
grrrrrrr
grrrrrrr
grrrrrrr
"emmm kan bener,ada suara geraman,pasti ada yang gak beres ini"
"sesha,datanglah aku butuh bantuan mu"
"sayang...lamanya pipis doang"gerutu rangga.
pasalnya ia di luar sudah jadi santapan empuk bagi nyamuk nyamuk malam hari.
"udah udah...hehehe takut ya?"goda safira
pasalnya kondisi belakang rumah yang sangat gelap dan minim sekali penerangan.
"mana ada,aku sedari kecil hidup di sini mana ada takut takut nya"ucap rangga sok berani.
"hahaha,udah udah ayo masuk,aku gak tega lihat kamu ketakutan seperti itu"
22.00
"mas...gapapa nih aku tidur di kamar terus yang lain tidur di depan tv?"
"udah gapapa,lagian itu kebiasaan keluargaku pas hari raya,suka tidur di depan tv gitu bareng bareng"
"apalagi pas nenek di kasih tau mama kalau kamu hamil,makin gak di bolehin kamu tidur di lantai gitu"
"ya kan gak enak aja,oh iya berapa sih usia nenek?"
"100 tahunan lebih sih,kalau gak salah,kata mama nenek lahir 1889"
"emang kenapa kamu tanya gitu?"
"gapapa sih,tua banget berarti tapi kok masih sehat bugar gitu ya?"
"gak tau,tapi kata mama nenek punya semacam jin gitu yang ngikut nenek"
"nah kan...berarti cewek cantik yang selalu senyum di belakang nenek bukan manusia"
"kamu ngapain ngelamun gitu?"
"gak gapapa,udah aku mau tidur."
__ADS_1
"oh iya..."
"apa?"
"aku mau ambil uang 500juta ya..."
"buat apa mas?ambil aja loh toh juga uang kamu juga"
"aku mau beli tanah di bali,aku mau bangun rumah di sana"
"ya gapapa silahkan aja,uang mas juga kan itu."
"aku pengen,saat aku udah menua dan gak ngurus perusahaan,aku mau hidup berdua aja sama kamu di sana"
"anak anak kita udah pada besar,udah pada nikah dan tinggal bersama suami dan istri mereka masing masing"
"lalu perusahaan akan mas berikan ke siapa kalau saat itu tiba?"
"aku maunya anak kita ini nanti yang akan mengantikanku"ujar Rangga sembari membelai perut safira yang masih rata.
"gak..aku gak mau anak perempuan ku nanti memegang tanggung jawab sebesar itu"
"kok kamu yakin banget kalau anak dalam kandungan mu ini perempuan?"
"gak tau...feeling aja,eeh kamu gak berharap anak ini laki laki kan?"
"kasih ke bima aja gimana?aku bisa melihat beberapa kesamaan sifat antara kalian"
"tidak!! dia bukan puteraku,dia putera laki laki brengsek itu"ujar rangga dengan nada yang sedikit meninggi.
Safira memiringkan tubuhnya dan menghadap ke sang suami,dan memegang wajah rangga sambil berkata..
"no.. he's your son..."
"tapi dia tidak tertarik pada dunia bisnis,dia juga zero experience and knowledge in business"
"ajari dia..kalau kamu diam aja dan membiarkan begitu aja gak bakalan ada solusi"
"dia juga anak kamu,aku gak bisa ngasih jaminan aku bakal ngasih keturunan laki laki buat kamu"
"tapi aku percaya sayang kamu pasti bisa.."
"kalau gak bisa?
"kamu mau menceraikan aku?"
__ADS_1
"udahlah kita bahas ini lain kali...aku ngantuk"
"ya udah ya udah,aku gak mau memaksa kamu jawab sekarang,tapi coba fikirkan baik baik"ujar safira saat melihat sang suami mulai tidak suka arah pembicaraan mereka.
sementara itu di sebuah gubuk kecil.
"bagaimana ini mbah..mana janji mbah,mbah sebenarnya sakti gak sih"ucap karina kesal.
"ternyata jauh lebih susah daripada yang saya bayangkan, istrinya punya pendamping yang sangat kuat"
"dia juga bukan orang sembarangan"
"lalu bagaimana? kan saya sudah bayar tuh 500juta sama saya juga sudah mbah tiduri,pokoknya saya gak mau tau,saya mau dia mati malam ini juga"
"haa baiklah baiklah,saya paling tidak suka di remehkan"ujar si dukun mulai kesal.
sang dukun mulai komat kamit membaca mantra sambil tangan kanannya menadah keatas.
muncul sinar merah gemerlap dari tangan kanan si dukun,hawa gubuk yang sedari tadi dingin sejuk kini menjadi panas seperti saat siang hari.
"ini adalah ilmu tertinggi ku,tidak ada yang bisa lolos dari ini"
sang dukun melempar sinar itu keatas langit, melambung tinggi nan jauh tak tau akan kemana.
sang dukun tersenyum membanggakan diri nya,namun itu tak bertahan lama,ia di buat panik tatkala sinar yang ia kirim kembali mengarah ke arahnya.
di susul dengan beberapa sinar merah yang memiliki ukuran yang sama dengan miliknya.
tak sempat membuat pertahanan diri,sinar sinar itu menghantam tubuh tua sang dukun hingga membuat ia terpental.
gubuk yang ia tempati juga hancur,karina pun juga ikut terpental hingga keluar gubuk.
ia hanya bisa meringis kesakitan dan juga bertanya apa yang terjadi...tiba tiba dirinya terpental dan gubuk itu rusak dan sang dukun juga terbakar api yang tak tau darimana sumbernya.
prolog
sesha yang datang sesuai permintaan safira,kini sudah di atas atap rumah kediaman dari nenek rangga.
insting sesha merasakan beberapa menit lagi akan datang bencana yang ia rasakan beberapa jam yang lalu,segera ia membesarkan ukuran tubuhnya.
dan benar saja,selepas ia membesarkan tubuh,datanglah sinar merah dari arah selatan,dengan sigap dan cekatan sesha menahan sinar itu mengunakan ekor miliknya.
sementara ekornya menahan,kesembilan kepalanya membuat sinar yang sama dengan ukuran yang sama pula.
dan kemudian,di hempaskannya kembali sinar yang ia tahan dengan ekornya ke arah dimana sinar itu berasal,dan di iringi beberapa sinar yang sama di belakangnya.
__ADS_1
bersambung