Jodoh Duda Anak 1

Jodoh Duda Anak 1
BAB 37


__ADS_3

Di pagi hari Safira terbangun saat mendengar suara adzan subuh,segera ia bangun dan langsung berpakaian.


tak lupa ia membangunkan suaminya dan menyiapkan perlengkapan ibadah sang suami.


"mas...bangun,ayo subuhan dulu,aku mau ke dapur buat susu sama bantuin mama buat sarapan"


"oh iya...tadi ada pesan dari bima,katanya dia gak bisa kesini hari ini,dia bilang ada kegiatan kampus"


"hmmm iya.."gumam rangga yang masih setengah tertidur.


"ma fira bantuin ya?"


"kamu bantuin goreng ayam sama tempe itu aja,biar mama yang bikin sambal"


"ma....fira mau nanya sesuatu"


"nanya apa sayang? katakan aja"


"waktu pernikahan ku sama mas rangga semua orang setuju dan merestui kan?"


wajah agnes langsung berubah saat mendengarkan pertanyaan sang menantu.


"ka kamu tau darimana?"


"kemarin fira gak sengaja denger pertengkaran mas rangga sama kakak ipar"


"hmmm sebenarnya...neneknya rangga sama kakak iparmu gak setuju kalau rangga nikah beda agama"


"tapi nenek rangga perlahan menerimanya karena melihat gairah hidup rangga kembali"


"tapi beda dengan kakak iparmu,dia islam garis keras,dia tidak mau mentolerir alasan apapun"


"hmmm....maaf nih ma...kenapa wajah kakak ipar dan mas rangga bisa beda jauh?"


"tejo adalah anak angkat mama,mama dulu mengadopsinya karena kasihan,kedua orang tua Tejo telah meninggal karena kecelakaan yang di sebabkan papa nya rangga"


"waktu itu juga mama kesulitan hamil,ibu mertua mama, lebih tepatnya nenek suamimu,pengen banget cepet cepet punya cucu"


"dan kasih sayang nenek yang awalnya untuk Tejo, berubah jadi lebih sayang ke rangga"


"dan sebenarnya dulu Tejo lah yang harusnya menikah dengan karina,tapi karena karina menolak dengan alasan nama tejo yang kampungan,akhirnya rangga lah yang mengantikan"

__ADS_1


"tapi kena mas Tejo ndak ikut mas rangga aja ke ibu kota?"


"siapa tau jodohnya di sana?"


"udah pernah di tawari suamimu jadi manager pemasaran di perusahaannya"


"tapi ya gitu...tejo lebih memilih ngajar ngaji sama silat di sini"


"hmmm gitu ya...."


"udah udah,sana kamu siapin piring nya dan taruh lauk sama sambalnya di meja makan"


"mama mau nyuapin nenek di kamar"


di meja makan terlihat rangga,safira,tejo serta papanya rangga duduk bersama menyantap hidangan yang sudah tersaji.


"pantas saja kamu gemukan akhir akhir ini,istrimu pintar masak rupanya"ujar papa rangga.


"kemana kamu?"ujar rangga saat melihat tejo yang tiba tiba berdiri.


"aku tidak mau makan makanan yang di masak orang kafir"


"jika kau tidak ingin islam mu ternoda lebih lama,ceraikan dia...dan nikahi perempuan bernama mala yang rencananya akan di jodohkan denganmu dulu"


"meskipun janda anak 1 tapi dia seiman,daripada gadis tapi kafir"ucap Tejo begitu pedas.


ya meskipun yang di katakan kakak iparnya itu benar,tapi bagaimanapun juga saat ini ia istri sah rangga dan juga bagian dari anggota keluarga.


rangga langsung memegang tangan istrinya seolah mengatakan aku bersamamu dan hal itu tidak akan pernah terjadi.


GUBRAK!!!


Rangga menggebrak meja dengan keras.


"jaga bicaramu kak...dia sekarang istri ku,kami menikah sah secara hukum..."


"tapi tidak secara agama... bagiku pernikahan kalian tidak sah...dan anak itu adalah anak hasil zina!!"


"cukup kakak ipar!!"


"mas rangga dan aku tidak butuh restu mu,bagiku restu mama dan papa sudah cukup"

__ADS_1


"semoga masih ada hari esok untukmu minta maaf pada janin yang ada di dalam kandungan ku ini"


"salam.."ujar safira sebelum meninggalkan areal meja makan.


"aku ingatkan padamu sutejo,kau hanya anak angkat,dan tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga ini, bagaimana mungkin kau mencela janin yang sudah jelas jelas keturunan keluarga ini"


"dan mulai hari ini... anggap saja kita tidak ada hubungan apa apa lagi"ujar Rangga sebelum pergi meninggalkan area meja makan.


"sayang...kamu jangan sedih lagi ya,maafin kakak angkat aku"


"gapapa"ujar Safira sambil menyeka air matanya.


"kita jalan jalan yuk? ke pasar,kita makan lontong mie? sama mie ayam..kamu suka banget kan sama mie ayam?"


mendengar nama mie ayam wajah Safira langsung sumringah kembali,semenjak rangga tau kalau ia hamil,ia tidak mengizinkan safira makan sembarangan.


semua yang di sajikan untuk safira harus sesuai yang di rekomendasikan ahli gizi, terdengar lebay,namun seperti ini lah rangga sekarang.


dulu ia tidak bisa meratukan istrinya karena ia dulu miskin dan serba kekurangan,dan karena hal itu bima lahir secara prematur dan sangat dibawah standar gizi.


"aku mau tiga porsi?"


"boleh,segerobaknya juga boleh asal kamu makan"


"yeaay,makasih suamiku"ucap safira senang sambil memeluk rangga.


------------------------------


"aku harus menyingkirkan wanita itu dari sisi Rangga,karena dia semua rencanaku gagal"


"rangga kembali mendapatkan semangat dan gairah hidupnya kembali"


"semua santet dan teluh yang ku kirim gagal dan malah melukai diriku sendiri"


"aku tidak menyangka ilmu wanita itu sangat tinggi,dan ular yang selalu di belakangnya bukan pendamping biasa"


"tapi tenang,aku masih punya 1 cara lagi,dan ini yang akan jadi terakhir kalinya"


"kita lihat saja wanita kafir,aku yang berkalang tanah atau kau yang jadi janda"


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2