Jodoh Duda Anak 1

Jodoh Duda Anak 1
BAB 13


__ADS_3

Di sore hari yang sejuk safira yang selesai merekap nilai dan menyiapkan materi untuk mengajar besok segera merapikan mejanya untuk bergegas pulang.


setelah berpamitan dengan semua guru yang ada di ruangan itu safira berjalan menuju tempat parkir khusus guru.


ia melajukan motornya dengan kecepatan sedang,sampai di perempatan komplek perumahan nya ia mampir untuk membeli somay langganan nya.


"Pak,2 porsi ya satu pedes satunya di pisah sambalnya"


"baik bu"


Safira menyalakan ponselnya.


ia melihat ada pesan masuk dari rangga.


Suami tercinta:sayang nanti mungkin aku akan pulang malam,soalnya ada proyek yang bermasalah.


"cih sejak kapan aku menamai nomornya dengan nama ini" gerutu safira dalam hatinya


"Baru pulang bu guru?" tanya sang penjual somay


"iya pak"


tiba tiba ada yang menepuk bahu Safira dari belakang


ia pun menoleh


"pak brian?"


Brian adalah guru baru pindahan dari kota J yang mengajar seni budaya untuk kelas 10 dan 11,ia baru masuk untuk mengajar hari ini.


"bu safira tinggal di komplek ini?"


"iya,bapak sendiri?"


"gak usah panggil nama jika di luar sekolah,panggil saja Brian"


"ah bapak bisa saja, ngomong ngomong bapak tinggal di mana"


"oh saya tinggal di perkampungan di belakang komplek perumahan ini,ibu sendiri?"


"saya tinggal di komplek perumahan ini,tepatnya di gang melati nomer 19 block B"


"anda tinggal bersama orang tua?"


"tidak saya tinggal bersama s"

__ADS_1


belum sempat safira menjawab,ponselnya berdering


bi jum


"iya ada apa bi"


"itu nyonya,ada paket bunga buat nyonya"


"dari siapa bi?"


"gak tau nyonya tidak ada keterangan pengirimnya"


"ya udah bi buat bibi aja,oh iya bi sekalian tolong beresin kamar bapak ya,ganti spreinya"


"siap nya"


"dari siapa bu?"


"oh,dari assisten rumah tangga,maaf ya pak brian saya tinggal dulu"


"oh iya bu,boleh minta nomer telponnya"


"08*********"


setelah memberikan nomer pada brian,safira langsung bergegas pulang,safira memang seperti itu dia tidak mudah menaruh curiga, ia selalu mudah untuk berteman,lagian itu hanya nomor ponsel bukan?


ting nong (anggap aja bel rumah)


bi jum berjalan menuju pintu depan


"iya sebentar"


ceklek


"oh nyonya,kirain siapa"


"emangnya kenapa bi?"


"gk apa apa nya,oh iya ummm apa boleh anak bibi bekerja di sini"


"duduk dulu bi"


"emangnya anak bibi kenapa,bukanya udah kerja di pabrik ya"


"iya nya,kemarin baru aja keluar soalnya gk betah"

__ADS_1


"ooh,umm coba tanya bapak, sopirnya baru aja resign kemarin"


"baik nya kalau begitu"


"oh iya bi itu ada somay 1 bungkus buat bibi,sama tolong kolamnya isi air hangat saya mau berendam"


"siap nya"


10 menit kemudian air sudah siap,safira berjalan menuju ke kolam renang dalam ruangan.


"aduh nya,bisa bisa saya mandi lagi kalau terus terus lihat nyonya" ucap mang udin sang tukang kebun dalam hatinya.


sementara safira sedang berendam,di tempat lain di sebuah mobil.


"pak,mata mata kita yang saya kirim ke rumah burges memberi berita,bahwa dia sempat melihat sekilas alm nyonya karina"


"apa maksudmu,jadi wanita jal**g itu masih hidup?"


"sepertinya begitu pak"


"impossible,aku sendiri yang menguburkanya waktu itu"


"saya juga belum yakin pak,tapi saya akan mencari informasi lebih jauh"


"lakukan dengan hati hati,oh iya karena masalah proyek ini sudah selesai,segera antar saya pulang"


"bukanya anda mau membeli oleh oleh untuk nyonya?"


"aku punya oleh oleh yang lebih bagus" ucap rangga sambil tersenyum tipis


balik ke rumah rangga


Mang udin pov


"nah kalau dari sini kan gak ketahuan"


iya,kamar mang udin temboknya ada yang jadi satu dengan ruangan kolam renang,ia sangat licik,dia melubangi sedikit dinding untuk mengintip.


kebiasaan itu ia lakukan bahkan sejak nyonya di rumahnya masih nyonya karina.



(mang udin pov)


ya bisa di tebak kelanjutanya ia bersolo ria mengunakan majikanya sebagai fantasinya.

__ADS_1


hayoo perlu di pecat nih tukang kebun kayak gini,hati hati ya gengs


__ADS_2