
Setelah selesai memeriksa keadaan rendi zahra pun memperbaiki pakaian rendi. Terlihat zahra biasa saja namun berbeda dengan rendi yang terlihat tegang namun ketegangannya dia sembunyikan di balik wajah dinginnya. 'Dia masih sama seperti dulu cuek' gumam rendi.
"Baiklah tuan rendi keadaan anda sudah dalam keadaan satabil sekarang. Namun detak jantung anda berdetak sangat cepat seperti orang yang habis lari" sahut dokter zarah. Sontak rendi kaget dan malu dengan pernyataan yang zarah lontarkan.
Aris yang mengerti dengan situasi tuannya itu pun langsung mengalihkan pembicaraan. "Ohh jadi anda dokter zarah ternyata anda sangat cantik dari pada yang saya duga" kata aris asal-asalan
"Ahh anda bisa saja tapi terima kasih atas punjiannya tuan…" .
"Aris nama saya aris oh satu lagi tidak usah panggil saya tuan dokter".
"Dan saya hengki salam kenal dokter" potong hengki. zahra pun tersenyum manis "salam kenal juga aris dan hengki" jawab zahra.
kemudian zahra kembali menatap rendi yang saat ini juga menatapnya. ya, sejak kedatangan zahra ke ruangan rendi pandangannya tak pernah lepas dari zahra.
__ADS_1
"Ada apa? apa ada yang ingin kau katakan?" tanya rendi kepada zahra. "Ahh… begini aku kan di tugaskan untuk menjadi dokter pribadimu. Jadi maksudku boleh aku tetap bekerja seperti biasanya menjadi dokter yang menangani pasien* ku yang lain di samping aku menjadi dokter khusus untukmu?" tanya zahra dengan sedikit ragu
Rendi yang mendengar hal itu kemudian menganggukan kepalanya. "Tapi kau jangan lupa akan tugas mu " kata rendi. "Siap pak bos" jawab zahra sambil menghormat. Terkadang zarah sangat laj kekanan-kanakan.
Aris dan hengki tertawa terbahak-bahak melihat dokter cantik itu bersifat seperti anak-anak. Sedangkan rendi dia hanya menyungging senyuman tipis saja.
'ahh nona zahra anda harus bisa membuat tuan muda kami kembali sepeti dulu lagi. Anda adalah harapan kami satu-satunya' pikir aris.
"Dokter bisa aku bertanya?" tanya hengki kepada zahra. " Silahkan saja" jawab zahra.
apalagi sekarang kan musim panas?" tanya hengki
Zahra yang mendapati pertanyaan itu pun tersenyum "kalau mau di bilang gerah sihh gerah tapi saya sudah terbiasa lagi pula lebih panas api neraka dari pada musim panas sekarang" jawa zahra.
__ADS_1
Hengki pun tersenyum kepada dokter zahra dan zahra pun membalas senyumannya.
Suasana pun kembali hening hingga saat HP zahra berdering memecah keheningan. Zahra mengangkat telpon "Assalamualaikum ada apa menelpon saya" tanya zahra kepada si penelpon.
"wa'alaikumus'salam dokter maaf mengganggu anda tapi hari ini anda ada jadwal operasi dan anda hanya memiliki waktu 20 menit lagi " jawab si penelpon.
"Baiklah kau siapkan saja semuanya, aku akan segera kesana. Dan tolong hubungi dokter fandi bilang padanya aku meminta dia untuk menemaniku dalam operasi ini" sahut zahra.
"Baiklah dokter aku akan segera menghubungi dokter fandi" jawab suster tersebut.
Dan seperti biasa zahra akan memutuskan telponnya secara sepihak. "Maaf aku harus segera pergi karena aku ada jadwal operasi dan akan memakan waktu hingga 5 jam. Setalah operasi aku akan segera kembali lagi" kata zahra. Dan dibalas anggukan kepala oleh rendi. Setelah berpamitan zahra pun segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Hayy gais jangan lupa buat like yaa dan buat yang mau kasih saran langsung komen aja di kolom komentar yaa.
__ADS_1
Selamat membaca🙏🌈❤