
hai hai, sebelum ceritanya berlanjut mimin mau menyapa lagi,dan terima kasih buat admin noveltoon yang mau memulihkan bab yang sempat terhapus oleh orang tidak bertanggung jawab,dan sedikit spoiler cerita ini nanti tidak hanya romance tapi akan di bumbui unsur unsur lainya,penasaran kan?
stay tune terus....
05.00 pagi hari.
lantunan takbir sudah mulai bersahutan dari arah masjid masjid,pagi di hari yang fitri dan suci,dimana semua umat Islam kembali kepada fitrahnya.
"mas,baju buat sholat ied udah aku seterika,aku taruh di sebelah baju papa sama bima"
"makan apa kamu itu kok kayaknya pedes"ujar rangga yang mulai posesif terhadap apa yang di makan Safira semenjak dia tau jika sang istri telah hamil.
"mas mau? enak loh"
"hmmm iya enak,pedes manisnya pas gak kepedesan dan gak kemanisan,makanan apa ini"
"oh itu babi bumbu pedas manis,aku masak sendiri loh,resepnya di kasih mama"
mendengar itu,rangga langsung memuntahkan makanannya. hoeeek hoeeeek...
"mas...mas kenapa?"
"gak enak ya?"
"atau mas gak suka daging yang masih medium rare?"
"aku gak makan babi sayang...kamu kan tau orang islam gak makan babi"
safira menepuk dahinya,bagaimana mungkin iya melupakan hal yang satu ini.
"aduh maaf mas,aku lupa.."ujar Safira merasa bersalah.
"ya udah gapapa,lain kali jangan di ulang ya..udah mas berangkat ke masjid dulu,kamu di rumah, istirahat."
"ingat kamu hamil,aku gak mau ada apa apa sama kamu dan anak kita"
"oh iya,habis sholat ied,kita sekeluarga mau ke Wonosobo,mau ke rumah nenek"
"aku ikut, sekalian silahturahmi,kan nenek kamu gak bisa datang waktu kita nikah"
"udah sana,tuh udah di panggil bima sama papa tuh"
"nyuruh berangkat,tapi kamu nya kek gitu,kalau gak ingat jam nya udah mepet kumakan kamu"ujar rangga dalam hati saat melihat sang istri dengan sembarangan menampakkan tubuh polosnya.
"udah sana aku mau mandi"
masjid Istiqlal.
bugh
"aduh maaf maaf,saya tidak melihat karena terlalu fokus pada ponsel milik saya"ujar rangga
"kamu?"
"kamu?"
ujar keduanya saat kedua mata mereka saling bertemu,yaap,yang di lihat rangga adalah karina,mantan istrinya,yang berselingkuh dengan rekan bisnisnya hanya demi uang.
tuhan mempertemukan mereka kembali,di tempat dimana mereka dahulu mengikat janji suci,dimana rangga mengucapkan ijab qobul dan tempat dimana karina menerima rangga untuk menjadi imam nya.
bayangan kenangan terlintas kembali, mengingatkan mereka bahwa mereka pernah memiliki hubungan dan ikatan atas nama tuhan, sebelum akhirnya di pisahkan di pengadilan melalui gugatan perceraian.
"kamu ngapain ngikutin saya"ujar rangga memecah kecanggungan.
__ADS_1
"ini tempat umum,jangan kepedean"ujar karina sambil melengos pergi.
"sejujurnya aku menyesal"karina.
selepas melaksanakan sholat ied,rangga beserta istri,anak dan kedua orang tuanya pergi ke kota Wonosobo, mengunjungi sanak saudara yang sudah menjadi agenda tahunan setiap idul Fitri.
6jam kurang lebih waktu yang di butuhkan dari Jakarta ke Wonosobo, melalui jalan tol Cikopo-palimanan,perjalanan yang panjang namun entah mengapa akan terasa menyenangkan saat di lakukan di hari hari raya.
"kita berhenti dulu buat istirahat dan makan"ujar mama agnes.
"nanggung ma,setengah jam lagi kita nyampe"
"kamu gak peka apa gimana sih,tuh lihat istrimu bangun bangun ngehabisin bolu"goda mama agnes pada sang menantu.
