
Yudha melihat punggung zahra yang berangsur hilang. "Pantas saja es batu itu bisa luluh ternyata perempuan itu memang berbeda" gumam yudha.
"Oh astaga kenapa mereka bisa tertidur seperti ini. hey… hey… bangun ada kecoa" ucap yudha. "apa kecoa mana* aa usir dia" teriak mereka. "Aish… badan aja gede tapi sama kecoa hewan kecil takut" ucap yudha terkekeh.
Ini membuktikan bahwa apa yang kita lihat tidak seperti apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka semua tampak sangat kesal dengan yudha. " Aish… kalau bercanda kira* dong aku tadi sedang bermimpi indah" seru fadli. "Haha… mimpi di suapin emak?" tanya yudha menerka-nerka.
"Lah kok lo tau? lo punya indra ke-7" tanya fadli polos. "Hoho… ternyata bener toh dasar anak mami" jawab yudha lalu ia tertawa karena kepolosan fadli.
Mereka pun masuk kedalam ruangan rendi. "Lihatlah sudah sangat lama aku tidak melihat wajah teduh rendi saat tidur" ucap kenzo lirih.
"Aku berharap dokter zahra mampu mengubah sifat sahabat kita" ucap aris.
Dilain tempat.
__ADS_1
Setelah melaksanakan ibadah shalat asar zahra bergegas ke ruangannya. Ia ingin memeriksa pasiennya dan mengoperasi pasien yang lain. "Assalamu'alaikum halo dokter zahra" ucap suster rina. "Wa'alaikum'usalam suster rina" jawab zahra.
"Hari ini dokter ada jadwal operasi ya" jelas suster rina. "Oke siapkan saja semuanya aku akan segera ke ruangan operasi" ucap zahra lalu berjalan meninggalkan suster rina. Setelah mengganti pakaiannya zahra pun bergegas menuju ruangan operasi.
2 jam berlalu sudah, zahra telah menyelesaikan operasinya. "Eh… kenapa rendi menelpon ku?" gumam zahra. "Assalamualaikum ren ada apa?" tanya zahra. "Wa'alaikum'usalam kau di mana" tanya rendi.
"Aku baru selesai mengoperasi pasienku. Sekarang aku mau memeriksa pasien lainnya lalu kembali ke rumah untuk shalat maghrib dan memasak makan malam untukmu" jelas zahra.
"Oh baiklah" jawab rendi dan langsung memutuskan panggilan secara sepihak. zahra hanya menghela nafasnya "Sepertinya aku kena karma gara* suka memutuskan panggilan secara sepihak" gumam zahra meratapi dirinya.
Setelah memeriksa pasien-pasiennya zahra pun bergegas pergi meninggalkan rumah sakit dan melajukan mobilnya ke mansion miliknya. Hari ini zahra ingin ke mansion pribadinya karena sudah sangat lama tidak menempatinya.
"Halo mah hari ini uja ke mansion milikku ya. uja gak pulang ke mansion mama" ucap zahra di telpon. "Iya… hati* dijalan ya uja" jawab mamahnya. zahra pun mengakhiri panggilan teleponnya dengan mama nya.
pip pip
__ADS_1
suara klakson zahra berbunyi dan keluarlah seorang satpam yang menjaga rumah zahra. "Selamat datang nona zahra, sudah lama anda tidak pulang" seru satpam tersebut. "Halo pa satpam iya aku baru sempat pulang sekarang" jawab zahra.
Zahra pun bergegas pergi ke dalam rumah. Se sampai Nya di depan rumah zahra di sambut dengan sejajaran pelayan zahra yang menyambutnya. "Selamat datang nona muda" ucap para pelayan dan di jawab senyuman manis oleh zahra.
Zahra pun masuk kedalam kamarnya dan segera mandi lalu menjalankan ibadah nya.
Setelah zahra menjalankan ibadah shalat maghrib zahra pun turun. "Nona apa anda mau makan malam?" tanya seorang pelayan.
Hay guys makasih yang udah baca novelku ya😊
Jangan lupa buat vote dan like ya🙏😍
Dan tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar❤😍
Selamat membaca🌈🤗🥰❤
__ADS_1