
"mas masih lama gak? pegel nih"
"kurang 1 jam lagi,udah kamu lanjut tidur aja"sahut rangga tanpa menoleh karena fokus ke depan.
"kamu gak capek apa? mau aku gantiin?"
"capek sih,tapi tadi udah tidur 1 jam lumayan lah, emangnya kamu bisa bawa mobil ini?"
"hehe gak sih.."
"ummm mas...aku lapar"
"ini jam 10 malam loh sayang...di daerah pedesaan gini mana ada restoran buka"
"tuh ada tuh,nasi ayam cab*** purn***"ucap safira sambil menunjuk stan kaki lima di pinggir jalan.
rangga menepikan mobilnya tak jauh dari stan kaki lima.
"kamu yakin? kamu hamil loh,kita cari yang lebih higienis aja ya?"
safira menggelengkan kepalanya "gak mau,aku maunya di situ"
setelah perdebatan cukup lama,akhirnya rangga mengalah setelah Safira mengancam kakinya gak akan kebuka selama 1 bulan.
bisa gawat kalau begitu? fikir rangga.
dan bukannya rangga sok higienis dan memandang rendah makanan pinggir jalan,ia saat ini sangat antusias dengan kehamilan sang istri yang sudah jelas itu adalah benih nya sendiri.
makanya ia begitu menjaga apa yang masuk ke dalam tubuh istrinya tersebut.
"mau pesan apa pak buk?"ujar si penjual dengan ramah.
"mas,kamu mau makan apa?"
"aku gak lapar,kamu aja aku mau tidur bentar ya"
dan karena lelah rangga pun tertidur di pangkuan sang istri.
sementara itu di Jakarta.
di sebuah restoran yang menjual ayam goreng cepat saji dengan logo kakek kakeknya yang khasnya.
terlihat dua orang pegawai tengah membereskan perlengkapan masak dan memasukan ayam ayam yang masih belum di goreng ke lemari pendingin dan ayam ayam yang tidak laku terjual ke tong pembuangan.
sebut saja mereka sania dan rahmat.
"san gue ke luar dulu ya,mau ngudud sekalian buang sampah"
"okay....buruan tapi,toko mau tutup soalnya"
"biasanya tak pakai minyak wangi...biasanya tak suka begitu"gumam sania menyanyikan sebuah lirik lagu dalam hatinya.
__ADS_1
"eh ampun dah lu mat,ngagetin aja...gak usah nakutin pakek topeng kek gituan,gak percaya gue mah"ujar sania saat menoleh ke arah pintu belakang.
"san...bentar lagi ya,rokok gue masih belum habis nih nangung"teriak rahmat dari luar.
"lah kalau rahmat di luar...terus yang di depan ku ini siapa?"
tanpa basa basi,sania langsung mengambil 1 buah pisau untuk alat pertahanan diri.
ia mengancam pria bertopeng babi itu dengan menodongkan pisau sambil berjalan mundur,namun langkah sania harus terhenti saat kakinya membentur dinding.
satu satunya jalan keluar adalah lewat pintu belakang,dan pintu ke ruangan dimana makanan di sajikan,namun pintu itu saat ini tepat di sebelah pria bertopeng.
jika ia maju,maka ia akan mati.
begitu fikir sania.
pria bertopeng itu semakin berjalan mendekat ke arah sania,ia seperti tidak takut meskipun sania mengancamnya dengan sebilah pisau.
ia juga seperti tak merasakan sakit meskipun beberapa kali sania menusukan pisaunya ke dada dan perutnya,ia tetap diam dan terus berjalan hingga menyudutkan sania.
sikopet itu membuka paksa baju kerja sania hingga terlihat dua tombol kebanggaannya,dengan sadis sang sikopet melepas tombol itu dengan cara di iris dengan golok kopet miliknya.
berteriak lah sania sejadi jadinya,menahan rasa sakit yang amat sangat,dan teriakan itu di dengar oleh rahmat yang tengah asyik santuy nyebat sambil ngitungin uang tip dari pelanggan.
namun naas saat Rahmat sampai,ia sudah mendapati sania sudah tewas karina kehabisan darah.
kembali ke scene rangga dan safira,terlihat sudah melanjutkan kembali perjalanannya,tampak di dalam mobil safira sibuk dengan ponselnya meskipun sesekali ia menjahili rangga dengan sebuah pertanyaan pertanyaan konyol.
seperti....
