Jodoh Duda Anak 1

Jodoh Duda Anak 1
BAB 25


__ADS_3

"sampai kapan kamu mual mual gini"ujar rangga sembari memijat tengkuk leher istrinya.


"gak tau mas,tapi ini hal normal kalau perempuan sedang hamil muda"


"ya udah,minum obat sama vitamin nya,mas mau sholat subuh dulu"ujar rangga setelah membaringkan istrinya.


tok


tok


tok


"mama boleh masuk?"


"masuk aja mah,pintunya ndak di kunci"


"gimana kondisi kamu?"


"baik ma,cuma masih mual mual aja"ujar Safira sambil tersenyum.


"oh iya ini susu buat kamu"ujar agnes sembari memberikan segelas susu.


"mama ngapain repot repot sih,aku bisa bikin sendiri"ujar safira bangun dari tidurnya.


"kamu habis itu?"


safira yang menyadari maksud senyum dan pertanyaan sang mertua kini langsung menarik selimut sampai lehernya.


ia hanya bisa menjawab "iya" sambil menutup wajahnya dengan selimut karena malu.


bagaimana tidak,karena kecerobohannya yang lupa berpakaian setelah bermain kuda kuda an dengan sang suami semalam membuat ia menanggung malu sepagi ini di hadapan sang mertua.


"gak usah malu gitu,mama juga pernah muda"


"tapi tapi suer loh bukan aku yang minta,mas rangga yang mulai duluan"


"mama gak nanya siapa yang mulai duluan"ujar agnes sembari tersenyum melihat kelakuan menantunya.


"udah mama mau ke belakang mau nyiapin sarapan"


"safira bantuin ya?"


"itung itung kenalan sama anggota keluarga"


"ya udah,tapi bantuin motong aja,kamu gak usah capek capek oke?"


pukul 08:00


rangga dan sekeluarga nya duduk melingkar dam makan bersama di teras rumah,menikmati sejuknya dataran tinggi Dieng.


hawa hawa dingin yang sulit di dapatkan di kota besar,serta makanan makanan orang desa seperti tempe,sambal terasi,sambal kangkung yang sudah jarang di temui di kota kota.


jika pun ada,rasanya akan sangat berbeda dengan masakan rumahan seperti yang mereka santap saat ini.


"rangga, cepat makan jangan di tunda tunda"ujar nenek menegur sang cucu yang kedapatan masih berkutat dengan laptop miliknya.


"bentar nek,rangga lagi ngurusin kerjaan"ujar rangga dengan tetap menatap layar laptop nya.


safira menghentikan aktivitas makannya dan mengambil piring milik rangga,lalu mengambil nasi dan lauk dengan tangannya.


"ayo makan dulu"ujar safira sambil menyodorkan tangannya.


"huhu modus"seru semua anggota keluarga menyoraki rangga.


selepas sarapan,rangga mengajak sang istri pergi jalan kaki ke pasar tradisional yang terletak tak jauh dari rumah.


sementara itu di Jakarta.


akhirnya setelah memacu mobil se edan edannya karina sampai di apartemen milik burges.


saat berjalan menuju ke arah kamar,ia samar samar mendengar suara suara aneh dari dalam kamar.


saat di lihat dari lubang pintu,betapa terkejutnya dan hancurnya hati karina saat melihat si pacar tersayang sedang ngaduk dengan cewek seksi di atas ranjang tempat dia dan burges biasa ngaduk.


dengan amarah yang sudah di ubun ubun,karina mendobrak pintu seperti polisi di acara 86 saat melakukan penggerebekan.


"SIAPA DIA MAS!!"ujar karina dengan suara lantang.

__ADS_1


bukanya malu atau takut karena kepergok sedang serong dengan perempuan lain,burges dengan santainya berjalan ke arah karina dan berkata


"ini cuma have fun aja,dia sekertaris ku,dia sedang kerja lembur"


PLAK!! tamparan keras mendarat sempurna di pipi burges.


"kamu selingkuh,dan dengan santainya kamu bilang cuma have fun,OTAK KAMU MANA MAS!!"


dengan santainya burges mencekik leher karina dengan tangan kirinya seraya berkata


"selingkuh?"


"hei..kita tidak ada apa apa,we just a partner"


"at the first time we meet,i was told you about it"ujar burges dengan nada datar,tatapan datar khas seorang sikopet.


"tapi aku cinta..aku ada perasaan"ujar karina dengan susah payah karena lehernya sedang di cekik.


"i don't give a ****"


"gue gak peduli,lu mau ada rasa atau gak"


"lo sekarang udah tua,udah gak enak lagi,lu cuma ngabisin duit gue"


"INGAT ITU,LO,CUMA, NGABISIN,DUIT, GUE!!"bentak burges di akhir sembari mendorong karina hingga jatuh tersungkur.


"SEKARANG LO PERGI DARI SINI,ATAU GUE BAKAL HABISIN LO"ancam burges.


"SECURITY!! BAWA ****** INI KELUAR!!"


"TUNGGU...HEEEII!!"


"AKU TIDAK AKAN TINGGAL DIAM BURGES,AKU AKAN MEMBOCORKAN RAHASIA MU!!"


WONOSOBO


sang surya sudah bersiap siap akan meninggalkan peraduannya, pertanda jika hari sudah petang dan sebentar lagi akan malam.


