Jodoh Duda Anak 1

Jodoh Duda Anak 1
BAB 4


__ADS_3

Diakan bima? kamu kenal bima?


Akan aku ceritakan nanti yang penting sekarang acara ini dulu


1jam berlalu semua tamu undangan sudah tampak tinggal sedikit,hanya tersisa kedua keluarga mempelai.


"kalian tampak serasi dan cocok" ucap ibunda safira


"ibu mertua bisa aja,saya harusnya minder,di usia saya sekarang saya harus memperistri putri anda yang masih muda"


"aaah kalian itu udah kami jodohkan sejak kecil tapi beberapa tahun keluarga kalian menghilang entah kemana"


"baik bu,kami ke kamar dulu mau istirahat"


"iya nak buatkan kami cucu yang banyak" bisik ibu safira pada rangga


kamu apa apaan ngeiyain ucapan ibu,inget ya perjanjian kita


iya iya,lagipula itu juga hanya pura pura


awas aja kamu macem macem,dan ingat kamu berhutang penjelasan


Setelah sampai kamar safira merebahkan badanya di atas ranjang,ia tidak peduli dengan hiasan mawar yg membentuk simbol love yg akan dia rusak.


rangga yg mendapati safira sudah tertidur ia jadi sedikit lega karena sejujurnya ia masih belum mau cerita tentang Bima.


Malam berganti pagi safira membuka matanya dan tidak menemukan rangga.


ia bangun dan melihat rangga tidur di lantai beralas jasnya


ya memang kamar itu memang kamar pengantin yg sengaja di desain tanpa sofa.

__ADS_1


"apa aku sudah sangat keterlaluan?"


"bagaimanapun juga dia sekarang suamiku"


safira mendekati rangga,dan mengoyangkan tubuhnya supaya rangga bangun


"rangga,bangun"


"kok panas ya" ucap safira saat punggung tangan nya menyentuh kening rangga


"ada apa,kau sudah bangun?" ucap rangga terbangun dari tidurnya


"pindahlah keatas ranjang,kau sepertinya demam"


"ya sedikit sih,aku tidak bisa terkena hawa dingin"


"kenapa tidak bilang,kau bisa seranjang denganku asal.."ucap safira mengantung


hari pun berlalu kini rangga yg kembali dengan aktifitas nya di kantor dan safira yg kembali mengajar.


pagi itu safira membuat semur daging untuk menu sarapan pagi,ia sangat lihai saat mengolah bahan di dapur.


rangga di buat takjub,selain safira yg terlihat cantik ia sangat lihai dalam hal memasak,sangat jarang sekarang menemukan wanita yg rela masak di dapur.


10 menit kemudian masakan sudah di hidangkan di meja makan.


rangga mengambilkan nasi dan lauk untuk safira,dan karena hal itu safira mengernyitkan dahinya.


"Om kenapa,tumben baik"


"sudahlah makanlah,aku hanya membalas perbuatan mu karena mau memasak untuku"

__ADS_1


"om aneh,kadang baik kadang dingin"


"sudah jangan banyak bicara saat makan,dan ingat mulai sekarang panggil aku mas"


"Ogah"


Sore itu safira sudah sampai di kediaman rangga dan mulai memasak,sedangkan di sisi lain mobil rangga masuk ke sebuah kontrakan kecil yang sepertinya tidak terurus.


"Lihaat si brengsek datang" ucap bima dengan lantang dan di iringi tepuk tangan darinya


"apa begitu caramu berkata pada orang tuamu,inilah kalau kamu bergaul dengan mereka" ucap rangga sembari menunjuk semua anak anak jalanan


"aku tau apa tujuan mu kemari,aku tidak kaget,kau mengambil semuanya dariku"


"apa maksudmu" tanya rangga tidak mengerti


"hahaha, rangga kau benar benar brengsek ya,yang pertama,kau merenggut nyawa ibuku kau membunuhnya di depan mataku" ucap rangga dengan suara sedikit meninggi


"Sudah ku bilang itu sebuah kecelakaan!!" ucap rangga tak kalah tinggi


"dan yang kedua,hiks hihi hihi" ucap bima sambil cekikikan karena dia sudah terpengaruh minuman keras


"yang kedua kau mengambil gadisku,cinta pertama ku,dan sekarang kau menjadikan dia ibu untuku,rangaaa kau benar benar iblis,kau ayah yg kejam"


"dia gadis baik rangga,dia tidak mengganggap ku rendah meskipun dia terpelajar,tidak sepertimu"


"itu benar lihatlah sekarang dirimu,kau jadi seperti ini karena sesuatu hal yg kau anggap jalan hidup" ucap rangga dengan nada tinggi


"hei,aku hidup tidak meminta uang darimu,dan oh iya sampaikan pada ibu baruku sekaligus cinta pertamaku aku senang sekaligus kecewa padanya,kecewaku karena aku tidak bisa mendapatkan cintanya karena pada saat aku mau menyatakanya aku ragu dia akan menerimaku,tapi aku juga senang aku punya hubungan lain denganya,setidaknya aku bisa memberikan cintaku sebagai anak untuknya"


"dan satulagi aku tidak akan memaafkanmu kalau kau sampai menyakiti dia seperti ibuku dulu,aku pastikan jika kau melakukannya maka akan terpampang di namamu di koran duka ibukota"

__ADS_1


__ADS_2