
Seketika mereka semua tertawa. "Haha… doakan saja agar emak mu itu tidak menelfon mu saat kita sedang mencari pasangan" canda yudha.
Fadli memanyunkan bibirnya 1 meter ke depan. "Bisakah kalian 1 hari saja tidak menindas ku" omel fadli.
"Oh tentu… tidak bisa" sahut hengki dan berhasil mengundang tawa semua orang.
"Ini minum obatmu" ucap zahra sambil menyodorkan obat dan air kepada rendi.
Rendi pun mengambilnya dan meminum obat tersebut.
Zahra mengusap kepala rendi dengan sangat lembut. "Hey… kau sudah berani menyentuh ku tanpa seizin ku" Ucap rendi yang terlihat kesal namun sangat senang di dalam.
Gengsi nya tinggi ya bun🤣🤣
"Maaf! entah mengapa aku suka membelai rambutmu" ucap zahra polos.
"Haha… kau bisa mengelus-elus kepalaku. Tapi kau harus jadi istriku terlebih dahulu" celoteh rendi.
"Apa! dasar mesum" omel zahra dan menarik tangannya dari kepala rendi. Tapi sebelum zahra benar* menarik tangannya rendi sudah lebih dulu menarik tangan zahra seakan memintanya untuk tidak berhenti membelai kepalanya.
"Cih… tadi saja marah* sekarang malah kau yang memintanya" ucap zahra meledek.
__ADS_1
"Itu gara*mu kau yang memulai maka kau juga yang harus mengakhirinya" sahut rendi.
Zahra tersenyum lalu membelai kepala rendi. Rendi pun membalas senyuman zahra dengan senyuman khasnya. Namun senyuman tulus zahra berubah menjadi senyuman penuh dengan dendam.
'Haha… aku akan mengerjai mu tuan muda. Tadi pagi kau sudah membuat mood ku berubah sekarang kau akan mendapatkan balasannya' batin zahra.
Dan benar saja zahra membalaskan dendamnya dengan mengacak-acak rambut rendi sampai berantakan. "Haha… akhirnya terbalaskan juga" ucap zahra sambil tertawa penuh kemenangan.
"Ternyata ada udang di balik bakwan. Kau membelai rambutku untuk membuatnya menjadi berantakan" omel rendi.
"Ya iyalah siapa suruh kau membuat mood ku rusak tadi pagi jadi aku membalasnya" ucap zahra sambil menjulurkan lidahnya.
"Awas saja kau kucing kecil aku akan membalas mu" niat rendi.
Rendi yang tau akan tak-tik zahra yang memanfaatkan kondisi lemah darinya pun ikut bermain. Rendi melepas jarum infusnya yang membuat tangannya mengeluarkan darah segar. Zahra yang kaget.
"Apa kau gila, hah!" marah zahra kepada rendi
"Aku tidak gila, tapi kau saja yang membuatku harus melakukan hal gila" ucap rendi santai.
Zahra langsung memberikan tatapan elangnya yang membuat rendi menelan Saliva nya.'Astaga benar apa kata ibu kalau perempuan marah bisa menjadi singa betina' batin rendi.
__ADS_1
Tidak ingin di tatap terus-terusan dengan tatapan mematikan itu rendi langsung mencari akal. Ia langsung membawa zahra kedalam pelukannya. "Lain kali jangan pernah mencoba untuk jauh dari ku jika kau mencobanya maka aku bisa melakukan hal yang lebih gila dari ini" ucap rendi sambil terus memeluk zahra.
Zahra hanya menganggukkan kepalanya walau sebenarnya ia tidak mengerti dengan ucapan rendi namun ia tidak ingin mengambil resiko.
Zahra pun membantu rendi untuk duduk di ranjang.
"Tunggulah aku akan memasangkan lagi selang infusnya" ucap zahra yang sedikit khawatir.
Rendi hanya menganggukkan kepalanya.
Zahra pun dengan telaten memasangkan selang infus rendi.
"Kau tidak boleh bertingkah kekanak-kanakan seperti ini lagi mengerti" ucap zahra.
Dan dibalas anggukan kepala oleh rendi.
Hay guys makasih yang udah baca novelku ya☺
Jangan lupa buat vote dan like ya🙏🥰
Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar❤😊
__ADS_1
Selamat membaca❤🥰🌈🤗