
"Halo rendi aku akan memeriksa keadaan mu terlebih dahulu" ucap zahra sambil menaruh rantang di atas meja samping ranjang rendi.
Zahra pun memeriksa rendi dengan seksama. Ia membuka kancing rendi untuk memeriksa luka yang berada di bagian dada rendi.
Semua orang yang berada di ruangan tersebut terkecuali aris dan hengki terkaget. Karena rendi tidak pernah membiarkan saru orang pun menyentuh tubuhnya. Bahkan jika rendi sedang terluka dan mengharuskan dokter untuk menyentuh bagian tubuhnya, rendi akan berpikir 10 kali lipat.
Setelah zahra memeriksa tubuh rendi, zahra pun mengambil rantang nya. "Ini makan siang mu dan juga aku" kata zahra. "Hey… kau ini lupa atau sengaja di lupakan? Kenapa sendok nya hanya ada 1 sedangkan yang makan kita berdua" ucap rendi sambil tersenyum.
"Owh astaga kenapa aku harus melupakan sendok nya. Ini pasti gara* aku terbiasa makan sendiri" ucap zahra sambil menepuk jidatnya.
"Tunggu sebentar aku akan meminjam sendok di kantin rumah sakit" ucap zahra sambil berbalik badan. Namun belum saja zahra melangkahkan kakinya tangannya sudah di pegang oleh rendi. "Biarkan saja aku akan makan satu sendok dengan mu" ucap rendi sambil menahan zahra.
"Ta…tapi kan" ucap zahra terbata bata.
"Sudahlah aku sudah sangat lapar" rengek rendi.
Melihat rendi merengek dan bersikap manja terhadap zahra membuat sahabat* rendi dan anak buah nya kaget. Karena ini merupakan kali pertama mereka melihat sikap manja rendi.
"Hey… apa saat kau membawa rendi ke RS kepalanya tidak terbentur sesuatu?" tanya yudha kepada hengki.
Hengki hanya menggelengkan kepalanya tanda bahwa jawabannya tidak.
__ADS_1
"Lalu kenapa rendi berubah 180° saat bertemu dengan dokter itu?" tanya yudha lagi.
Sekali lagi hengki menjawab dengan gerakan tubuh. Hengki mengangkat ke-2 bahunya tanda ia pun tidak tahu. Yudha hanya menghela nafasnya.
"Apakah kalian akan terus-terusan di sini melihatku makan?" tanya rendi namun itu adalah isyarat untuk menyuruh mereka agar keluar dan menyisakan zahra dan rendi.
"Hmm… kami mengerti" jawab ke-3 sahabatnya secara bersamaan.
mereka pun meninggalkan ruangan tersebut dan menyisakan zahra dan rendi.
'Cek* dia bahkan mampu memberi perintah dengan cara bertanya' batin zahra
*Hening
Hening
Hening*
"Mau sampai kapan kita saling menatap aku ini sudah sangat lapar" rengek rendi memecah keheningan.
Zahra menghela nafasnya. Zahra pun menyuapi rendi. Setelah menyuapi rendi, zahra bermaksud menyuapi dirinya sendiri. Namun saat zahra mau memasukan makanannya sendok yang zahra pegang langsung di rampas oleh rendi.
__ADS_1
Saat zahra ingin mengomel, rendi sudah lebih dulu menyodorkan sendok yang tadi dia rampas ke zahra. Zahra sedikit kebingungan. "Ayo buka mulutmu, aku ingin menyuapi mu" ucap rendi.
Zahra yang polos pun membuka mulutnya.
Dan terjadilah adegan suap-suapan dan di saksikan oleh para penonton jomblo. Penonton jomblo adalah sahabat* rendi dan anak buah rendi.
"astaga gini amat ya jadi jomblo" ucap fadli.
Dan di balas anggukan kepala oleh semua orang yang sedang meratapi nasib mereka.
"Huaa… kenapa gua harus jadi jomblo lagi sih" ucap fadli sambil menangis.
"Sabar ya abis ini kita ke klub cari jodoh, ya tapi kalau emak lu gak larang lu" ucap kenzo sambil mengejek fadli.
Hay guys makasih yang sudah baca novelku ya😊
Jangan lupa buat vote dan like ya🥰🙏
Tuliskan juga kesan dan saran kalian di kolom komentar🥰❤
Selamat membaca🤗🌈❤🥰
__ADS_1