
Rendi tersenyum manis saat melihat zahra.
"Wa'alaikumsalam, pagi juga" jawab rendi seketika dingin. 'sae lah perasaan pas gua masuk dia senyum senyum eh baru semenit hangat udah jadi dingin lagi' batin zahra.
"Kamu mau sampai kapan berdiri di situ" seru rendi karena zahra tak bergerak sama sekali sejak rendi menjawab salam zahra dengan ciri khasnya yaitu dingin.
Mendengar rendi yang berkata seperti itu zahra pun maju selangkah demi selangkah menuju ranjang rendi.
"Ini sarapan mu, aku sudah membuatkan sarapan sesuai dengan apa yang kau inginkan" seru zahra.
Flash back on
"Ahh… ini siapa sih yang menelpon ku pagi buta seperti ini" keluh zahra pasalnya waktu menunjukkan pukul 03.22.
"Assalamu'alaikum ini siapa ya?" tanya zahra karena nomor yang tidak ia kenal.
"Wa'alaikumusalam, ini aku rendi" jawab si penelpon yang tak lain adalah rendi.
"Owalah kamu toh, ada apa ini masi jam 3. Dan ini adalah jam istirahatku" jawab zahra.
"Besok masakan aku sarapan bubur dan telor rebus" pinta rendi dengan nada datarnya.
"oke* aku akan membawakan mu sarapan sesuai perintah mu besok" jawab zahra dengan nada serak khas bangun tidur.
__ADS_1
Zahra mematikan telponnya secara sepihak tanpa memedulikan rendi.
"Apa! dia berani memutuskan telepon secara sepihak. Selama ini tidak ada yang berani memutuskan telepon ku jika bukan aku yang memutuskannya. Berani sekali kau!" teriak rendi.
flash back of
Zahra menyodorkan rantang nya kepada rendi. Rendi melirik rantang tersebut lalu memindahkan lirikannya pada zahra.
Sadar akan lirikan rendi zahra pun angkat bicara. "Ada apa?" tanya zahra.
"Hmm… kau ini polos atau apa? kau itu dokter khusus untukku artinya kau juga harus menyuapi ku" jawab rendi
'hah? kenapa gak sekian di jadiin istri aja, udah sarapannya gua yang masakin terus gua juga yang harus menyuapi dia' batin zahra.
Zahra meyiapkan semuanya lalu mulai menyuapi rendi.
"Hey… kenapa kau memutuskan sambungan teleponku kemarin?" tanya rendi di sela* makannya.
"Hah… aku itu sangat lelah dan kau meneleponku jam 3 pagi, dan itu memang kebiasaan ku mematikan telpon secara sepihak" jawab zahra apa adanya.
"Cih… kebiasaan yang buruk, tapi jika aku yang menelpon mu kau tidak boleh mematikan teleponnya secara sepihak, mengerti?" perintah rendi.
"Terserah apa katamu kebiasaan ku adalah kebiasaan ku" jawab zahra yang tidak terima perkataan rendi yang menyebut kebiasaan mematikan telepon secara sepihak adalah kebiasaan buruk.
__ADS_1
"hello… itu memang kebiasaan yang buruk" jawab rendi mengejek.
zahra tampak sangat kesal dengan rendi.
'Huh… untunglah kau adalah pasienku jika tidak kau sudah ku buat jadi telor dadar' batin zahra.
"Hey… tuan menyebut kebiasaan dokter zahra tentang mematikan telepon secara sepihak adalah kebiasaan yang buruk padahal tuan juga sering melakukannya" bisik hengki kepada aris.
Hengki dan aris sudah sejak dari tadi menjadi nyamuk di antara zahra dan rendi.
"Hey… apa yang kau katakan itu benar" jawab rendi.
Hengki dan aris tertawa dan akibat tawa mereka membuat zahra dan rendi menatap tajam kepada mereka.
"Diam!" teriak zahra dan rendi secara bersamaan sontak hengki dan aris langsung menutup mulut mereka dan mematung.
Hay guys makasih yang udah baca novel aku ya🙏🙏
Jangan lupa buat vote dan like novelku😗😊
Dan tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar ya🥰
selamat membaca🥰🤗🌈
__ADS_1