
Sementara itu di rumah rangga
Tok Tok tok "Punten paket,paket saya dari ENJ mau mengantar paket"
"haaa iya iya,bentar" ucap bima yang baru Setengah sadar dari tidurnya.
Ceklek
"iya ada apa dan untuk siapa?"
"ini untuk nyonya safira,orangnya ada?"
"oh mama ada di kamar,saya aja yang nerima"
"oh kalau begitu tanda tangan di sini"
Sret esret esret(anggap aja tanda tangan)
"sudah, terima kasih"
setelah menerima paket,bima langsung pergi mencari safira untuk menyerahkan paketnya.
"Bi mama mana?" tanya bima pada bi jum
"oh nyonya ada di kamar tadi den" jawab bi jum sopan
"makasih ya bi"
bima pun berjalan ke atas menuju kamar safira berada dan...
ceklek
"aaaaaaaa,kalian bisa ngak sih kunci pintunya kalau main" teriak bima setelah membuka pintu kamar
dia berteriak karena melihat adegan dewasa secara live.
sontak dua orang yang tertangkap basah itupun kaget,namun bukanya menghentikan kegiatannya malah menuntaskan terlebih dahulu sampai akhir.
__ADS_1
setelah mencapai puncaknya merekapun akhirnya sama sama terkapar dan tertidur.
Sementara itu di ruang keluarga.
"apa apaan sih mereka,mata suciku jadi ternoda kan" omel bima saat mengingat kejadian live barusan
"ada apa sih nak,cucu nenek kok ngomel dari tadi" ucap mama agnes saat melihat cucunya mengomel tiada henti.
eh gak mungkin klo aku bilang ke nenek si rangga sama mama lagi main.
"eh enggak kok nek itu tadi temenku iseng tadi"
"ooh kirain ada apa,mana papa sama mama mu?"
"ada di kamar"
"ooh ya udah sini nonton tv sama nenek"
Beberapa jam berlalu.
kurang beberapa menit lagi sudah waktunya berbuka,semua orang sudah duduk di meja makan untuk menunggu berbuka puasa.
keluarga rangga tidak pernah membedakan status sosial walaupun mereka berada dari kalangan mampu.
namun ada saja yang mencuri curi kesempatan untuk mengagumi nyonya rumah itu.
ya siapa lagi kalau bukan mang udin dan Romi,sopir baru rangga yang baru bekerja 3 hari itu.
Romi adalah mantan siswa SMA di tempat safira mengajar,ia angkatan tahun sebelumnya dan ia selalu bermimpi untuk mendapatkan Safira.
"safira mau sembahyang dulu ya ma,pa" ucap safira saat selesai menaruh makanan di meja makan dengan di bantu oleh bi jum.
sekali lagi,bunyi adzan dari surau dan lantunan Weda yang di baca oleh safira bersatu menjadi ciri khas sendiri dari rumah itu.
namun safira harus menghentikan bacaanya karena...
Safira pov
__ADS_1
"ampun beribu ampun tuan putri,hamba ingin menghadap dan menyampaikan sesuatu" ucap seseorang di belakang safira.
safira pun menghentikan bacaanya dan menoleh kebelakang.
terlihat ular cobra raksasa berkepala 6 dan 2 ekor harimau putih berdiri di hadapanya.
"ada apa kalian kemari,apa ada sesuatu yang penting"
"ampun beribu ampun tuan putri,ada dua masalah yang sangat genting" ucap sang ular
"katakan ada masalah apa?"
"menurut perjanjian dengan kakek buyut anda,anda adalah pewaris dari seluruh kesaktian beliau dan...."
"sudah aku tidak mau bicara hal itu lagi,aku masih belum siap,dan katakan masalah apa selanjutnya"
"ampun tuan putri,maaf jika hamba membuat tuan putri marah"
"masalah yang kedua,saya merasakan akan ada sesuatu yang di kirim ke rumah ini tuan putri"
"iya,aku juga merasakan nya,lalu apa yang harus aku lakukan"
"saya sudah memasang perisai di rumah ini,tapi perisai itu belum sempurna tanpa kekuatan tuan putri"
"baiklah,aku mengerti"
"kalau begitu,kami izin undur diri" ucap ketika makhluk itu bersamaan
setelah itu mereka pergi menghilang.
**bersambung....
Safira punya kekuatan magis.
rangga dan burges yang bermusuhan punya kekuatan mafia dan preman
serta seseorang yang masih unknown di episode sebelumnya juga ingin menghancurkan rangga dan burges.
__ADS_1
jika terjadi perang siapakah yang akan menang?
dunia pengusaha memang sangat rumit bukan**.