
Halo,semoga kalian sehat semua nya serta selalu dalam lindungannya
buat yg muslim semangat puasanya jangan bolong bolong,dan buat yang non muslim apapun agama kalian salam sejahtera buat kalian semua,oke gk usah banyak cing cong yok mulai
sang surya telah berada tepat di atas kepala,hari yang begitu panas sepanas berita live yang sedang di siarkan di tiga stasiun TV.
hari puncak peperangan antara rangga dan burges sudah di mulai,perang yang menjadi penentu siapa dan mengapa dia harus menjadi yang terbaik.
karena ini adalah kasus dari dua orang yang mengerakan roda ekonomi di negri "I" tentu 1 gedung pengadilan di kosongkan hanya untuk kasus itu.
bukan hanya itu,bahkan hakim yang memimpin sidang itupun di jaga ketat dan di kawal dan tidak boleh bertemu dengan kedua belah pihak.
hakim yang di pilih bukan hakim ecek ecek,hakim yang di pilih adalah hakim yang memang berkompeten dalam kasus masalah anak.
ia terkenal bijak dan jujur saat melaksanakan tugasnya.
rangga terlebih dahulu duduk di dalam ruang sidang,bersama dengan kedua orang tua,istri dan beberapa karyawan yang mendukung nya dalam kasus ini.
tak berselang lama, datang lah burges dengan mengandeng karina.
sontak seluruh awak media jadi gempar karena kedatangan karina yang beberapa tahun lalu di beritakan meninggal,bahkan pemakaman nya pun saat itu di liput oleh media.
"baik,sidang akan di mulai 20 menit lagi di mohon semua harap tenang,dan yang tidak terlalu berkepentingan silahkan keluar.
rangga yang melihat kedatangan karina untuk sesaat teringat kembali dengan masa lalunya,masa lalu dimana saat mereka menikah,saat mereka melewati semuanya bersama.
__ADS_1
meskipun rangga memiliki kebencian yang teramat sangat besar terhadap karina,jauh di dalam lubuk hatinya,ia masih mengingat dan menyimpan kenangan nya.
"baik, sidang akan saya mulai, hadirin harap tenang"
tok tok tok(anggap aja suara palu"
"baiklah kasus ini adalah kasus hak asuh anak,dimana saudara burges menuntut hak asuh dari saudara bima karena itu merupakan darah dagingnya"
"dan saudara rangga keberatan jika hak asuh saudara bima di berikan pada saudara burges karena ia merasa memiliki hak karena berupa surat wasiat yang di berikan pada beliau,serta beliau berfikir jika bima adalah anak kandungnya"
"silahkan untuk kuasa hukum kedua belah pihak untuk berargumen"
"baiklah yang mulia,izinkan saya berbicara"
"saya rasa,yang pantas memenangkan kasus ini adalah tuan burges,karena tuan rangga telah menelantarkan putranya dari ia umur 10 tahun sampai remaja,ia hanya di asuh seorang kakek nenek yang bahkan tidak memiliki hubungan darah" ujar kuasa hukum burges.
"tunggu yang mulia,tapi kebenaranya yang memberi makan,pakaian pada bima adalah tuan rangga,kakek nenek itu menerimanya setiap bulan" ujar Patrick melakukan pembelaan sebagai kuasa hukum rangga.
"secara istri baru tuan rangga tidak memiliki hubungan darah apapun dengan saudra bima"
"maaf yang mulia,jika berbicara tentang hubungan darah,masih ada tuan rangga sebagai ayah kandung dari saudara bima" ucap patrick menyanggah pendapat pengacara burges.
"baiklah,argumen kalian saya terima,sidang di lanjutkan 1jam lagi"
"mas,aku beli minum bentar ya,mau nitip ga?" bisik safira di telinga rangga.
"samain kek kamu aja"
__ADS_1
seorang wanita berjalan dengan sangat angkuh menghampiri rangga.
"Hi,apa kabar bagaimana,terkejut?"
"cepat katakan apa maumu,dan aku tidak peduli bagaimana caramu masih tetap hidup" ucap rangga dengan datar.
"Cih,tapi kau sudah banyak berubah ya kupikir kau akan selamanya jadi gembel"
"tidak ada yang perlu dibicarakan,pergilah!!"
"cih sombong,dan selamat ya atas pernikahan mu,istrimu lumayan,di lihat dari bodynya berapa banyak laki laki yang sudah menikmati nya"
"JAGA BICARAMU!!" ucap rangga yang mulai tersulut emosi nya
"sayang,sudah jangan kau urus pecundang itu,dia hanyalah pecundang di masa lalu"
"baik sayang,kau benar sekali,sekali pecundang tetap pecundangi" ucap karina saat berjalan menuju burges.
1jam kemudian
"baik,sidang akan di mulai,saya akan menghadirkan saudara bima di ruangan ini"
bima pun datang memasuki ruangan sidang dengan di dampingi beberapa polisi.
"baik saudara bima,saya sudah mendengarkan setiap argumen dari kedua belah pihak,namun semua keputusan ada di tanganmu"
"mana yang kamu pilih,papamu atau mama mu"
__ADS_1
"saya memilih mama yang mulia" ucap bima dengan mantab
sontak hal itu membuat seluruh keluarga rangga terkejut,dan membuat senyum mengembang pada wajah burges.