
Setelah melihat pesan yang dikirim kepada rendi tak lama kemudian ada nomor tak di kenal meneleponnya. "Bagaimana apa kau suka dengan foto yang aku kirim" tanya si penelepon dengan nada sadis.
"Jangan berani* kau sakiti dia, melihat matanya pun kau tidak boleh! jika tidak aku akan membunuhmu" ancam rendi.
"Cek… cek… kau pikir aku akan takut dengan mu tuan rendi. Aku bisa membuat dia jatuh cinta padaku dan membuangnya begitu saja seperti kau mencampakkan adikku" ucap si penelepon tersebut lalu memutuskan sambungan teleponnya.
"Ah dasar laki* berengsek awas saja kau rio. Aku tidak akan pernah membiarkan kau menyentuh wanitaku" niat rendi
Rio sebenarnya adalah sahabat baik rendi namun sejak adik rio jatuh cinta pada rendi membuat hubungan persahabatan mereka jadi remuk. Karena saking cintanya adik rio yang bernama ria terhadap rendi membuat ria mengorbankan nyawanya demi rendi.
Flashback on
"Kak Entah sejak kapan aku menyukai kak rendi" ucap ria mengungkapkan perasaannya pada rio bermaksud agar rio membantunya.
"Ah… jadi adik kakak ini sudah bisa mencintai hah" ucap rio gemas. "Baik jika ria suka sama kak rendi nanti kakak akan bicara sama kak rendi agar menerimamu" ucap rio.
Setelah itu rio pun bergegas pergi ke kantor rendi bermaksud mengutarakan niatnya menjodohkan rendi dan ria. "Hay bro lu lagi ngapain" ucap rio.
"Astaga lu ngagetin aja lain kali kalau mau masuk ketuk pintu dulu dong" ucap rendi kesal.
__ADS_1
"Sori*" kata rio
"Ada apa lu kesini tumben. Pasti ada udang di balik bakwan nih" ucap rendi menerka-nerka.
"Haha… lu kayak peramal aja. Gua kesini mau bilang kalau ria suka sama lo" sahut rio.
"Rio lo kan tau gua tuh menganggap ria itu adik gua juga" jawab rendi menolak secara halus.
"Tapi adik gua suka sama lo. Emang lu gak bisa apa buat mengaggap ria lebih dari adik?" bujuk rio.
"Ya gak bisalah gua kenal ria itu udah lama dan sejak gua kenal sama ria gua tuh udah menganggap ria itu sama seperti adik gua sendiri. Dan lo gak bisa memaksakan kehendak lo" tolak rendi lagi namun dengan nada halus.
Tak lama rio pergi tiba* ria datang sambil menangis. "Kak… kakak kok tega sama ria. Ria tuh cinta sama kakak" ucap ria sambil terus menangis.
Rendi yang merasa bersalah pun memeluk ria sambil berkata "Ria… ria itu cantik dan kak rendi udah menganggap ria itu seperti adik kak rendi sendiri. Kak rendi punya rasa cinta sama ria namun cinta kak rendi sama ria itu cinta kakak kepada adiknya" ucap rendi menenangkan ria.
"Tapi kak" ucap ria lirih.
"Mendingan sekarang kakak antar kamu pulang lalu kamu masuk di kamar dan menenangkan diri kamu" ucap rendi lalu merangkul ria dan pergi meninggalkan ruangannya.
__ADS_1
Sesampainya di parkiran ria melihat seseorang sedang membidik rendi dengan pistol.
*Dor…
Dor*…
Dua kali suara tembakan terdengar, rendi sempat berpikir bahwa ialah yang tertembak namun nyatanya ria lah yang tertembak. 2 peluru dengan mulus bersarang di dada ria. Rio yang melihat adegan tersebut langsung histeris. Adiknya di penuhi dengan darah segar.
"Kak rendi… ria sayang sama kak rendi" ucap ria untuk terakhir kalinya. Ria pun meninggal di tempat. "Ini semua salahmu harusnya kau yang tertembak bukan adikku" ucap rio menyalahkan rendi.
Sejak saat itu rio menganggap rendi sebagai musuhnya rio berusaha menjatuhkan rendi namun sayangnya rendi selalu bisa bangkit kembali. Membuat rio mencari-cari titik kelemahan rendi dan sekarang ia sudah menemukannya yaitu zahra.
Flashback of
Hay guys makasih yang sudah baca novelku ya😊
Jangan lupa buat vote dan juga like🙏❤
Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar🥰😗😍
__ADS_1
Selamat membaca🌈🤗😗🥰