"sayang.."


"hmmm.."


"kita duduk sore sore kayak gini berdua"


"aku baca koran sambil make sarung kayak gini"


"dan kamu dasteran sambil membatik kayak gitu"


"iya,tapi fikiran kamu terlalu jauh,masih panjang perjalanan kita buat sampai ke waktu itu"


"bima belum mandiri dan mempunyai pekerjaan"


"serta anak ini aja belum keluar,terus tumbuh besar,masuk sekolah,kerja,nikah"


"duh panjang banget pokoknya"ujar safira sambil membelai perutnya.


"Rangga,bawa istrimu masuk,mau Maghrib"


"gak baik orang hamil jam segini di luar"ujar nenek rangga.


singkat cerita,setelah sholat maghrib rangga sekeluarga pamit karena akan kembali ke Jakarta.


dan perjalanan pulang pun di mulai.


singkat cerita hari sudah menunjukkan pukul 11 malam,disisi lain kota metropolitan Jakarta terlihat seorang perempuan yang duduk di sebuah halte dengan tatapan kosong.


yap dia adalah karina,ia begitu tidak menyangka dari kehidupannya yang glamor kini menjadi gelandangan tak punya arah dan tujuan.


hanya tersisa 1 juta rupiah di dalam tas kecil miliknya,dan ia tidak menyangka jika burges akan membuangnya seperti ini.


dalam rintikan hujan,semua kenangannya dulu terlintas kembali,kenangan dimana dia menikah dengan rangga,menjalani kehidupan sehari hari dengan rangga,hingga bertemu dengan burges yang menjadi awal dari semua yang ia alami saat ini.


"aku tidak bisa membiarkan dia seenaknya padaku,aku harus melaporkan semua kebusukannya"ujar karina dengan nada penuh dendam.


karina berjalan menuju polsek setempat yang tak jauh dari halte tempat ia duduk,ia mengambil jalan pintas lewat gang gang agar lebih cepat karena.


namun saat di sebuah gang yang gelap,ia melihat sesosok pria tinggi besar berjaket hitam dan mengenakan topeng kepala babi berdiri tepat di tengah kegelapan.

__ADS_1


di rasa tidak beres,karina pun balik arah dan mencoba lari dia sosok pria tersebut.


dan terjadilah aksi kejar kejaran antara karina dan si pria.


dewi fortuna sepertinya tidak memihak karina saat ini,ia terpeleset karena jalanan yang habis di guyur hujan.


pria itu berjalan dengan pelan sambil membawa kampak besar di tangannya.


"jangan bergerak atau saya tembak kamu"teriak karina ketakutan


namun pria tadi malah tetap tak bergeming dan melangkah maju.


DOR!!


DOR!!


DOR!!


3 peluru bersarang mulus di dada pria besar itu dan mengakibatkan si pria tumbang.


karena takut jadi tersangka,karina pun langsung lari se edan edannya.


saat tengah berlari,ia bertemu seorang polisi yang tengah patroli,ia menceritakan jika dirinya di kejar pria misterius membawa kampak besar dan sepertinya pria itu adalah psychopath atau kita permudah saja jadi sikopet.


Si polisi hanya tertawa mendengar hal itu,masa iya sih hari ini ada sikopet? begitu ujarnya.


dan si polisi dengan pedenya meminta karina menunjukan dimana si sikopet berada,mau di ajak gelud katanya.


singkat cerita karena si polisi memaksa,karina pun membawa si polisi ke TKP kejadian.


namun saat sampai di sana si sikopet sudah menghilang.


"lihat? tidak ada apa apa kan?"ujar si polisi.


"tapi pak serius tadi dia ada di sini...dia tinggi besar dan memakai topeng babi"


"iya iya dimana? sini saya hajar sampek jadi bubur"ujar si polisi jumawa.


namun tiba tiba...


SLASH....


sebuah kampak besar menancap di kepala si polisi jagoan,dan mau gak mau si polisi harus modar di tangan kampak kopet.


AAAAAAAAAA!!! teriak karina saat menoleh kebelakang dan melihat sikopet tak jauh darinya.


dan Karina pun lari ngacir se edan edannya.


dan aksi kejar kejaran pun tak terelakkan.


namun nasib sial menghampiri karina lagi,ia yang seharusnya belok ke kiri malah ke kanan dan terjebak gang buntu.


saat ia akan keluar dari gang buntu,tiba tiba si sikopet sudah di ujung sambil membawa kampak kopetnya.


panik?


iyalah


masa engga.


karina perlahan berjalan mundur dengan ketakutan saat si sikopet maju sambil menyeret kampak kopet miliknya.


"hei siapapun kamu,tolong...berapapun dia membayar mu aku akan membayar lebih" ujar karina.


namun si kopet tetap tak bergeming dan tetap berjalan maju.


"atau...atau kau mau ini"ujar karina sembari membuka seluruh pakaiannya dan bergoyang erotis mencoba menggoda si kopet.


namun....


SLAASH!!


kampak kopet melayang dan menancap tepat sasaran di tengah tengah gunung kembar milik karina,dan karina pun modar.


bersambung


gimana bun? seru bukan

__ADS_1


tolong tinggalkan like dan komen kalian di bawah ya


happy reading:)


__ADS_2