang ada di ponselnya.
hotel citra.
rangga dan safira masuk ke restoran hotel citra yang tampak sepi dan hanya terlihat bryan yang duduk menunggu kedatangan mereka berdua.
"mas lihat deh,dia nyewa ini semua buat kita,hebat deh"
"aku juga bisa"ucap rangga ketus.
rangga diam tak menanggapi celotehan sang istri karena sudah terlanjur kesal,ia mengajak sang istri untuk segara sampai di meja dan mengakhiri makan malam ini.
rangga di buat semakin dongkol mana kala ia di abaikan sang istri karena asyik mengobrol dengan bryan membahas kenangan waktu SMA mereka.
"tau gak mas..dulu aku sama Bryan pernah keluar sembunyi sembunyi dari papa"
"hahaha iya aku masih ingat,waktu itu aku mau ngajak kamu nonton,terus berat banget buat ngibulin papa mu yang over protective itu"
"iya...papa sampek nyuruh polisi buat nyari aku"
"iya iya,dan aku di tangkap polisi gara gara papah kamu bilang kalau aku penculik nya"
"iya iya..aku nangis guling guling waktu itu biar kamu di bebasin"
"dan ingat gak? waktu ldks OSIS waktu itu?"
"iya..kamu sama yang lain ninggalin aku di tengah hutan yang gelap dan serem"
"iya sumpah saya nyesel banget pak rangga waktu itu ninggalin istri bapak di tengah hutan"
__ADS_1
"niatnya sih pingin hukum istri bapak aja,karena waktu itu istri bapak termasuk anggota osis yang kalah ada prokja suka mangkir"
"eh saya gak tau kalau dia indigo"
"indigo? aku bahkan tidak tau tentang ini"
"pantas aja waktu itu di rumah nenek,dia minta temenin ke kamar mandi"
"dan aku sering memergokinya bicara sendiri"
"dan ingat waktu pulang nonton? kita kehujanan dan neduh sambil makan bakso?"
"aaah moment itu..kamu masih ingat aja bryan,dan seingat ku,uangmu kurang lima ribu"
"hahaha iya sumpah malu banget aku waktu itu,mana kang baksonya bilang..."
"neng jangan mau pacaran sama cowo miskin,neng nya cantik cantik kok mau sama cowo yang beginian"ujar bryan menirukan kembali omongan si tukang bakso.
"apaan sih,iya iya gue tau lu suka ama bini gue,dan gue tau maksud makan malam ini"ujar Rangga dalam hatinya.
"hahaha iya padahal waktu itu kita gak pacaran,aku mana boleh pacaran waktu itu"ujar safira sambil melirik sang suami.
"bueeeh,sakit tuh pasti..mamam"
wajah bryan langsung berubah pias,saat serangannya langsung di tangkis begitu saja.
"dan kamu ingat ga?"
"sudah pak bryan, sepertinya ini sudah terlalu larut"ujar rangga memotong perkataan bryan.
"jam berapa sih ini pak rangga? dessert nya saja belum datang"
"iya pak,tapi udara malam sangat tidak baik untuk istri saya,dia kan sedang mengandung anak saya"ujar rangga sambil menekan kata anak saya di ujung perkataannya.
"ayolah pak rangga,saya baru saja bertemu teman lama saya,hanya sebentar saja"
"bryan sepertinya aku lupa,aku ada janji dengan kepala sekolah tempatku mengajar untuk tanda tangan pengunduran diri"
"apa? bukankah jadi guru adalah impianmu?"
"iya..mas rangga yang memintanya,jadi sebagai istri yang baik aku harus mengikuti apa yang jadi kehendak suamiku"
"iya pak bryan....kami pamit dulu,saya tunggu undangan pernikahan anda,saya dan istri saya pasti akan datang"ujar rangga sembari menepuk pundak bryan.
karena bryan tidak punya alasan lagi,akhirnya rangga dan safira pergi dari restoran itu.
__ADS_1
bersambung.