"gak usah mulai nyari masalah deh,aku lagi males ngalah dan minta maaf sama kamu"
"ih kok gitu...jadi selama ini kamu gak iklash minta maaf?"
"bukan gitu....kalau salahku jelas sih its okay,lah ini kamu yang bikin masalah,kamu yang ngambek,aku yang minta maaf"
"lah iya...mana ada istri yang gak marah suaminya sendiri bilang wanita lain lebih cantik"
"mentang mentang aku hamil,perutku udah gak sebagus dulu,terus di bilang jelek"
"hiiii ya ampun ya rabb,gak ada yang bilang kamu jelek,kan kemarin kamu tanya.."
"mas cantikan mana aku sama dia"ujar Rangga mengulangi pertanyaannya sang istri tempo hari.
"terus aku jawab,kamu...eh kamu malah bilang aku bohong dan gak jujur,masak artis Hollywood kalah cantik sama kamu."
"terus aku bilang,ya udah iya cantikan dia,eh kamu malah gak terima dan marah karena merasa aku katain jelek"
"ya kan ya kan sama aja,kamu bilang cantikan dia berarti aku jelek."
"udah ah aku marah...kamu gak asyik...katanya jadi pasangan itu harus terbuka,tapi mana?"
__ADS_1
"hmmm...iya iya aku panggil karina dulu dengan sebutan sayang...puas?"
"iiih tuhkan sama..."
"kamu gak bisa move on dari dia?"
"aku gak suka ya di sama samain sama orang lain"
rangga memilih diam dan tidak meladeni sang istri,ia tau ia tidak akan pernah menang berdebat dengan makhluk yang di sebut istri itu.
tak berselang lama,tibalah mereka di rumah sang nenek,terlihat agnes sudah berdiri menyambut kedatangan mereka berdua.
"assalamu'alaikum ma"
"walaikumsalam,kalian kenapa? kok kelihatan gak akur gini?"
"dia tuh ma,masak belum bisa move on dari mantan istrinya"
"udah udah,kamu masuk dulu aja istirahat sana kamu pasti capek"ujar agnes sembari tersenyum.
"biar mama yang akan hukum suami kamu oke?"
"ada apa sih?"
"gini mah tadi kan...."
rangga menceritakan kejadian dari awal hingga akhir.
"ya ampun mama kira ada apa,udah biarin aja memang perempuan hamil emang suka gitu, mood nya suka berubah-ubah,dan gampang sensi"
"udah kamu masuk sana,bujuk istrimu biar gak marah lagi."
"hmmm iya mah."
Rangga masuk kedalam kamarnya dan sudah mendapati sang istri sudah berbaring di atas kasur.
"boleh aku tidur di sebelah mu?"
"gak tau,terserah"ujar safira ketus.
"mama.."ujar rangga lembut sambil memeluk safira dari belakang.
"mama...iya mama, panggilan sayangku yang baru untukmu"
"apa special nya itu... semua orang juga manggil kayak gitu"
"beda dong...asal kamu tau aja,dulu aku gak pernah manggil karina dengan sebutan mama,walaupun setelah dia melahirkan bima sekalipun"
Safira tidak menjawab dan bereaksi sama sekali.
"udah dong,jangan marah lagi ya....dia itu cuma masa laluku,apapun yang terjadi masa lalu itu hanya sejarah,dan kamu adalah masa sekarang dan masa depanku"
__ADS_1
"gombal."
bersambung