Jodoh Duda Anak 1

Jodoh Duda Anak 1
BAB 34


__ADS_3

setelah melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim untuk sholat subuh,rangga pergi ke balkon kamarnya sambil membawa laptop dan beberapa camilan dan kopi untuk menemaninya memeriksa laporan dari beberapa staff nya.


ia juga melihat reminder pada kalender digital nya,tak ada meeting,pertemuan dengan klien ataupun urusan pekerjaan,sesuai apa yang ia pesan pada patrick si sahabat,partner, assisten,dan juga kuasa hukumnya,multi fungsi lah.


hanya ada 1 pengingat kegiatan yang ada hari ini,yaitu mengajak sang istri dan jabang bayi jalan jalan.


ia tersenyum saat mengingat apa alasan pernikahannya dulu, pernikahan yang awalnya hanya untuk persaingan memperebutkan sesuatu sebagai persaingan bisnis.


ia ingat dulu akan menceraikan safira saat sudah beberapa bulan, namun takdir tuhan berkata lain,justru sekarang ia mau terikat dengan sang istri untuk selamanya.


"mas...kamu ngapain jam segini di balkon?"


"eh..udah bangun?"


"ini cuma ngecek laporan aja,sini duduk"


"mas ingat kan hari ini kita mau jalan jalan?"


"iya sayang mas ingat...tapi ada sesuatu yang mau mas omongin"


"apa?"


"nenek lagi sakit keras, rencananya mama mau pulang buat urus nenek"


"ya ampun...sakit apa mas,kita perlu ke sana?"


"biasa sakitnya orang tua...dan kata mama kita gak usah ke sana,doain aja dari rumah"


"hmmm tapi gak enak sama yang lain"


"gimana kalau kita ke rumah nenek naik lambo?"


"kamu gapapa? lagi hamil loh kamu nya"


"gapapa asal di mobil kamu sediain camilan yang banyak hehehe,sama kalau capek kita istirahat"


"hmmm makasih ya,kamu tidak hanya mencintai ku tapi kamu juga mencintai keluarga ku"ujar Rangga sambil mengelus rambut sang istri.


"emang siapa yang cinta sama kamu?"


"GR"


"oooh gak cinta yaaa?"ujar rangga sembari memiting leher sang istri.


"lalu kemarin malam apa?"

__ADS_1


"maas..ayolah 1 ronde lagi, dedek nya masih kangen di tengokin papa nya"ujar rangga mengulang celotehan sang istri.


"astaghfirullah...kalian kalau mau main tuh jangan di balkon kenapa?"


"mama?"ujar rangga dan safira.


"ka kami gak main kok ma...aku cuma nemenin mas rangga ngobrol aja"


"terus kenapa kamu telanjang gitu?"


"i ini sisa kemarin,safira malas ganti baju,biar sekalian aja nanti sama sembahyang"ujar safira gugup karena menahan malu.


"udah..mama cuma mau bilang,mama mau berangkat ke rumah nenek"


"nanti aku sama safira nyusul kok mah,agak siangan sih aku berangkat"


"jangan... istri mu lagi hamil nanti kenapa kenapa lagi"


"udah gapapa mah,kami kuat kok"


"iya kan sayang?"ujar safira seolah berbicara pada anak dalam kandungan nya.


"ya udah kalau itu kemauanmu,mama berangkat dulu ya"


09:00.


"bi jum,saya tinggal 2 hari ya...bi jum kalau ada apa apa atau mau beli apa apa pakai motor yang biasa saya pakai"


"kuncinya ada di tempat biasanya"


"iya nya,sama sekalian izin mau pakai halaman belakang rumah buat ngerayain ulang tahun cucu bibi"


"iya bi,pakai aja..tapi ingat selesai pesta semua harus bersih,nanti bapak marah kalau tau"


"udah dulu ya bi,bapak udah nungguin tuh"


"iya nya..hati hati di jalan"


"aaaaa aku naik Lamborghini...masih gak nyangka aku nikahin crazy rich"


"kamu kenapa senyum senyum gitu?"


"gapapa,aku seneng aja bisa kesampaian"


"aku udah bilang ya...naik mobil ginian buat long trip itu gak enak"

__ADS_1


"hmmm iya iya...aku tidur aja nanti pas udah tengah tengah perjalanan nanti aku aktif buat nikmati rasanya naik super car"


sementara itu di belakang kediaman rangga,di sebuah rumah berukuran 4x6 yang sengaja rangga bangun untuk tempat tinggal pembantu,sopir dan tukang kebun nya.


ada total 3 rumah,1 di tempati bi jum,1 untuk sopir dan 1 lagi untuk satpam,rangga begitu memperhatikan kesejahteraan orang orang yang bekerja padanya,ia tidak mau hanya dia yang di untungkan,karena ia juga pernah merasakan bagaimana posisi di bawah.


tak lama setelah rangga dan safira pergi,anak pertama bi jum beserta istri dan anak pertamanya yang merayakan ulang tahun pun datang.


bi jum menunggu mereka di gerbang depan,karena takut anak dan menantunya akan tersesat karena luasnya wilayah kediaman rangga.


"gila...gede dan luas banget nih rumah"ujar daffa si anak pertama bi jum.


"coba aja gue nikah ama yang punya nih rumah,pasti bahagia banget hidup gue,daripada ama pengangguran kayak dia"ujar rina istri daffa.


bi jum membawa mereka ke rumah belakang,sudah tersedia kue dan aneka makanan untuk merayakan ulang tahun sang cucu yang saat ini berusia 2 tahun itu.


suara lagu selamat ulang tahun mengema di rumah minimalis itu,air mata haru bi jum tak terbendung lagi,karena terakhir kali ia melihat sang cucu saat baru lahir.


"itu siapa bu?"ujar daffa.


"oh itu pak rangga sama bu safira,sengaja fotonya ibu pajang karena ibu sayang banget sama majikan ibu"


"gila...istrinya seumuran gue,fix dia pasti ngincer hartanya doang"


"bu...ibu belum ada kabar dari bos ibu soal pekerjaan?"


"belum nak, emangnya kamu belum dapat juga? kerja serabutan aja dulu gak bisa apa kamu?"


"masak susu sama Pampers anakmu ibu yang beliin"


"ah ela bu, pelit banget ama cucu,cuma Pampers ama susu doang,gaji ibu kan banyak,5 juta sebulan"


"bukan cuma susu sama Pampers doang nak,bahkan semua kebutuhan mu selama ini kamu minta kan sama ibu,uang gajian ibu semua kamu ambil 3 bulan terakhir"eluh bi jum.


"ibu juga lagi ngumpulin uang buat naik haji"


"halaah,ibu naik hajinya kapan kapan aja,oh iya bu,butuh duit nih buat ganti handphone"


"ya ampun daffa,ibu udah kasih kamu 2 juta kemarin,sisanya ibu simpan di bank nak buat tabungan haji"


"aaah ibu emang gak sayang sama daffa"bentak daffa.


"gue harus deketin nyonya rumah ini,gue yakin dia gak cinta sama si rangga,dan gue berani bertaruh kalau mereka punya masalah ranjang"ujar daffa dengan senyuman licik


bersambung

__ADS_1


__ADS_2