
Rangga masuk ke dalam kamarnya,melepas jas nya dan mengambil sebotol wine dengan kadar alkohol 15%.
masih terbayang dengan jelas perkataan burges saat di cafe tadi.
flashback on
burges dan rangga bertemu di sebuah cafe di dekat taman kota.
"selamat datang,rookie yang tidak tau diri" ucap burges sambil bertepuk tangan.
"katakan,apa yang mau kau katakan aku tidak punya banyak waktu"
"hahaha,sebentar sebentar,duduklah"
"kau tidak akan menang melawanku,dan aku selalu bisa menang dan merebut semuanya darimu" ucap burges to the point
"jika tidak terlalu penting,kita sudahi saja obrolan ini" ucap rangga sambil berdiri dan hendak pergi.
"aku selalu berhasil rangga,ingat mantan istrimu yang bisa aku ambil dengan harta,ingatlah Karina yang bisa kugagahi dengan mudah hanya karena uang"
untuk sesaat memori lama yang ia pendam dalam dalam rangga muncul kembali.
ya rangga dulu memang tidak sekaya sekarang,dia dulu seorang pebisnis kecil dan karena ilmu bisnis dari burges ia jadi seperti saat ini.
oleh karena itu mantan istri rangga yaitu karina dengan sangat muda berpaling,karena pada saat itu mereka benar benar sangat butuh uang.
"aku akan mengambil semuanya darimu, termasuk istri barumu,jika dulu karina yang lebih tua darimu bisa kuambil dengan mudah"
"maka yang satu ini akan lebih mudah lagi hahaha"
__ADS_1
tak mau mendengar ocehan burges lagi,rangga memutuskan untuk pergi dari tempat itu,dan senyum mengembang dari burges menandakan bahwa ia berhasil menyulut emosi rangga.
flashback off
"bi,nanti pintunya jangan lupa di kunci ya saya langsung ke atas soalnya"
"baik nyonya, terima kasih sudah membantu bibi nyuci piring"
safira membuka pintu kamarnya dan mendapati suaminya tidur terlentang dengan posisi jas yang masih menempel dan aroma wine yang sangat kuat di dalam kamar.
"jadi dia habis minum"
safira mencoba menggerakkan kaki rangga "hei bangunlah ganti bajumu"
rangga memicingkan matanya dan berusaha menerima cahaya yang masuk ke matanya
rangga langsung bangkit dan memeluk safira dan mulai menangis di pelukannya.
"eh ada apa ini"ucap safira dalam hati
"jangan pergi,kumohon berpapun yang akan dia berikan padamu katakan saja aku akan memberikan lebih dari itu"
"aku tidak mengerti maksudmu"
rangga membuka dompetnya dan mengeluarkan kartu atm dan black card miliknya "ini ambil lah ,dan juga ambil semua gaji dan keuntungan perusahaan ku,tapi ingat jangan pergi dariku pakailah sesukamu"ucap rangga sambil sesekali mengelap air mata nya
safira menangkap ada sesuatu yang tidak beres,rangga memiliki trauma mendalam di masa lalu.
"tidurlah,aku tidak akan meninggalkan mu,dan katakan apa yang terjadi"
__ADS_1
"tidak,aku hanya mau kau tidak meninggalkan ku,usiaku sudah tidak muda lagi,aku mau di masa tuaku ada yang mengurusku" ucap rangga yang masih di pelukan safira
"iya katakan ada apa sebenarnya,kenapa kau cengeng seperti ini,ternyata kau sok seram ya saat di depan umum"
"cih aku memang harus terlihat tegas di depan bawahan ku bukan"
"suka sukamu lah"
"tapi dengar ini dan simpan ini untuk selama lamanya" ucap safira sambil menatap dua bola mata milik rangga
"aku istrimu,sejauh apapun langkahku pada akhirnya akan kembali padamu"
aku tidak akan meminta cerai dari mu meskipun kau bukan lagi seorang presdir
aku tidak akan meningalkan mu meski kita kekurangan harta
meskipun kau hanya sanggup memberiku makan nasi dan garap aku tetap di sampingmu
tapi aku akan pergi saat aku bukan lagi satu satunya istrimu.
karena jujur aku sudah mulai menyukaimu.
mendengar itu rangga segera bangkit dan memposisikan dirinya di atas tubuh safira dan menatap matanya dari atas untuk mencari kebohongan dari perkataan nya
"berarti kau sudah siap?"
"aku..."
belum sempat safira melanjutkan perkataanya ia harus di buat mendesah karena dua benda kenyal miliknya sudah di hisap rakus oleh rangga layaknya bayi yang sedang kelaparan.
__ADS_1