
Sementara itu di sebuah mansion milik burges Alexander seorang pengusaha kaya yang sejajar dengan rangga,bukan menjadi rahasia publik jika kedua pengusaha itu selalu bersaing.
"bagaimana,apa kau punya cara agar hak asuh bima jatuh ketanganku,aku ingin sekali membuktikan bahwa burges adalah ceo terbaik di dunia"
"itu sedikit sulit tuan,kar..." belum sempat pengacara burges bicara,burges langsung menyelanya
"apa lagi yang kurang,aku sudah membuat rangga membenci bima dengan mempengaruhi bima untuk hidup bebas jadi anak jalanan"
"dan aku juga sudah mempengaruhi rangga kalau bima adalah anak hasil hubungan gelapku dengan almarhum mantan istrinya"
"bukan begitu tuan,jika saja pak rangga tidak menikah lagi mungkin chance anda menang adalah 95%,tapi saya mendengar kabar kalau pak rangga menikah lagi"
"apa masalahnya justru hal itu akan kugunakan untuk mempengaruhi bima agar semakin membenci rangga"
"dan pengadilan tau kalau bima adalah putraku,walau hal itu adalah kebohongan"
"memang tuan pengadilan belum tau mengenai hal itu,tapi apa tuan lupa isi wasiat terakhir nona karina,ia memberikan bima pada tuan rangga,dan karena surat wasiat itu pula anda kalah pada sidang pertama" ucap sang pengacara burges
"lalu?"
"lalu pengadilan waktu itu pengadilan mengharuskan tuan rangga punya seorang istri sebagai ibu sambung dari Bima,jika tuan rangga menikah lagi maka chance 95% tadi akan lebih memihak tuan rangga tuan"
"baiklah,coba kau cari tau siapa istri dari rangga sekarang,pengaruhi dia agar bercerai darinya" ucap burges sambil tersenyum licik
----------------------
Sementara itu di kediaman rangga
safira yang selesai mengejar secara online,turun ke dapur dan memasukan beberapa makanan kedalam kotak bekal
segera ia keluar dari kediaman rangga dengan mobilnya
30 menit ia mengendari mobilnya dan sampailah pada sebuah rumah kecil di sudut kota
__ADS_1
"tok tok tok" suara pintu di ketuk
terbukalah pintu itu dan muncul lah laki laki dari dalam rumah
"masuklah"
safirapun masuk ke dalam rumah tersebut
"apa kau sudah makan?ini aku bawakan makanan"
"waah apa ini kamu yang memasak?"
"ummm enak,enak sekali" ucap laki laki itu sambil menyantap makananya
"makanlah yang banyak kau kurus sekali"
"oh iya aku lupa" ucap laki laki itu sambil berjalan dan mengambil sesuatu
"ini serius? kau kau benar benar yang terbaik sayang" ucap safira sambil memeluk dan menciumi pipi laki laki itu
"aku bekerja sangat keras untuk hal itu"
"usahamu tidak sia sia,kau memang pandai"
"terimakasih,minum ini kamu pasti haus kan?"
setelah meminum minuman itu safira mendadak merasa ngantuk dan ingin terlelap
"aku kok ngantuk ya,padahal masih siang loh"
"ummm tidur di kamar sana saja,mungkin kamu lelah"
"mungkin kali ya,ya udah aku akan tidur sebentar" ucap safira sambil berjalan menuju kamar tidur
__ADS_1
----------------------
semantara itu di ruangan bertuliskan Presdir
"pat sidang hak asuh bima dimulai 3 minggu lagi,aku ingin memenangkan sidang itu dan membuat burges menahan malu"
"tenang saja rang, kesempatan kita menang 95%,di tambah kamu sudah memenuhi syarat pengadilan bukan"
"iya sih aku udah menikah lagi dengan safira,hanya untuk mendapatkan hak asuh bima saja"
"ummm ngomong ngomong,gmna manteb ga" goda patrick
"apanya?" tanya bima tidak mengerti
"ah elah lu,itu mabtab mantab,body bini lu kan entodable"
"cih gw belum apa apain dia"
"what,bro lu gak kelainan kan? setiap hari lu di suguhi yang gede gede kek gitu lu gk tergoda?"
"gw masih normal lah,cuma gw gk mau ngasih dia saham perusahaan gw"
"haaa gmna gmna?"
"gini,gw harus ngasih saham perusahaan gw ke dia kalau gw ngapa ngapain dia dalam artian menyentuh dia,karena itu perjanjian pra nikah gw"
"terus terus?"
"gw nyesel lah beg* serasa seperti singa lapar yang ngelihat mangsanya,namun gk bisa memakanya"
seketika itu patrick sang pengacara tertawa terpingkal pingkal mendengar penuturan sahabatnya itu.
cerita ini hanyalah kegabutan author mohon maaf bila ada kesamaan cerita di lapak yang lain.
__ADS_1