
"Karena 5 hari lagi kan kau akan ke korea makanya kami merencanakan pertunangan kalian. Agar saat kau keluar negeri kau sudah memiliki status yaitu tunangan dari rendi" jawab bu yolan santai
Zahra kembali menghembuskan nafas berat, ia merasa sedikit kesal dengan orang tuanya namun ia mencoba menerima. 'Huh… kalau aku ini anak durhaka mungkin sekarang aku tidak berada di sini. Dan apa lusa aku akan bertunangan? apa mereka tidak memikirkan perasaanku? aku sudah mencoba menerima perjodohan ini lalu aku juga harus menerima pertunangan itu lagi?' batin zahra.
Mereka pun kembali menyantap makanan mereka. Setelah selesai mereka duduk di ruang keluarga, ke empat orang tua itu sedang membicarakan konsep pertunangan zahra dan rendi.
"Uja… bawa rendi untuk keliling-keliling mansion agar kalian tidak jenuh" pinta bu yolan. Zahra hanya menganggukkan kepalanya lalu memberikan isyarat pada rendi agar berdiri dan mengikutinya.
Mereka pun sampai di taman bunga yang berada di belakang mansion orang tua zahra. Mereka berdua duduk di kacebo.
*Hening
Hening*
"Kenapa kau menerima perjodohan ini?" tanya zahra memecah keheningan.
__ADS_1
Pletak
"Astagfirullah boleh kah kau tidak menjitak ku?" tanya zahra tampak kesal.
"Karena kau selalu saja melontarkan pertanyaan-pertanyaan aneh padaku. Kau bertanya kenapa aku menerima perjodohan ini tentu karena aku ingin memiliki dokter yang selalu siap sedia mengobati ku kapan pun dan di mana pun. Dan satu lagi kau juga harus bertanggung jawab" ucap rendi.
"Astaga kalau kau hanya ingin dokter pribadi tidak usah menikahi ku juga. Kau bisa memanggilku kapan pun dan di mana pun. Dan apa tanggung jawab soal apa?" tanya zahra.
"Tidak usah membantah. Kau harus bertanggung jawab karena aku sudah terbiasa dengan masakan mu, dan karena hal itu membuatku sakit perut jika memakan makanan yang bukan masakan mu" jawab rendi.
Rendi langsung menatap lekat zahra, ia menyungging senyum jahil. Rendi mendekat kepada zahra, zahra hanya bisa mundur dan sampai tubuhnya sudah tidak bisa mundur karena sekarang ia sudah menempel dengan tiang kacebo.
Rendi terus mendekat hingga wajah mereka hanya berjarak 5 senti saja. Zahra menutup matanya, rendi yang melihat hal itu tertawa lepas.
"Cek…cek… ternyata anda juga memiliki pikiran negatif" ucap rendi meledek.
__ADS_1
Zahra membuka matanya lalu memasang wajah cemberut. "Aish… kau ini ahh… aku akan membatalkan perjodohan ini" ucap zahra secara ceplas-ceplos. sadar akan ucapannya tadi ia langsung menutup mulutnya, zahra melihat rendi yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya terbawa emosi" ucap zahra lirih.
Rendi tersenyum mendengar hal itu, ia berpikir bahwa zahra benar* akan membatalkan perjodohan ini. 'Ahh… 5 kata yang keluar dari mulutmu membuat ku hampir gila, untunglah itu hanya sekedar kata* jika itu benar aku akan benar* gila karena mu. Aku tidak akan melepaskan mu kau hanya milikku' batin rendi.
"Lain kali jangan pernah kau mengeluarkan kata* yang bermaksud meninggalkanku" seru rendi dengan wajah dinginnya.
Hay guys makasih yang sudah baca novelku😗😊
Jangan lupa buat vote dan like ya☺🙏
Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar🥰🤭
Selamat membaca🌈🤗😉
__ADS_1