
sesuai janji,pukul 9 pagi rangga membawa istrinya pergi ke pasar tradisional yang tak jauh dari rumah.
"mas cepet dikit dong ngayuh sepedanya,keburu habis nanti"
"tenang aja,aku udah telvone yang punya kedai tadi"
"ku suruh bungkusin 3"
"ya udah pelan pelan aja,di fikir fikir enak juga hawanya"
"nah itu,di kota mana dapat kita udara sesejuk ini"
"kamu pilih mana,kita menua di sini apa di Bali?"
"gak tau...aku nurut mas aja"
"jika dewa menakdirkanku menua denganmu,aku ikut kemanapun kamu pergi"
"nah kita sudah sampai....nah itu kedainya"ujar rangga sambil menunjuk ke sebuah kedai mie.
"pak mau ambil pesanan saya"ujar rangga.
"loh mas rangga? ya allah pangling aku mas,udah berapa tahun gak pernah mampir"
"ini siapa? anak gadisnya ya?"ujar pak Budi sambil melihat ke arah safira.
ya kalau di fikir fikir,safira terlihat seperti anak rangga daripada istrinya hahaha:v
"bukan pak,ini istri saya"
"ya ampun...memang ya betul kata orang,cinta tidak memandang usia"ujar pak Budi sambil terkekeh.
"duduk dulu,biar saya buatkan"
"gak usah...bungkus aja pak"
"loh mas? gak makan di sini?"
"gak....kita makan di tempat rahasia"bisik rangga.
"tempat rahasia? ada ada aja...apa dia marah sama penjualnya?
setelah mendapat bungkusan mie yang di pesan,rangga membawa istrinya pergi ke sebuah pinggiran aliran sungai yang masih terlihat jernih dan karena terlalu jernih,mereka bisa melihat dasar sungai dengan sangat jelas.
"kenapa harus di sini sih mas?"
"gapapa...aku ingin berduaan sama kamu"
"owh jadi ini alasan kamu bawa mangkok dari rumah tadi?"
dan safira pun duduk di sebuah bangku yang terbuat dari kayu sambil kakinya ia rendam di aliran sungai yang mengalir cukup tenang.
__ADS_1
sementara rangga tidur sambil memandang luasnya langit di pangkuan istrinya.
"kamu mau mie nya mas?"ujar safira sambil memasukkan suapan mie ke mulutnya.
"gak buat kamu aja,aku mau tidur dulu sebentar"
"oh iya mas,bentar lagi ulang tahun kamu kan?"
"kamu mau kado apa dariku?"
"bayi dalam kandungan mu ini adalah kado paling berharga buatku,jangan belikan aku apa apa lagi"
"tapi kan...gak seru kalau gak ngasih kado"
"ya udah....tambahin aja jatah dinas,dari 1 bulan 3x jadi 1 bulan 10x hehehe"ujar rangga sambil terkekeh.
"gak ada gak ada,sesuai kesepakatan....di awal bulan, pertengahan dan di akhir bulan,titik"
"hmmm ngomong ngomong soal dinas...aku masih suka kesel kalau ingat dinas pertamaku"
"hehehe maaf,ya gimana lagi,udah beberapa tahun gak di pakai,pasti ada rusaknya lah"
"tapi setelah di servis, buktinya setiap dinas kamu yang kelojotan"
"tapi ya kesel aja gitu,bayangin aja udah di terbangin tinggi tinggi,wuuush di hempaskan begitu cepat"ujar Safira mulai mendramatisir.
flashback.....
namun siapa sangka,di dalam hatinya ada gejolak besar yang sedang ia fikirkan.
memikirkan tentang apa yang harus di lakukan malam ini,malam dimana ia harus menepati janjinya untuk menyerahkan kehormatan pada laki laki yang sudah memperistrinya.
puluhan laman internet sudah ia akses guna mencari tau informasi tentang apa yang harus ia lakukan malam ini dan bagaimana rasanya itu.
kebingungan semakin bertambah manakala Safira ingat perkataan temannya yang bilang kalau awalnya akan sangat sakit,namun lama kelamaan akan menjadi nikmat.
pintu kamar terbuka, masuklah rangga setelah seharian di kantor.
"buatkan aku kopi sama ambilkan sesuatu di samping kotak warna putih di ruang kerjaku"
"i iya"jawab Safira gugup.
setelah membuatkan kopi,safira bergegas mencari kotak yang di maksud.
dan saat kotak itu di temukan dan di buka,ia benar-benar terkejut dengan isi kotak tersebut.
ia mendapati sebuah alat kontrasepsi berupa k0nd0m.
"halo ada apa?"ucap rangga di panggilan telepon.
"mas yakin butuh benda yang ada di kotak ini?"
__ADS_1
"iya cepatlah,aku sangat membutuhkannya sekarang,bisa kau lebih cepat?"
"tapi kenapa harus yang neon,apa matamu sudah tidak normal,atau kita nyalakan saja lampunya"
"bicara apa kau ini,sudah bawakan saja benda itu padaku,aku mohon...aku ada meeting dengan kolegaku sebentar lagi"
"apaa!! kau mau melakukannya di depan kolegamu?"
"melakukan apa ya tuhan!!,aku mohon bawakan kopiku dan flashdisk yang ada di samping kotak warna putih..."
"ya ampun bagaimana bisa aku lupa,kalau yang harus di ambil yang di sebelahnya"
"iya iya bentar aku kesana"
dengan buru buru Safira naik ke atas,dan saat sampai di kamar ia sudah mendapati rangga yang tengah membereskan laptop miliknya"
"katanya mau meeting?"
"gak jadi,kamu kelamaan,dan ada salah satu kolegaku yang tidak bisa ikut,jadi di ganti meeting di lain hari"
"ya udah,aku mau ganti baju dulu,mas keluar dulu sana"ucap safira sambil menunduk.
rangga langsung menarik tangan Safira dan membuatnya duduk di pangkuannya.
"lihat aku...."
dengan ragu,safira mulai memberanikan diri untuk menatap mata rangga.
terlihat jelas oleh rangga bahwa sang istri sedang gugup.
namun rangga tidak memperdulikan hal itu,ia melakukan serangan pertamanya dengan mencium bibir istrinya.
sedangkan safira yang masih kaku dan hal ini adalah pertama kali baginya,ia hanya bisa pasrah dan membiarkan lidah suaminya masuk dan menelusuri rongga mulutnya.
dan benar apa yang di katakan di internet, tubuhnya bereaksi secara naluri untuk membalas ciuman sang suami walau masih kaku.
bukan hanya mencium,tangan kanan rangga berusaha mencari dimana tali pengikat bathrobe yang istrinya kenakan saat ini.
dan dengan semangat yang menggelora,tangan kanan rangga memainkan dua gundukan kembar milik istrinya itu.
sedangkan tangan kirinya memainkan sesuatu yang sudah lembab di bawah sana.
safira seperti terbang karena perlakuan sang suami,tubuhnya menggelinjang kegelian mana kala jari jari tangan kiri rangga menggosok dan memainkan sesuatu di bawah sana.
rangga tersenyum manakala sudah berhasil membuat sang istri mencapai puncaknya untuk pertama kalinya.
rangga segera bangun dan mengambil tisu guna mengelap tangannya,tak lupa ia juga mengelap goa yang masih belum terjamah itu.
"aku mandi dulu ya...jangan kemana mana,habis ini ronde ke 2"ujar rangga sambil mengecup bibir sang istri.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Like nya mana kakak:)