Jodoh Duda Anak 1

Jodoh Duda Anak 1
BAB 17


__ADS_3

"apa kamu yakin dengan keputusan mu?"


"iya yang mulia,saya memilih mama,saya sangat membenci papa,tapi..."


"tapi apa nak katakan?" tanya hakim penasaran.


"tapi mama safira yang mulia,dia mungkin hanya mama tiri,tapi dia menganggap ku anaknya sendiri"


"dia mengajarkan semua pengetahuan yang tidak pernah aku peroleh selama ini,dia melindungiku seperti putranya sendiri"


"itu semua yang tidak aku dapatkan dari mama kandung saya,andai saja saya terlahir dari rahimnya tentu saya akan sangat bersyukur"


"saya tidak tahu apa maksud mama kandung saya mencoba agar saya tinggal bersamanya,kemana dia selama ini,kemana saat saya membutuhkan sosok mama,kemana dia saat saya belajar berjalan,saat saya mulai bicara"


"dan papa? dia sama seperti mama,bukanya malah mengasuhku malah menitipkanku pada nenek sumintra(nenek yang mengasuh bima dari usia 7 tahun sampai remaja)


semua yg ada di ruangan itu terkejut saat mengetahui fakta yang selama ini tersembunyi.


pasalnya di mata publik rangga seorang ayah yang baik dan karina yang selama ini masih hidup.


"saya akan tinggal dengan mama safira,hanya sebagai putranya dan saya akan mengabaikan jika dia ada di rumah itu juga" ujar bima dengan sedikit menyindir.


"baiklah,kalau begitu sudah di putuskan bahwa..."


"tunggu yang mulia,saya keberatan,bagaimana seorang yg tidak punya hubungan darah bisa di anggap ibu" ujar karina melayangkan protes


"bahkan Yasoda juga di anggap ibu bagi sri Krishna meskipun faktanya ia adalah putra dewaki"


"dan juga Halimatus sakdiyah,ibu susu dari nabi Muhammad Saw,juga di anggap sebagai ibu meskipun hanya ibu susu"


"seorang wanita yg memberikan kasih sayang yang tulus juga bisa di anggap ibu" ucap safira mulai membuka suara


"saya mungkin tidak melahirkanya,tapi saat saya menikah dengan mas rangga sudah kewajiban saya menerimanya dan memperlakukan seperti anak sendiri"


semua orang tampak kagum dengan penuturan safira,semua kagum dengan pemikiranya yang dewasa,kebanyakan ibu tiri atau ibu sambung hanya peduli pada suaminya saja,dan akan menelantarkan anak dari suaminya.


tapi tidak dengan safira,sejak kecil ia di ajarkan untuk selalu memiliki kebaikan hati pada sesama,tidak peduli ada hubungan apa dia dengan orang itu.


akhirnya sidang itu di menangkan oleh rangga,namun seprtinya dari pihak burges masih belum menerima kekalahanya,dan masih akan berencana menghancurkan rangga.


Di kediaman rangga

__ADS_1


bima,rangga dan safira juga beserta kakek neneknya pun akhirnya sampai di rumah,semua orang terlihat bahagia,namun tidak dengan rangga,ia masih terngiang ngiang perkataan burges.


flashback on


"hari ini kau menang,tapi ingatlah dia bukan anakmu,dia anaku dan kau tau,yang di kandung karina saat itu adalah..."


"cukup jangan berkata omong kosong atau kubuat kau tidak bisa bicara lagi"


"rangga rangga,kau bodoh apa bagaimana,aku bisa membuktikannya"


rangga tidak memperdulikan ucapan burges dan berniat untuk pergi namun...


"di telapak kaki bagian kirinya ada tanda yang sama denganku" ucap burges sembari menunjukan tanda unik di telapak tanganya


"dan kau tau?"


"saat aku menyuruhmu untuk pergi ke proyek luar kota dulu,istrimu tidur denganku itu sebabnya dia bisa hamil anaku hahaha"


"dan ku lihat istri barumu sangat cantik dan sexy,bisalah kita berbagi atau aku rebut paksa seperti dulu"


bugh bugh bugh


rangga menghujani burges dengan pukulan bertubi tubi.


"jabingan kau,sini ku bungkam kau selamanya" teriak rangga saat kedua lenganya di tahan pibak keamanan.


flashback off


rangga berjalan menuju kamarnya melewati bima,ayah dan mamanya yang sedang makan di meja makan.


"nak kamu gak makan?"


"ndak ma,oh iya safira mana?"


"oh istri mu langsung ke kamar tadi, kayaknya dia capek"


"sini makan sama ayah,sejak kamu mendirikan perusahaan,kita jarang makan bersama"


"nanti saja yah,aku capek mau tidur"


"heei ini makananya banyak nanti keburu dingin" ucap pak rahmat meneriaki rangga yang pergi.

__ADS_1


"sudahlah pa,mungkin dia mau makan yang lain,papa kayak gk tau aja xixi"


benar saja saat rangga masuk ke dalam kamarnya ia sudah mendapati safira sudah tertidur di atas ranjang.


ia mendekati ranjang dan duduk di tepianya.


rangga membelai lembut rambut milik safira dan menatap sangat teduh.


"aku dapat bersegel dan baru sedangkan kamu dapat bekas,aku tidak tau jalan fikiranmu,kamu tidak pernah mengeluh"


mendengar ada yang berbicara safirapun terbangun.


"mas,sejak kapan mas di sini?"


"baru saja,tidurlah lagi aku juga mau tidur"


"jam segini mau tidur?"


"kalau mau melakukan hal lain mas siap kok" ucap rangga sambil membenamkan wajahnya di leher safira.


"mas jangan gini ah geli..."


"tapi aku sedang ingin"


"aku capek"


"prasmanan deh"


"aku lagi halangan"


"gak percaya"


dan benar saja saat rangga menarik celana pendek milik istrinya,ia mendapati istrinya sedang mengunakan barang yang biasanya di pakai kaum hawa saat datang bulan.


"kapan kamu dapet?"


"barusan"


"berapa lama biasanya?"


"sekitar 7 hari sih" ucap safira dengan suara yang makin pelan.

__ADS_1


dan benar saja ia kembali tertidur tak kuat menahan kantuknya,dan rangga terpaksa harus berpuasa sementara.


__ADS_2