
"bi jum barang di dapur yang habis apa aja?"
"minyak,telor,sama kecap aja nya"
"ya udah bibi ke toko biasanya buat beli minyak kecap sama telor,saya mau ke stan penjual daging"
"ini uangnya,cukup kan?"
"cukup nya..malah kebanyakan,mungkin kembali 50 ribu"
"ambil aja kembaliannya"ujar safira lalu pergi meninggalkan bi jum.
safira pergi ke stan daging langganannya yang kebetulan anaknya adalah teman semasa duduk di bangku kuliah dulu.
"abah"
"aduh safira sih neng cantik,lama gak ketemu gimana kabar sehat?"
"sehat bah,abah sendiri?"
"Alhamdulillah sehat,selamat ya..udah isi itu perutnya,dan maaf si fahri gak bisa datang waktu kamu nikah"
"belum move on katanya,maklum lah dulu cintanya di tolak sama bunga prodi."ujar abah edi sambil tertawa.
"aduh gapapa atuh bah,oh iya ngomong ngomong fahri ngajar dimana?"
"fahri ngajar di SMA deket perusahaan suami kamu...baru aja pindah kesana setelah pengangkatan"
"ngomong ngomong neng pesen apa?"
"ayamnya 1 ekor,terus sapinya 1kilo aja deh,sama babi pesenan saya seminggu yang lalu udah ada?"
"oke...ini ayamnya...terus sapinya...kalau untuk babi nya belum ada neng,kata supplier babinya belum dewasa"
"yah udah deh gapapa...berapa semua?"
"untuk eneng hari ini...200 ribu aja"
"ini bah, kembaliannya ambil aja"
"ini kembaliannya 50 ribu loh neng..betul buat abah?"
"iya bah...ambil aja buat beliin mas fahri sepatu,ya anggap aja balas budi saya karena dulu pernah di tolong mas fahri"
"sepatu? perasaan fahri gak butuh sepatu..aish udahlah gapapa"
"neng makasih ya.."
"loh udah ilang? ya udahlah...ya allah semoga engkau berikan kelancaran rezeki suami neng safira ya allah amin.."
setelah pergi ke stand daging,safira berjalan ke sebuah stand penjualan pakaian dalam.
__ADS_1
"eh bu safira,lama gak ke pasar nyari apa bu?"sapa si penjual ramah.
"nyari Br* bu,entah kenapa punya saya kekecilan terus padahal sebulan lalu baru ganti size kan?"
"mungkin lagi hamil bu,atau jangan jangan ini ulah pak rangga lagi"ujar si penjual sambil tersenyum.
"ah si ibu,udah saya beli 10 tapi sizenya tambah ya"
"siap bu..."
"ini totalnya jadi 130 ribu,saya diskon jadi 125 aja soalnya ibu pelanggan tetap"
"ah gak usah bu,ini 150 kembaliannya ambil aja"
"ya ampun bu makasih,semoga anaknya sehat sampai lahiran nanti"
"amin.."
sementara itu scene berpindah pada bima yang tengah ikut kelas bisnis secara diam diam, bukan tanpa alasan ia diam diam mempelajari ilmu bisnis.
tempo hari saat masih di Wonosobo,bima yang ingin menemui sang ibu secara tidak sengaja mendengar pembicaraan safira dengan rangga.
terlihat dari pembicaraan itu safira sangat ingin kelak dialah yang mengantikan rangga.
bukanya membujuk agar kelak anak kandungnya yang mewarisi perusahaan, justru safira malah membujuk rangga agar dia yang nantinya mengantikan rangga.
namun saat akan masuk kelas tiba tiba ponselnya berbunyi.
"den,nyonya den.."
"ada apa dengan mama bi!!"ujar bima panik saat mendengar suara bi jum sambil menangis.
"nyonya di culik den,bibi lihat orang bertopeng tinggi besar membawa paksa nyonya masuk ke mobil hitam"ujar bi jum sambil menangis.
"udah bi...bibi jangan panik,sekarang hubungi nenek biar nenek telvone polisi"
"duh pria bertopeng...jangan jangan psychopath yang lagi ramai di perbincangkan itu"gumam bima dalam hati.
saat sampai di kantor polisi,bima melihat sang nenek sudah menangis tersedu sedu saat mendengarkan bi jum bercerita kronologis kejadian.
"bagaimana pak? apa ada petunjuk?"ujar bima.
"begini,melihat ciri ciri yang di sebutkan ibu ini, sepertinya itu pembunuh berantai yang saat ini jadi buron"
makin histeris saja agnes mendengar penuturan dari polisi.
"lalu... bagaimana apa ada petunjuk kemana mobil itu membawa mama saya?"
"pak polisi tolong selamatkan menantu dan calon cucu saya pak"
"nenek yang tenang ya,mama pasti ketemu kok"
__ADS_1
5 jam pihak kepolisian mencari petunjuk tentang keberadaan safira,namun hasil yang baik belum di dapatkan.
"pak..ponsel nyonya safira terdeteksi baru aktif di hotel di dekat rumah sakit Husada"ujar seorang polisi.
"baik segera bawa tim beranggotakan 5 orang,kita ke sana"
bima,agnes dan beberapa anggota kepolisian pergi ke hotel yang di maksud.
"jangan bergerak!!"gertak sang komandan polisi.
rangga yang saat itu tengah bersantai secara spontan mengangkat kedua tangannya saat beberapa anggota polisi datang.
"ya allah rangga, ternyata kamu..."
"hiiii seisi rumah panik pas tau kabar istrimu di culik"ujar mama agnes sambil mencubiti pipi sang anak.
"ya maaf ma..namanya juga kangen"
"kangen kangen palamu,kamu gak tau apa seberapa khawatir nya mama...dasar anak durhaka hiiii"
"shtttt...safira tidur mah..jangan keras keras"
"mas..jangan berisik aku mau tidur"ujar safira yang masih tertutup selimut tidak sadar akan kegaduhan yang di perbuat sang suami.
"udah...nanti mama hukum kamu di rumah"
"ayo bapak bapak sekalian,ini hanya salah paham"
"biasa anak durhaka"ujar agnes sambil melirik sang anak.
5 jam yang lalu..
"lepasin... lepasin siapa kamu!!"ujar Safira sambil meronta-ronta.
"hei hei hei..ini mas..tadaaa"ujar rangga sambil membuka topeng miliknya.
"aaaa aku kangen..."ujar safira sambil memeluk erat melepas rindu pada sang suami.
"eh kita kemana ini? ini bukan arah jalan ke rumah"
"kita ke hotel bentar ya...si slamet kangen sama si jubaedah"
"tuh lihat slamet udah meronta-ronta pengen ketemu sama si jubaedah"
"tapi kan bisa di rumah mas...aku takut mama dan yang lain khawatir"
"ayolah...kamu gak kasihan apa sama si slamet...udah kangen berat nih ama pasangannya"ujar rangga sambil mengiba.
"hmmm sebenarnya jubaedah juga kangen sih"ucap safira yang keceplosan.
dan yaa..bisa di tebak setelah ini mereka mempertemukan slamet dan jubaedah dalam pergulatan panas di atas ranjang.
__ADS_1
bersambung