"mama jangan gitu ah,udah mas jalan aja aku gapapa kok,kita makan di rumah nenek aja"
"gak gak,kamu lagi hamil,kamu harus makan teratur"
"tuh di depan ada warung masakan padang"
sementara itu di Jakarta.
karina duduk di salah satu taman pusat perbelanjaan,ia melihat orang lalu lalang keluar masuk mall,hal itu ia lakukan saat ia merasa kesepian.
ia sepi,sendiri di hari yang Fitri ini,dimana semua orang berkumpul bersama sanak saudara mereka.
di tambah lagi burges akhir akhir ini selalu melarang karina ke apartemen miliknya, alasannya selalu sama,ya itu sibuk.
"boleh saya duduk?"ujar pria gagah berjas hitam.
"tentu saja tuan,silahkan"ucap karina ramah.
"Mahesa"ujar sang pria sambil mengulurkan tangan.
"sepertinya anda bukan dari Jakarta"ujar karina saat melihat ciri fisik lawan bicaranya yang memiliki kulit eksotis serta rambut keriting.
"iya saya dari tanah papua,saya ke Jakarta karena mendapat panggilan dari sebuah rumah sakit"terang Mahesa.
"oh wow,anda seorang dokter rupanya"
"iya,dan saya juga sedang mencari teman wanita saya,yang satu kampus dengan saya dulu"
"apa dia kekasih anda?"
"eh tidak,dia cuma teman,tapi teman dekat"
"ah anda jangan berbohong,dari ekspresi anda saya bisa membaca jika anda menyukai teman anda itu"
"iya...saya memang menyukai perempuan itu,dari dulu saat kuliah,sampai saat ini"
"tapi saya dulu miskin,jelek, kuliah saja beasiswa"
"sedangkan dia anak orang berada,tapi dia tidak sombong seperti anak orang kaya pada umumnya"
"wah wah wah,siapa gadis beruntung itu...saya yakin jika dia menikah dengan anda pasti akan sangat bahagia"
"tapi sekarang saya sudah kehilangan kontak dengan dia, informasi terakhir dia seorang guru di Jakarta"
"hei jangan bersedih begitu,okay okay sebagai perkenalan awal,saya akan membantu anda menemukan gadis itu,saya tau seluk beluk kota Jakarta ini"
"benarkah?"ucap Mahesa dengan mata berbinar.
"iya..coba beritahu saya bagaimana wajahnya"
__ADS_1
"sebentar saya menyimpan fotonya di hp milik saya"
"naaah ini, cantik kan?"ujar mahesa sambil menunjukkan foto dalam ponsel miliknya.
"ini kan? istri mas rangga...iya ini gak salah lagi ini istri mas rangga"gumam karina dalam hati
"hei nona,cantik toh?"
"dia punya kulit putih akan sangat cocok dengan saya punya warna kulit"
"makin terlihat mencolok toh kalau dekat dengan saya?"
"eeh iya iya...sangat cocok dan serasi kalau menurut saya"
"jadi anda bisa bantu?nanti saya kasih 10juta kalau berhasil mempertemukan saya dengan dia"
"iya iya,saya akan bantu sebisa saya hehehe"
"rasain kamu wanita perebut suami orang,kita lihat apa yang akan di lakukan orang ini pada rumah tangga mu"
sementara itu di kediaman kakek dan nenek rangga di Wonosobo
selepas sholat maghrib,semua anggota keluarga rangga berkumpul di ruang tengah, berbincang bincang saling melepas rindu.
"oh ini tah nak safira yang sering di ceritakan sama agnes"ujar bibi rangga sebut saja tatum.
"cantik ya,kayak orang luar"
"oh mesti dong,siapa dulu mertuanya"ujar mama agnes.
safira hanya tersenyum sambil menahan malu saat ia menjadi bahan pembicaraan mertua dan bibi dari sang suami.
"mas kamar mandinya mana?"bisik safira pelan pada sang suami.
"ayo aku antar"
"mau kemana kalian?"
"mau nganter ke kamar mandi pa,safira katanya mau pipis"
"oh ya udah,hati hati,kamar mandi e gak menyatu sama rumah"
"mas.. kenapa gak di jadiin satu aja sih kamar mandinya"
"ngeri tau,tuh mana gelap lagi"
"udah mas jaga di sini, tuh mas senterin"
"jangan di tinggal ya..."
di dalam kamar mandi dan Safira POV.
"bau singkong bakar ya..."
grrrrrrr
grrrrrrr
grrrrrrr
"emmm kan bener,ada suara geraman,pasti ada yang gak beres ini"
"sesha,datanglah aku butuh bantuan mu"
__ADS_1
bersambung