
"Tapi… kenapa dia bisa tahu akan zahra" gumam rendi yang pastinya masih bisa di dengar oleh aris. "Pada saat di RS saya sempat melihat laki* berbaju serba hitam, ia menggunakan topi dan masker membuat saya tidak dapat melihatnya. Mungkin laki* tersebut adalah rio, tuan" jelas aris.
"Ah… jadi begitu. Mari kita lihat apakah ia mampu membuat wanitaku takluk atau takut padanya" ucap rendi lalu tersenyum sinis.
Ya zahra memiliki sifat yang acuh tak acuh kepada laki* terkecuali ayah dan abangnya juga laki* dari keluarganya. Itulah mengapa sampai sekarang ia tidak memiliki seorang pacar, sampai* ia harus di jodohkan. Sebenarnya sikap acuh tak acuh zahra kepada laki* karena ia tak ingin berpacaran, karena menurutnya untuk apa berpacaran kalau berujung dosa.
Zahra juga dikenal dengan orang yang memiliki sifat paling tenang di situasi apapun. Itu semua karena ajaran abangnya, sejak remaja zahra sudah belajar bela diri dan menggunakan senjata api juga berbagai benda tajam.
Itu semua di ajarkan rezal agar zahra mampu melindungi dirinya sendiri dari musuh* yang mengincarnya. Entah itu musuh di bidang usaha atau pun musuh yang ingin balas dendam. Karena zahra pernah mengungkap suatu markas besar yang menjadi tempat persembunyian para mafia* yang ingin menyeludupkan senjata* api secara ilegal juga menjual organ* tubuh manusia yang di dapat dari orang* yang berhasil mereka culik. Semua barang* tersebut di kirim ke luar negeri secara ilegal.
Zahra sangat senang karena dengan kepintarannya ia mampu menolong negara tercintanya, namun dampak dari perbuatannya tersebut membuat zahra menjadi incaran para mafia yang berhasil keluar dari penjara.
Setelah 1 jam perjalanan akhirnya rendi sampai di mansion orang tuanya. Sebenarnya ia ingin pulang ke mansion nya namun orang tuanya memintanya untuk pulang ke mansion mereka.
*pip
pip*
__ADS_1
Suara klakson mobil rendi berbunyi. Tak lama kemudian 2 orang bertubuh tinggi membuka gerbang. Mereka adalah penjaga mansion kedua orang tua rendi.
Rendi pun masuk kedalam mansion, saat membuka mansion ia terkejut.
"Selamat datang" seru orang*
"Astaga tidak perlu menyambut ku seperti ini" ucap rendi risih.
"Astaga paman ini perlu tau… sekali lagi selamat atas keluarnya paman dari RS" ucap farah.
Ya farah adalah anak dari kakak perempuan rendi yang mengalami kecelakaan. Saat kecelakaan itu terjadi farah berumur 1 tahun. Dan berkat kuasa sang maha esa farah selamat dari kejadian mengerikan itu.
"Ya sudah aku ke atas dulu ya bu… yah…, farah paman ke atas dulu mau istirahat" pamit rendi lalu memasuki lift dan menekan lantai nomor 3.
Pintu lift pun terbuka rendi langsung bergegas ke kamarnya lalu menguncinya. Ia pun ke balkon kamar dan menatap langit sore. "Kak… lihatlah anakmu sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan imut. Kak… aku merindukanmu" gumam rendi.
Tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya. Seketika ia teringat dengan zahra. Ia pun mengambil hpnya dan menekan nomor zahra, ia ingin melakukan panggilan Video Call dengan zahra.
__ADS_1
*Tut
Tut*
Setelah beberapa detik akhirnya zahra mengangkatnya. "Assalamualaikum halo ren ada apa?" tanya zahra. "Wa'alaikum'salam kau bertanya ada apa? apa aku tidak bisa menelepon mu?" tanya rendi balik meninggikan suara.
Zahra yang sudah sangat malas berdebat akhirnya mengalah. "Baik lah aku salah. Kau sedang apa?" tanya zahra.
"Aku sedang bersantai melihat langit sore, kau sendiri sedang apa?" tanya rendi balik.
"Aku? aku baru selesai memeriksa pasien" jawab zahra.
Hay guys makasih yang sudah baca novelku ya😊
Jangan lupa buat vote dan like ya🙏😍
Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar🥰❤😙
__ADS_1
Selamat membaca🌈🤗😍🥰