
Hari berlalu dengan cepat,pernikahan safira dan rangga sudah berusia 5 bulan,tak banyak yang berubah dari mereka,hanya saja sekarang mereka sudah satu ranjang,tidak ada adegan peluk pelukan tidak sengaja saat tertidur karena ranjang mereka bisa di modif terpisah.
hari itu safira terbangun mengingat sang fajar sudah menyapa,ia turun ke dapur hanya mengunakan piyama tidurnya untuk segera memasak,tidak ada pelayan atau art seperti rumah mertuanya,karena saat ini rangga memutuskan untuk tinggal di apartemen miliknya.
ia ingin mulai hidup baru,memisahkan diri dari orang tua dan mulai pendekatan dan membangun rasa cinta.
beda halnya dengan safira,ia belum siap untuk tinggal sendiri,ia masih terlalu payah untuk menjadi seorang istri,hal itu terbukti beberapa hari yg lalu,masakanya gosong karena ia tinggal melihat acara drakor kesukaanya.
"Pagi istriku tersayang" ucap rangga
"gak usah sok manis deh om,geli tau ga" ucap safira ketus
"lah kenapa kamu kan memang istriku"
"istra istri,noh urus aja noh triplek kayu yang kemarin"
"kamu cemburu?"
flashback on
kemarin saat sore hari, apartemen itu kedatangan tamu,dia adalah nadia,teman kuliah rangga dulu.
__ADS_1
"Teng tong teng tong" anggep aja suara bell
"iya iya sabar"
"nyari siapa?" ucap safira saat membuka pintu
alih alih mendapat jawaban prempuan itu nyelonong masuk dan langsung menghampiri dan memeluk rangga yang sedang duduk di sofa.
"rangga aku kangen sudah 3 tahun kita tidak bertemu"
"apaan sih nad,di lihat istriku noh,minggir ah" ucap rangga sembari mendorong nadia
"kalian reiunian yg tenang di sini,itu ada makanan sudah siap" ucap safira ketus
rangga hanya bisa mencoba menahan tawa,mendengar istrinya bisa menghina nadia dengan sebutan triplek yang menjurus ke dadanya
nadia hanya bisa melihat safira yang berjalan ke arah kolam,saat itu ia terkejut karena bisa bisanya seorang prempuan yg terlihat kalem dan kekanak kanakan bisa menghina se pedas itu.
"eh nad gw tinggal ke atas dulu ya"
"okay my honey"
__ADS_1
"gw harus balas dendam sama tu pembantu awas aja ya"
nadia berjalan ke arah kolam dan melihat safira yg duduk di pingiran.
nadia berjalan mengendap endap mendekati posisi safira duduk
dan nadia pun mendorong safira dari belakang,karena kaget safira tidak sengaja menarik tangan nadia dan alhasil nadia ikut tercebur.
sementara itu di sebuah dapur rangga yang mendengar suara teriakan dari arah kolam,langsung bergegas ke tempat sumber suara.
tanpa babibu lagi rangga langsung menceburkan diri saat melihat dua prempuan sedang gelagapan karena tidak bisa berenang.
namun sayang rangga memilih menyelamatkan nadia terlebih dahulu,dan menomorduakan safira.
flashback off
"ya maaf,aku kira dengan dua pelampung itu di sana kau tak akan tengelam" ucap rangga sambil melirik yang ia maksud
wuiiing,plaaak(anggep suara benda yg di lempar)
"Aduh aduh ampun,iya iya ampun" ucap rangga sambil melindungi wajahnya dari benda benda yang melayang seperti,panci sendok dan garpu
__ADS_1
"Ooom mesuuuum!!!!"
Setelah pertengkaran kecil yang gak berfaedah di pagi hari itu,rangga segera berangkat ke kantornya dan safira memulai kelas online melalui laptop miliknya.